View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rantai Nilai Sayuran Daun Hidroponik di Wilayah Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.238Mb)
      Fulltext (3.824Mb)
      Lampiran (2.754Mb)
      Date
      2025
      Author
      Papilaya, Regina Clairine
      Nurmalina, Rita
      Feryanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pertanian berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan sempit telah diterapkan bergantung pada peran aktif setiap pelaku dalam rantai nilai untuk memastikan aliran informasi yang efisien dan peningkatan produk yang konsisten dalam memenuhi kebutuhan pasar. Pemanfaatan teknik penanaman hidroponik, yang efektif untuk digunakan di daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Teknik ini memungkinkan penanaman sayuran daun secara vertikal dan horizontal, yang tidak hanya memaksimalkan penggunaan ruang tetapi juga menghasilkan sayuran yang lebih segar dan higienis, karena tidak bersentuhan langsung dengan media tanah. Namun, meskipun potensi hidroponik sangat besar, sebagian kebutuhan konsumsi sayuran daun hidroponik masih belum sepenuhnya terpenuhi. Penjualan sayuran daun hidroponik dan penyedia input produksi perlu mengimplementasikan manajemen rantai nilai yang terintegrasi. Hal ini melibatkan pengelolaan yang efektif dari setiap tahap dalam rantai nilai, mulai dari penyediaan input produksi kepada mitra, hingga koordinasi yang baik dalam proses produksi, pengolahan, dan distribusi. Penerapan dalam rantai nilai yang terkoordinasi dengan baik akan memastikan bahwa setiap langkah, dari perencanaan hingga eksekusi, dilakukan secara optimal. Penelitian ini ditujukan untuk mencapai tujuan berikut: memetakan (mapping) rantai nilai sayuran daun hidroponik di Wilayah Bogor; menganalisis tata kelola (governance) rantai nilai sayuran daun hidroponik di Wilayah Bogor; dan menganalisis rantai nilai dalam peningkatan (upgrading) rantai nilai sayuran daun hidroponik di Wilayah Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Data primer yang digunakan diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 9 petani, 2 pedagang pengumpul dan 1 pedagang pengecer menggunakan kuisioner. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan penelusuran responden secara snowball sampling di Wilayah Bogor. Metode yang digunakan yaitu analisis kualitatif dipergunakan dalam mendeskripsikan tata kelola dan peningkatan rantai nilai, dan kuantitatif untuk menghitung biaya dan margin dari hasil pemetaan rantai nilai sayuran daun hidroponik. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa pemetaan (mapping) pelaku dalam rantai nilai sayuran daun hidroponik mencakup empat pelaku utama: petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, dan restoran. Pemetaan (mapping) ini mengungkapkan adanya lima rantai nilai yang terbentuk, yang menggambarkan aliran produk sayuran daun hidroponik dari tahap produksi hingga konsumsi akhir. Rantai nilai sayur yang dominan terdiri dari 6 rantai. Dalam hal tata kelola (governance), hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang terbentuk dari aktivitas regulasi dan koordinasi di seluruh pelaku rantai nilai adalah modular. Hal ini berarti setiap pelaku menjalankan fungsinya dengan tingkat otonomi tertentu, namun tetap terintegrasi dalam sistem yang lebih besar melalui mekanisme koordinasi yang efektif. Upaya peningkatan yang dilakukan oleh setiap pelaku dalam rantai nilai ini berfokus pada tiga aspek utama: peningkatan fungsi, produk, proses, dan rantai. Peningkatan fungsi mencakup perbaikan sistem operasional dan manajerial untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi. Peningkatan produk melibatkan inovasi dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produk. Peningkatan proses melibatkan pengoptimalan teknik dan metode produksi untuk meningkatkan kapasitas dan konsistensi hasil. Secara keseluruhan, untuk mencapai kapasitas produksi yang optimal sambil mempertahankan kualitas dan mutu produk, prioritas utama adalah peningkatan fungsi. Peningkatan fungsi bertujuan untuk memperbaiki sistem dan proses yang ada, sehingga memungkinkan setiap pelaku dalam rantai nilai untuk berkontribusi secara efektif terhadap pencapaian target produksi dan memastikan standar kualitas yang tinggi. Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan dalam memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat dan menjaga kualitas produk sayuran daun hidroponik
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162614
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository