Persepsi Generasi Z Kota Bogor terhadap Kelinci sebagai Hewan Peliharaan (Studi Kasus pada Tingkat Menengah Atas)
Date
2025Author
Taufika, Salma Putri
Nuraini, Henny
Dekrityana, Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Supriyadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Generasi Z lahir pada rentang tahun 1997-2012 dan dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan hewan. Kelinci merupakan salah satu ternak non-ruminansia yang berpotensi dikembangkan sebagai hewan peliharaan, namun tingkat popularitasnya masih tergolong rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi generasi Z di Kota Bogor terhadap kelinci sebagai hewan peliharaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2025 dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa tingkat menengah atas yang memiliki ketertarikan terhadap hewan peliharaan menggunakan metode snowball sampling. Peubah yang diamati meliputi karakteristik responden, pengetahuan, persepsi, dan minat terhadap kelinci sebagai hewan peliharaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 62,5% pernah memelihara kelinci. Skor rata-rata persepsi terhadap kelinci sebagai hewan peliharaan sangat baik yaitu 3,41±0,71. Ras kelinci hias yang paling diminati adalah Netherland Dwarf dengan persentase 35,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi Z memiliki potensi sebagai pasar bagi pengembangan kelinci hias jika disertai dengan edukasi dan promosi yang tepat.
