Tingkah Laku Sapi Bali Jantan Pada Masa Rekondisi dengan Pakan yang Berbeda Pasca Transportasi Darat Jarak Jauh
Abstract
Sapi Bali merupakan ternak asli Indonesia yang adaptif dan produktif namun transportasi jarak jauh dapat memicu stres yang mempengaruhi tingkah lakunya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkah laku sapi Bali selama masa rekondisi pasca transportasi darat jarak jauh dengan perlakuan pakan yang berbeda. Penelitian menggunakan delapan ekor sapi Bali jantan berumur 24–36 bulan dengan bobot rata-rata 312,4±24,1 kg. Ternak dibagi menjadi dua perlakuan, yaitu pakan kontrol (P0) yang terdiri atas 80% rumput gajah dan 20% konsentrat, serta pakan perlakuan (P1) yang terdiri atas 60% rumput gajah, 20% konsentrat, dan 20% sorinfer. Pengamatan tingkah laku meliputi ingestive, aggressive, standing, laying, dan defekasi dilakukan selama tujuh hari menggunakan kamera CCTV. Pencatatan dilakukan meggunakan aplikasi cowlog dan dianalisis menggunakan Uji T tidak berpasangan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan pakan terhadap frekuensi dan durasi tingkah laku yang diamati. frekuensi tingkah laku standing dan durasi tingkah laku laying paling dominan selama masa rekondisi pada kedua perlakuan. Bali cattle are adaptive and productive livestock native to Indonesia, but long- distance transportation can trigger stress that affects their behavior. This study aims to analyze the behavior of Balinese cattle during the reconditioning period after long-distance land transportation with different feed treatments. The study used eight male Balinese cattle aged 24-36 months with an average weight of
312.4±24.1 kg. The cattle were divided into two treatments: control diet (P0) consisting of 80% elephant grass and 20% concentrate, and treatment diet (P1) consisting of 60% elephant grass, 20% concentrate, and 20% sorinfer. Behavioral observations including ingestive, aggressive, standing, laying, and defecation were conducted for seven days using CCTV cameras. Records were made using the cowlog application and analyzed using an unpaired T test. There was no significant difference between the two feed treatments on the frequency and duration of the observed behaviors. the frequency of standing behavior and the duration of laying behavior were most dominant during the reconditioning period in both treatments.
