Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Return Saham (Studi Kasus Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) Tahun 2012-2017
View/ Open
Date
2012Author
Setyandari, Tiara Suci
Siregar, Hermanto
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu di antara sekian banyak masalah keuangan yang dihadapi oleh
suatu perusahaan adalah masalah pembiayaan perusahaan. Saham merupakan
salah satu jalan keluar bagi perusahaan untuk mendapatkan dana secara cepat.
Para pemegang saham akan mendapatkan return dari emiten dalam bentuk capital
gain maupun dividen, sehingga dengan kata lain return saham adalah
pengembalian laba yang dinikmati oleh investor atas suatu investasi modal dalam
bentuk surat berharga. Return saham dapat dihitung dengan dua cara, yaitu
dengan memasukkan unsur dividen dan tanpa memasukkan unsur dividen. Return
saham suatu perusahaan ditentukan oleh beberapa hal, seperti kinerja perusahaan
dan strategi perusahaan mengelola laba yang dimiliki. Jika perusahaan tidak
mampu membayar kewajibannya, dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut
memiliki keadaan keuangan yang tidak bagus. Kondisi tersebut dapat membuat
para investor merasa takut jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang
dapat mengakibatkan kebangkrutan. Apabila kondisi keuangan perusahaan
tersebut tidak bagus, maka perusahaan tersebut tidak mampu menghasilkan return
yang diharapkan para investor dan pada akhirnya harga sahamnya akan
mengalami penurunan. Investasi dalam bentuk saham mempunyai risiko yang
tinggi karena harga saham sangat peka terhadap banyak faktor, baik faktor
internal maupun eksternal.
Sektor pertambangan dan energi merupakan salah satu sektor yang memiliki
peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan perekonomian
nasional. Sektor pertambangan dan energi merupakan penyedia sumber daya
energi dan sektor energi sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian. Selain
itu, sektor pertambangan juga terus mengalami pertumbuhan yang positif di
kisaran 3,2% - 3,7%. Pertumbuhan yang positif tersebut disebabkan oleh kegiatan
eksplorasi untuk menemukan cadangan-cadangan mineral yang baru, terutama
nikel, emas, bauksit, dan batubara. Karakteristik sektor pertambangan yang
memiliki risiko relatif tinggi menyebabkan sektor ini dapat memberikan imbal
hasil yang lebih tinggi. Selain itu, peluang pertumbuhan yang masih terbuka,
membuat ekspektasi meningkat karena investasi yang ditanamkan diharapkan
mendapat return yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Oleh karena itulah,
penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kondisi keuangan perusahaan
sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2007 – 2011;
(2) menganalisis pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap return
saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia; dan (3) merumuskan implikasi manajerial yang dapat diterapkan pada
perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia..
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui kondisi
keuangan perusahaan pertambangan selama 2007 sampai 2011, dan menggunakan
pendekatan ekonometrik untuk mengestimasi model dan mengetahui pengaruh
faktor-faktor internal dan eksternal terhadap return saham. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan diperoleh dari beberapa sumber, antara lain
Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, situs duniainvestasi.com, serta situs resmi
perusahaan. Teknik pengumpulan data melalui pencarian informasi keuangan
perusahaan pertambangan yang memenuhi kriteria. Adapun kriteria perusahaan
tersebut adalah terdaftar dan aktif di Bursa Efek Indonesia serta secara konsisten
menyediakan laporan keuangan selama 2007 – 2011 dan memiliki informasi
lengkap yang berhubungan dengan penelitian. Berdasarkan kriteria-kriteria
tersebut, perusahaan yang menjadi objek penelitian berjumlah 15 perusahaan.
Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik
regresi data panel. Data panel merupakan data yang dikumpulkan secara cross
section dan diikuti pada periode waktu tertentu (time series). Model analisis data
panel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Yit = α+ β1CRit + β2ROEit + β3PBVit + β4FLit + β5SBIit + β6INFit + β7KURSit + β8KRISISit +
eit
Di mana Y adalah return saham, CR adalah curent ratio, PBV adalah price book
value, FL adalah financial leverage, SBI adalah suku bunga BI, INF adalah inflasi,
KURS adalah nilai tukar, dam KRISIS adalah krisis global 2008.
Pemilihan model terbaik dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu
Pendekatan Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Square), Model Efek Tetap (Fixed
Effect), dan Model Efek Random (Random Effect). Terdapat tiga buah alat uji
untuk memilih tiga pendekatan dalam panel data, yaitu Uji Chow (Chow Test), Uji
Lagrange Multiplier (LM Test), dan Uji Hausman (Hausman Test). Uji Chow
untuk memilih apakah model yang digunakan Pooled Least Square (PLS) atau
Fixed Effect. Uji LM adalah pengujian untuk memilih model PLS atau model
Random Effect. Uji Hausman adalah uji untuk memilih model Fixed Effect atau
Random Effect. Penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews seri 6 untuk
mengestimasi model dan pemilihan model terbaik.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif, kinerja keuangan perusahaan
pertambangan tergolong baik. Kesimpulan ini didapat setelah membandingkan
antara nilai rasio keuangan dengan nilai rata-rata industri. Akan tetapi, perolehan
keuntungan perusahaan pertambangan ketika krisis 2008 mengalami penurunan
yang signifikan. Selain itu, yang harus diwaspadai adalah tingginya tingkat
financial leverage pada tahun 2011. Tingginya financial leverage berarti
tingginya biaya tetap yang harus dibayar oleh perusahaan, sehingga dapat
berpengaruh kepada keuntungan yang diperoleh perusahaan dan secara tidak
langsung mempengaruhi imbal hasil yang diterima oleh para investor.
Langkah awal dalam regresi data panel adalah dengan mengestimasi
model Pooled Least Square (PLS) dan Model Efek Tetap (MET) menggunakan
EViews 6. Kedua model tersebut kemudian dibandingkan untuk memilih model
regresi yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan uji F terbatas.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 0,0002 dengan tingkat
kepercayaan 95% (α = 0,05). Oleh karena nilai Fhitung < 0,05 atau H1, model yang
digunakan adalah MET. Langkah selanjutnya adalah mengestimasi Model Efek
Random (MER) untuk kemudian dibandingkan dengan MET dengan
menggunakan uji Hausman. Pengujian ini dilakukan untuk memilih teknik analisis
data panel yang tepat. Hasil uji Hausman menunjukkan bahwa nilai χ2
hitung > 0,05
atau terima H1 seperti, sehingga teknik analisis data panel yang digunakan adalah
MET.
Oleh karena model persamaan yang terpilih adalah Model Efek Tetap
(MET), model tersebut harus memenuhi persyaratan BLUE (Best Linear
Unbiased Estimate). Untuk mengetahui apakah model tersebut memenuhi sifat
BLUE, dilakukan pengujian dengan menggunakan asumsi-asumsi klasik, yaitu uji
multikolinearitas, uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas.
1. Uji Multikolinearitas
Bila korelasi antara dua variabel bebas melebihi R-squared, maka terdapat
multikolinearitas. Berdasarkan hasil pengujian dengan Eviews 6, tidak
terdapat nilai korelasi antarvariabel bebas yang lebih dari 0,8368, sehingga
dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas.
2. Uji Normalitas
Normalitas data dapat dilihat dari nilai Jarque-Bera (JB). Distribusi data yang
normal memiliki nilai JB < χ2
tabel. Data yang digunakan dalam penelitian ini
terdistribusi secara normal karena nilai JB < χ2
tabel (6,5825 < 9,488).
3. Uji Autokorelasi
Berdasarkan hasil pengujian dengan EViews, diketahui nilai DW sebesar
1,8922. Nilai dtabel untuk n=15 dan k=7 adalah dL sebesar 0,3429 dan dU
sebesar 2,7270 dan nilai 4-dL sebesar 3,6571 dan nilai 4-dU sebesar 1,2730.
Berdasarkan nilai-nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam model
persamaan penelitian ini tidak terdapat autokorelasi karena nilai 4-dU < DW <
dU (1,2730 < 1,8922 < 2,7270).
4. Uji Heteroskedastisitas
Salah satu cara untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat
grafik antara nilai variabel dan residualnya. Jika tidak ada pola tertentu, maka
tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam model regresi penelitian ini terjadi
penyebaran yang konstan di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Oleh
karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terdapat
heterokedastisitas.
Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan
bahwa MET yang digunakan dalam penelitian ini sudah memenuhi sifat BLUE.
Hasil pengujian dengan bantuan Eviews 6 menunjukkan bahwa seluruh
faktor kecuali CR berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diberikan beberapa rekomendasi
dan saran untuk investor, perusahaan ataupun pemerintah yang berkaitan dengan
pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap return saham perusahaan
pertambangan. Rekomendasi yang disarankan adalah: 1) Investor harus
memperkirakan tingkat inflasi untuk memutuskan waktu investasi yang tepat; 2)
Untuk perusahaan pertambangan, sebaiknya menurunkan penggunaan utang
dalam pembiayaan perusahaan; dan 3) Untuk pemerintah sebaiknya memberikan
fiscal incentive, penyesuaian PPh Badan, pajak impor, dan pajak ekspor,
kemudahan birokrasi impor alat-alat pertambangan, serta mempercepat penerbitan
undang-undang pertambangan baru.
Collections
- MT - Business [4062]
