Strategi Pengembangan Usaha Sapi Potong (Studi Kasus Pada Cv Mitra Tani Farm)
View/ Open
Date
2012Author
Aisyah, Shally Alpriany
Sanim, Bunasor
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Perekonomian Indonesia saat ini mengalami peningkatan yang cukup baik. Di sektor agribisnis, peternakan menyumbang 1,8% dari total PDB nasional tahun 2010. Dilihat dari data statistik, konsumsi daging mempunyai korelasi yang kuat dengan PDB per kapita di berbagai negara. Berdasarkan Direktorat Jenderal Peternakan daging sapi memiliki persentase kenaikan yang lebih tinggi daripada daging ayam, ini menunjukkan potensi pengembangan bisnis sapi potong sangat potensial. Salah satu perusahaan yang menjalankan usaha sapi potong yaitu CV Mitra Tani Farm yang terletak di Kecamatan Ciampea Bogor. Setiap perusahaan harus menjaga eksistensinya dalam usaha sapi potong, sehingga diperlukan pendekatan manajemen strategik yaitu pendekatan manajerial yang komprehensif dan beorientasi jangka panjang dalam mengelola pertumbuhan perusahaan. Kendala utama pada usaha budidaya yaitu sistem pembayaran yang relatif kurang aman karena tidak menggunakan sistem pembayaran secara tunai. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan perusahaan karena banyaknya piutang tak tertagih yang menyebabkan aliran keuangan menjadi tidak berkembang. Penjualan cenderung konstan karena sistem perputaran uang yang kurang lancar. Oleh karena itu CV Mitra Tani Farm perlu memiliki strategi untuk mengembangkan usahanya dalam menghadapi perjualan yang relatif stagnan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kondisi lingkungan internal dan eksternal CV Mitra Tani Farm, mengidentifikasi dan menetapkan strategi yang mempengaruhi dalam pengembangan bisnis sapi potong di CV Mitra Tani Farm, dan menetapkan prioritas strategi dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong di CV Mitra Tani Farm.
Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam, kuisioner kepada para responden pakar. Sedamgkan data sekunder berasal dari BPS, Bappeda, Dinas Peternakan dan instansi lain yang terkait. Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan FGD (Focus Group Discussion) untuk menentukan berbagai isu strategis baik untuk analisis lingkungan eksternal makro, eksternal mikro, dan internal. Untuk analisis eksternal mikro digunakan analisis industri untuk mengetahui intensitas persaingan pada industri sapi potong. Isu-isu strategis yang didapat kemudian diberi bobot dan rating untuk mendapatkan skor terbobot. Selanjutnya setelah mendapatkan isu strategis dengan skor terbobot, selisih skor terbobot dimasukkan pada matriks SWOT 4 Kuadran untuk mengetahui posisi perusahaan. Setelah mendapatkan posisi perusahaan, maka dapat dirumuskan beberapa strategi....dst.
Collections
- MT - Business [4062]
