Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Dalam Penggunaan Metode Pembayaran Non-Tunai (Prepaid Card)
Abstract
Perkembangan sistem pembayaran menyediakan pilihan metode
pembayaran secara tunai dan non-tunai. Masyarakat diarahkan kepada budaya
Less Cash Society yang mengedepankan metode pembayaran non-tunai, hal ini
salah satunya disebabkan oleh tingginya biaya cash handling yang dibutuhkan
oleh pemerintah dalam pencetakan uang tunai. Uang elektronik merupakan salah
satu media yang disediakan untuk melakukan transaksi dengan metode
pembayaran non-tunai. Peningkatan jumlah peredarannya sangat besar dari tahun
ke tahun. Pada awal kemunculannya tahun 2007, uang elektronik telah beredar
sebanyak 165,193 satuan, sedangkan per tahun 2011 telah mencapai 14,299,726
satuan. Prepaid card merupakan salah satu bentuk uang elektronik yang sedang
berkembang, beberapa lembaga penerbit, khususnya perbankan semakin
memperluas jangkauan penggunaannya dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Penggunaannya yang multi fungsi diharapkan semakin menarik minat masyarakat
untuk melakukan transaksi menggunakan prepaid card.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan pengguna prepaid card, (2) menganalisis indeks
kepuasan dan loyalitas pengguna prepaid card, dan (4) merumuskan strategi yang
dapat digunakan oleh lembaga terkait untuk meningkatkan kepuasan pengguna
prepaid card.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2012. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi responden
pada penelitian ini adalah pengguna prepaid card di Kota Jakarta, yang diperoleh
dengan menggunakan metode snowball sampling. Screening yang dilakukan
untuk memperoleh responden adalah pengguna prepaid card dengan lama
kepemilikan minimal tiga bulan dan telah melakukan top-up minimal tiga kali.
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 150 orang, dimana 75 orang
merupakan pengguna prepaid card yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, dan 75
orang merupakan pengguna prepaid card yang diterbitkan oleh BCA. Data
sekunder diperoleh melalui situs resmi lembaga terkait dan sumber relevan lainnya.
Atribut penilaian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 25
variabel indikator yang dikelompokkan ke dalam lima dimensi Service Quality
(SERVQUAL). Empat variabel indikator dalam dimensi tangible, yaitu desain
dan material kartu yang sudah baik, materi promosi jelas dan menarik, tanda
penerimaan pembayaran sudah baik, dan mesin card reader (EDC) di lokasi
merchant dapat terlihat oleh pelanggan. Tujuh variabel indikator dalam dimensi
reliability, yaitu perolehan kartu perdana mudah, top-up dapat dilakukan dengan
mudah, top-up yang dilakukan tepat dan akurat, penggunaan kartu untuk
bertransaksi mudah, transaksi dapat dilakukan dengan mudah, nilai transaksi yang
tepat, dan pelayanan kasir yang cepat dan tepat. Dua variabel indikator dalam
dimensi responsiveness, yaitu keluhan pengguna ditanggapi dengan baik oleh
kasir, dan keluhan pengguna ditanggapi dengan baik oleh customer service dari
lembaga penerbit. Tujuh variabel indikator dalam dimensi assurance, yaitu
petugas customer service penerbit prepaid card sopan dalam memberikan solusi
atas permasalahn yang dihadapi, produsen penerbit prepaid card merupakan
lembaga terpercaya, transaksi yang dilakukan aman, kasir memberitahukan
jumlah saldo sebelum melakukan transaksi, dan kasir memberitahukan jumlah
saldo setelah melakukan transaksi. Lima indikator dalam dimensi empathy, yaitu
ketersediaan merchant di banyak lokasi, komunikasi kasir merchant dengan
pengguna prepaid card terjalin baik, pemahaman kasir merchant terhadap produk
prepaid card baik, komunikasi customer service penerbit prepaid card dengan
pelanggan terjalin baik, dan pemahaman customer service penerbit prepaid card
terhadap kebutuhan dan keluhan pelanggan baik.
Karakteristik responden secara umum menunjukkan sebagian besar
responden adalah perempuan, berada pada kelompok dewasa muda pada usia 25-
29 tahun, belum menikah, dengan tingkat pendidikan terakhir Sarjana (S1),
berprofesi sebagai pegawai swasta dengan pengeluaran rutin lebih besar dari Rp.
4,000,000, dan sumber informasi sehari-hari adalah media online. Karakteristik
responden berdasarkan kepemilikan dan perilaku penggunaan menunjukkan
mayoritas responden hanya memiliki 1 buah prepaid card, mengenal prepaid card
dari informasi yang diberikan SPG/customer service perusahaan, memperoleh
perdana di jalan tol dan lembaga perbankan, dengan alasan penggunaan lebih
praktis, jenis transaksi yang banyak dilakukan adalah pembayaran jalan tol dan
parkir, dengan situasi penggunaan terburu-buru waktu dan adanya potongan harga,
nilai transaksi berkisar di bawah Rp. 10,000 dan antara Rp. 10,000 – Rp. 40,000.
Top-up umumnya dilakukan dengan frekuensi satu bulan sekali, pada nominal Rp.
100,000 – Rp. 200,000, jumlah top-up per bulan pada kisaran Rp. 100,000 – Rp.
400,000, dan lokasi yang banyak dipilih dalam melakukan top-up adalah toko
retail dan melalui ATM.
Hasil perhitungan analisis SEM menunjukkan nilai loading factor positif
dan signifikan antara variabel indikator dengan variabel laten eksogen (lima
dimensi SERVQUAL), dan antara seluruh variabel laten eksogen dengan dimensi
kepuasan sebagai variabel laten endogen. Secara berurutan, pengaruh terbesar
yang diberikan pada dimensi kepuasan yaitu dimensi responsiveness, assurance,
empathy, reliability, dan tangible. Variabel yang termasuk dalam dimensi
responsiveness adalah keluhan pengguna ditanggapi dengan baik oleh kasir, dan
keluhan pengguna ditanggapi dengan baik oleh customer service lembaga penerbit.
Variabel indikator Y1 hingga Y4 juga memiliki nilai loading factor yang positif
dan signifikan berdasarkan nilai uji-t. Indeks kepuasan dan indeks loyalitas
berdasarkan nilai CSI dan CLI yang dihitung dengan menggunakan metode top
two boxes. Secara keseluruhan, responden merasa cukup puas terhadap
penggunaan prepaid card dengan indeks sebesar 61.3 persen dan merasa cukup
loyal dengan indeks 48.9 persen. Indeks kepuasan responden pengguna kartu
Mandiri Prabayar berada pada kriteria cukup puas dengan indeks 54.7 persen, dan
cukup loyal dengan indeks 43.6. Penilaian responden terhadap penggunaan
prepaid card yang diterbitkan oleh BCA berada pada kriteria puas dengan indeks
68 persen, dan cukup loyal dengan indeks 54.2 persen.
Tabulasi silang dilakukan antara variabel keberlanjutan penggunaan (Y2)
dan kesediaan untuk merekomendasikan penggunaan (Y4) dengan jumlah top-up per bulan. Analisis tabulasi silang ini digunakan untuk mengklasifikasikan
responden ke dalam empat situasi kemungkinan model loyalitas, yaitu true loyalty,
latent loyalty, spurious loyalty, dan no loyalty. Hasil analisis keduanya
menunjukkan sebagian besar responden memiliki attitudinal loyalty yang cukup
besar, tetapi kurang disertai dengan tingkat behavioral loyalty.
Analisis selanjutnya adalah IPA yaitu dengan memetakan tingkat
kepentingan dimensi yang diperoleh dari nilai koefisien konstruk hasil analisis
SEM dan tingkat kinerja dimensi yang diperoleh dari rata-rata tingkat kinerja
setiap variabel indikator dalam dimensi tersebut. Kedua nilai tersebut dipetakan
ke dalam matriks IPA (Importance Performance Analysis) untuk menunjukkan
dimensi yang masuk ke dalam empat kuadran, yaitu kuadran A (Under Act),
kuadran B (Mantain), kuadran C (Low Priority), kuadran D (Overact). Analisis
kuadran dilakukan terhadap masing-masing penilaian responden pengguna kartu
Mandiri Prabayar dan responden pengguna kartu Flazz. Selanjutnya penilaian
dilakukan terhadap atribut-atribut dalam dimensi tersebut dengan mentabulasikan
nilai tingkat kepentingan atribut yang diperoleh dari nilai loading factor hasil
analisis SEM dan tingkat kinerja atribut yang diperoleh dari nilai rata-rata
penilaian responden pada setiap variabel indikator.
Rekomendasi strategi peningkatan kepuasan pengguna prepaid card dari
hasil penelitian ini didasari oleh kerangka bauran pemasaran 7P, dan dirumuskan
berdasarkan karakteristik responden serta hasil analisis SEM dan IPA, sehingga
berbeda prioritasnya untuk masing-masing lembaga penerbit. Secara umum,
strategi yang direkomendasikan pada pihak manajemen berdasarkan bauran
pemasaran, yaitu Product, dengan (1) meningkatkan kualitas material dan desain
kartu, (2) bersedia melakukan kerja sama untuk interkoneksi antara lembaga
penerbit. Price, (3) memberikan bonus atau promo potongan harga pada jenis
transaksi tertentu secara berkala. Place, (4) menambah lokasi perolehan prepaid
card, (5) menambah merchant atau lokasi penggunaan prepaid card, (6)
menambah lokasi top-up yang mudah dijangkau pengguna. Promotion, (7)
meningkatkan kualitas materi promosi/informasi terkait, (8) memanfaatkan event
tertentu atau dengan membuka stand di mal, (9) memperluas kerjasama/cobranding
dengan perusahaan tertentu, universitas atau perusahaan swasta. Process,
(10) meningkatkan kualitas dan melakukan inovasi sistem transaksi, (11)
melakukan pengecekan EDC dan pelatihan kasir dalam melakukan transaksi.
People, (12) lembaga penerbit melakukan ghost shopping di lokasi penggunaan,
(13) melakukan pelatihan atau training untuk meningkatkan kualitas pemahaman
dan sikap customer service serta kasir (termasuk store manager). Dan dari bauran
pemasaran Physical evidence, (14) menyediakan fasilitas mutasi transaksi.
Collections
- MT - Business [4062]
