View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perencanaan Strategik Pengembangan Usaha Trans Pakuan

      Thumbnail
      View/Open
      full text (7.476Mb)
      Date
      2012
      Author
      Arianto, Muhammad
      Djohar, Setiadi
      Retnaningsih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Trans Pakuan merupakan bus bantuan Pemerintah Pusat yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor untuk dikembangkan menjadi sistem angkutan masal perkotaan dan mengatasi permasalahan kemacetan di Kota Bogor Trans Pakuan telah beroperasi sejak tahun 2007, namun masih terdapat berbagai permasalahan dan tantangan bagi Trans Pakuan untuk dapat berkembang menjadi jasa angkutan yang ideal di perkotaan. Dalam menghadapi tantangan dan persaingan ke depan, diperlukan perencanaan strategik yang matang dan terukur. Tujuan dari penelitian ini, adalah 1) mengidentifikasi faktor-faktor strategis yang berpengaruh pada pengembangan usaha jasa angkutan Trans Pakuan, 2) merumuskan alternatif strategi bagi PDJT dalam mengembangkan usaha jasa angkutan Trans Pakuan, dan 3) memberikan rekomendasi alternatif program jangka panjang bagi PDJT dalam mengembangkan usaha jasa angkutan Trans Pakuan (2013-2017). Penelitian ini dilakukan di PD Jasa Transportasi Kota Bogor yang terletak di Jl. Pajajaran Kota Bogor, selama Periode Mei 2011 Februari 2012. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sementara Penentuan responden dilakukan secara non-probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Responden berjumlah enam orang terdiri dari internal PDJT (Kepala satuan Pengawas Intern dan Kepala Bagian Umum) dan Eksternal (Kepala Bidang Angkutan DLLAJ, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ, KKU Organda, dan Koordinator Lokal GIZ). Teknik pengumpulan data dilakukan cara: observasi langsung, wawancara pribadi dan pengisian kuisioner Data dan informasi yang diperoleh, diolah dan dianalisa secara kualititatif dan kuantitatif. Tahapan-tahapan yang diterapkan dalam melakukan analisis dan pengolahan data adalah 1) Analisis Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal, 2) Analisis Matriks Internal Eksternal (I-E), 3) Analisis Matriks TOWS, dan 4) Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Dari hasil analisis lingkungan internal, didapatkan kekuatan internal berupa 1) dukungan pemerintah dan pusat, 2) tersedianya prasarana, 3) menerapkan sistem transportasi yang tertib, 4) menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Sedangkan kelemahan internal berupa 1) kondisi sarana dan prasarana yang kurang prima, 2) memiliki trayek yang kurang strategis, 3) jarak shelter yang belum ideal, 4) trayek yang bersinggungan dengan angkutan umum lainnya, 5) jumlah pegawai yang belum ideal, 6) kurangnya promosi dan sosialisasi, 7) headway yang relatif lama, dan 8) tingginya biaya operasional Dari hasil identifikasi kekuatan dan kelemahan internal, Total skor matriks EFI adalah 2,260. Berdasarkan pernyataan David (2009), posisi nilai skor tertimbang PDJT sebesar 2,082 berada di bawah total nilai rata-rata tertimbang yaitu 2,5. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi internal yang lemah. Dari hasil wawancara dengan responden didapat 10 faktor strategis eksternal, yang terdiri dari 5 peluang dan 5 ancaman. Peluang eksternal yaitu 1) pertumbuhan dan kepadatan penduduk, 2) tingginya mobilitas penduduk, 3) Terdapat jalur-jalur strategis yang belum tergarap, 4) kebijakan pembatasan dan pengurangan angkutan kota, 5) rencana pembatasan BBM bersubsidi. Sementara itu, yang menjadi ancaman eksternal yaitu 1) Tingginya jumlah angkutan umum lain yang beroperasi, 2) tingginya kepemilikan kendaraan pribadi, 3) Tidak adanya pembatasan angkutan umum dari luar kota Bogor, 4) resistensi pihak lain dalam pembukaan jalur baru, 5) Perilaku penumpang yang tidak tertib. Total nilai yang diperoleh dari matriks EFE sebesar 2,675, dimana posisi tersebut berada di atas total nilai rata-rata tertimbang yaitu 2,5. Dari hasil Total Nilai Matriks EFE dan EFI didapatkan, nilai tersebut pada kuadaran V Matriks I-E. Posisi kuadran V, menggambarkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya berada pada kondisi yang dapat dipertahankan dan dipelihara. Menurut David (2009), strategi yang baik bagi PDJT dalam kondisi tersebut adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil Matriks I-E dipilih strategi penetrasi pasar. Matriks TOWS yang dirumuskan mengacu pada pilihan strategi tersebut, yaitu perluasan jangkauan operasional, peningkatan promosi dan sosialisasi, peningkatan kerjasama strategis, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, peningkatan efisiensi, dan penyesuaian tarif Berdasarkan hasil penilaian menggunakan QSPM, peringkat strategi prioritas berturut-turut adalah peningkatan kerjasama strategis merupakan strategi prioritas pertama, kemudian diikuti oleh peningkatan efisiensi, perluasan jangkauan operasional, peningkatan promosi, peningkatan kuallitas dan kuantitas sarana dan prasarana, dan yang terakhir adalah penyesuaian biaya. Perumusan Strategic Action Plan (rencana aksi strategic) tahun 2013-2017 dilakukan dengan mengembangkan prioritas strategi yang telah disusun ke dalam program/kegiatan yang lebih spesifik, jelas, terukur dan menggunakan target waktu. Program/ kegiatan yang disusun sejalan dengan strategi yang telah dikembangkan pada penelitian ini. Saran dari penelitian ini adalah peningkatan kerjasama strategis perlu segera dilakukan untuk membuka sumber pendapatan alternatif sehingga dapat mengatasi kerugian yang diderita perusahaan selama ini. Peningkatan efisiensi biaya perlu dilaksanakan sehingga terjadi penghematan guna mengurangi kerugian perusahaan. Perluasan jangkauan operasional dengan pembukaan jalur baru yang strategis perlu melibatkan semua pihak termasuk pengusaha angkutan kota, organda, dan masyarakat sekitar. Strategi penyesuaian tarif perlu dikaji terlebih dahulu dan dalam pelaksanaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan bertahap untuk menghindari penolakan dari pelanggan. Peningkatan mutu layanan merupakan hal yang penting bagi kesetiaan pelanggan, maka dari itu kualitas pelayanan harus selalu dijaga dan ditingkatkan untuk menjadikan usaha jasa Trans Pakuan transportasi andalan masyarakat Kota Bogor.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162364
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository