Analisis Valuasi Harga Saham Perdana Dengan Metode Free Cash Flow To Firm dan Relative
View/ Open
Date
2012Author
Siregar, Grace Sintari
Harianto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Subsektor perkebunan memiliki sumbangan yang besar dalam PDRB di
Indonesia. Salah satunya adalah subsektor perkebunan sawit, apalagi sejak tahun
2006 Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia yang mampu
menggeser Malaysia. Berdasarkan data Deptan tahun 2009 Indonesia memiliki 7,5
juta hektar perkebunan sawit yang merupakan perkebunan kelapa sawit terluas di
dunia. Demikian pula produksi minyak sawit Indonesia tahun 2009 mencapai 21,5
juta ton yang menduduki posisi pertama di dunia. Dengan demikian
pengembangan industri kelapa sawit akan berperan dalam meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
Perkembangan ekonomi daerah tidak akan bisa dilakukan, jika tidak ada
aliran dana investasi baik investor di dalam negeri (PMDN) maupun penanaman
modal asing (PMA), oleh karena itu pemerintah daerah perlu merumuskan
kebijakan investasi, khususnya yang terkait dengan peningkatan iklim investasi.
Kebijakan tersebut sebaiknya ditetapkan dengan standarisasi yang baku, dan
dipublikasikan agar investor dapat mempelajarinya.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dianggap
penting oleh investor dalam mengambil keputusan investasi agribisnis kelapa
sawit, kinerja Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam menyediakannya,
tingkat kesesuaian dan indeks tingkat kepuasan dari kinerja Pemda, apakah ada
perbedaan pesepsi Pemda dengan para investor, serta merumuskan langkahlangkah
strategi pendukung yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam
meningkatkan kinerjanya sehingga dapat menarik minat investor untuk
berinvestasi di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Propinsi Bengkulu tepatnya di
Kabupaten Bengkulu Selatan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember
2011 sampai dengan Januari 2012.
Berdasarkan tingkat kepentingan, variabel yang dinilai sangat penting
adalah keamanan lingkungan, pengurusan perizinan lahan, fasilitas transportasi
darat, keterbukaan masyarakat, fasilitas energi listrik, transparansi sistem
perizinan, Perda investasi, Perda tata ruang, kualitas transportasi darat,
kemudahan pengurusan perizinan investasi, fasilitas perbankan, Perda
ketenagakerjaan, Perda pajak atau retribusi, waktu dan biaya pengurusan lahan,
fasilitas telekomunikasi, dan program promosi Pemda. Variabel yang memiliki
kinerja sangat baik hanya keterbukaan masyarakat.
Berdasarkan hasil dari Importance Performance Analysis untuk
mengetahui variabel mana yang harus menjadi prioritas utama untuk perbaikan.
Variabel yang harus mendapat perhatian utama adalah variabel fasilitas energi
listrik, kualitas energi listrik, Perda ketenagakerjaan, tersedianya upah minimum,
transparansi sistem perizinan, dan Perda investasi.
Nilai indeks Kinerja yang dilakukan pihak Pemda dalam melayani
kegiatan investasi adalah untuk melihat kinerja yang dilakukan Pemda selama ini.
Kinerja yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini
sebesar 59,03 persen. Hal ini menunjukkan bahwa harapan investor masih belum
terpenuhi 40,97 persen.
Analisis uji Mann Whitney adalah untuk melihat perbedaan persepsi
antara investor dan aparat pemda. Berdasarkan analisis terhadap kinerja pada taraf
90% (α=0,1) ada sembilan variabel yang berbeda secara signifikan, yaitu
tersedianya SDM manajerial, tersedianya upah minimum, fasilitas transportasi
laut, fasilitas energi listrik, kualitas energi listrik, anggaran untuk promosi,
promosi ke luar negeri, dan program bantuan kredit. Hasil uji tingkat kepentingan
didapatkan enam variabel yang signifikan, yaitu fasilitas telekomunikasi,
tersedianya SDM pekerja atau buruh, program bantuan kredit, fasilitas
transportasi darat, fasilitas transportasi laut, dan kualitas transportasi laut.
Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dalam penelitian ini dalam rangka
meningkatkan investasi di Kabupaten Bengkulu Selatan adalah (i) Pemerintah
Kabupaten disarankan untuk mengambil langkah-langkah strategis terhadap dua
puluh empat variabel yang perlu diperbaiki untuk memperbaiki kinerjanya,
diharapkan nantinya apabila variabel tersebut diperbaiki kualitas kinerja yang
dilakukan sesuai kebutuhan investor pabrik CPO, (ii) Perlu dilakukan penelitian
lanjutan mengenai SDM aparat dalam pelayanan kegiatan investasi untuk
mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab layanan masih dinilai buruk
dan langkah apa yang harus dilakukan untuk peningkatan kualitas SDM aparat
dalam melayani kegiatan investasi.
Collections
- MT - Business [4063]
