View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengujian Market Overreaction Pada Peristiwa One Day Price Drop Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2010

      Thumbnail
      View/Open
      full text (4.407Mb)
      Date
      2012
      Author
      Rakinaung, Jemmy Christian
      Achsani, Noer Azam
      Siregar, Hermanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      One day price drop adalah peristiwa kejatuhan harga saham secara besar besaran dalam satu hari perdagangan Peristiwa ini terjadi karena adanya informasi yang masuk ke pasar dan informasi tersebut memberikan efek negatif terhadap pasar. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya azymetri information di kalangan investor sehingga pihak BEI sendiri perlu mengeluarkan regulasi untuk mengatur perubahan harga saham dalam satu hari perdagangan. Salah satu tonggak dalam ilmu keuangan diperkenalkan oleh Fama (1970), Fama memperkenalkan Efficient Market Hypotesis (EMH). Pasar yang effisien menurut Fama, adalah pasar yang harganya mencerminkan semua informasi yang tersedia di pasar. Peristiwa one day dop price merupakan bentuk informasi setengah kuat. Jika pasar dalam bentuk setengah kuat maka seharusnya tidak ada yang mendapat abnormal return dari peristiwa ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis kandungan informasi dan overreaction hypothesis dari peristiwa One day price drop. Kandungan informasi dari peristiwa dianalisis dengan menggunakan average abnormal return (AAR) dan cumulative average abnormal return (CAAR). Analisis abnormal return dari peristiwa ini dibagi ke dalam tiga pengamatan. Pertama: menganalisis peristiwa one day price drop pada periode 2005-2010. Kedua: menganalisis peristiwa one day price drop pada periode 2005-2008. Ketiga menganalisis abnormal return peristiwa one day price drop pada periode 2008-2010. Dari ketiga pengamatan tersebut kemudian dirumuskan suatu implikasi manajerial untuk peristiwa one day price drop tersebut. Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu data harga saham harian dan data perusahaan yang mengalami peristiwa one day price drop selama periode Januari 2005 sampai dengan Desember 2010 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian selama periode tersebut. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, dimana perusahaan yang dipilih untuk menjadi sampel harus terdaftar selama periode tersebut. Penurunan dalam satu hari minimal 10% dan harga saham minimal 100 rupiah. Sampel yang dipilih tidak mengalami pembalikan pada hari berikutnya. Dalam satu hari perdagangan hanya dipilih satu sampel. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik event study. Teknik ini mampu menganalisis dampak dari suatu pengumuman terhadap harga saham. Model expected return yang digunkan dalam penelitian ini adalah market model. Periode yang digunakan dalam menghitung expected return selama 200 hari sedangkan periode pengamatan yang digunakan selama 41 hari yaitu 20 hari sebelum kejadian sampai 20 hari setelah kejadian. Setelah diperoleh abnormal return kemudian dilakukan pengujian signifikansi dengan uji-t untuk menguji apakah abnormal return yang dihasilkan berbeda dengan nol atau tidak. Hasil pengujian menunjukan untuk peristiwa one day price drop pada periode 2005-2010 menunjukan adanya kenaikan CAAR secara tajam sampai pada H-1 sebesar 0,024583 kemudian diikuti dengan penuruan besar besaran pada H0 sebesar -0,103067 penurunan ini diikuti dengan pembalikan kearah sebaliknya sebesar 0,059843 pada H+1. Pengujian dengan uji-t menunjukan adanya signifikansi pada hari sebelum kejadian pada H-2, H-1. Hal ini menunjukan adanya kebocoran informasi di sebagian investor, sehingga mereka bisa memanfaatkan informasi ini untuk memperoleh abnormal return. Setelah terjadi kejadian one day price drop setelah pembalikan pada H+1 yang tajam dan signifikan pada α = 1% menurut DeBondt dan Thaler (1985) pembalikan ini diakibatkan oleh reaksi berlebihan dari investor. Ketika terjadi return yang tajam pada periode H-1 diikuti dengan penurunan besar besaran pada hari berikutnya mereka menyadari telah melakukan reaksi berlebihan terhadap suatu informasi. hal ini menyebabkan terjadi penyesuaian yang tajam pada hari berikutnya. Untuk menentukan lamanya reaksi berlebihan digunakan periode yang dipakai oleh Cox dan Peterson (1994) dan Yu dan Leistikow (2011). Pengujian dilakukan pada periode [+1,+3] dan [+4,+20]. Hasil pengujian menunjukan untuk periode [+1,+3] terjadi signifikansi AAR sebesar 0,007372 dan CAAR sebesar 0,071496 sedangkan pada periode pada periode [+4,+20] sebesar 0,010033 untuk AAR dan CAAR sebesar 0,0073 baik AAR dan CAAR menunjukan signifikansi pada α = 1%. Signifikansi ini menunjukan overreaction dari investor berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian yang dilakukan oleh Cox dan Peterson (1994), Atkins dan Dyl (1990), Bremer dan Sweney (1991) dan Pam Vu Thang Long (2008) yang menemukan pembalikan dalam jangka pendek tetapi penelitian DeBondt dan Thaler (1985) menemukan pembalikan juga bisa terjadi dalam jangka panjang. Hasil pengujian periode 2005-2008 menunjukan adanya kenaikan CAAR sampai pada H-1 sebesar 0,011564 dan mengalami penuruanan terbesar pada periode H0 sebesar -0,099799 dan mengalami kenaikan yang tajam pada H+1 sebesar 0,052604. Pengujian dengan uji t menunjukan signifikansi pada H+1 dan H+6. Adanya pembalikan ini juga diakibatkan oleh overreaction dari par a investor ketika menerima suatu informasi, sehingga harga yang ditetapkan keliru. Besarnya pembalikan ini ditentukan oleh besarnya kejatuhan yang terjadi. Semakin besar kejatuhan harganya maka semakin besar pembalikan yang terjadi. Lamanya reaksi berlebihan pada periode ini ditentukan seperti pada kasus sebelumnya dengan menggunakan periode [+1,+3] dan [+4,+20]. Pengujian dengan uji t menunjukan pada periode [+1,+3] terjadi signifikansi dengan α=10% kemudian terjadi pembalikan pada periode [+4,+20] dengan nilai -0,01471 tetapi tidak signifikan. Berbeda dengan periode 2005-2010 pada periode ini overreaction terjadi dalam jangka pendek. Pada periode ini juga menunjukan peristiwa overreaction mendukung efficient market hypothesis dimana signifikansi hanya terjadi pada H+1dan H+7. Hal ini menunjukan informasi dari peristiwa cepat diserap pasar Pengujian selanjutnya dilakukan pada periode setelah krisis 2008-2010. Sama seperti pengujian pada dua periode sebelumnya. Pada periode ini juga hasil pengujian juga menunjukan sebelum terjadi peristiwa terjadi signifikansi pada periode H-16, H-13, H-10, H-2, H-1 sedangkan pada peristiwa setelah krisis terjadi pembalikan pada H+1 sebesar 0,072038 signifikansi setelah krisis juga terjadi pada H+3, H+5, H+7 dan H+15 lamanya signifikansi menunjukan bahwa peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk memperoleh abnormal return dalam jangka waktu yang lama. Hal ini menunjukan bahwa setelah peristiwa krisis informasi one day price drop tidak mendukung efficient market hypothesis. Lamanya reaksi berlebihan pada periode ini diuji dengan metode yang sama hasil pengujiannya juga menunjukan bahwa pada periode [+1,+3] terjadi signifikansi dengan nilai AAR dan CAAR berturut turut 0,008404 dan 0,036345 keduanya signifikan pada α=1%. Hal ini menunjukan bahwa pada periode 2005- 2010 menunjukan terjadi pembalikan pada jangka panjang. Pembalikan ini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan abnormal return. Hasil pengujian dengan uji berpasangan menunjukan bahwa CAAR setelah krisis berbeda nyata dengan CAAR sebelum krisis. Setelah krisis investor dapat memperoleh tambahan kesejahteraan yang lebih dalam menyikapi peristiwa one day price drop. Implikasi manajerial yang dapat diambil dalam peristiwa ini bahwa investor dalam menyikapi peristiwa One day price drop tidak perlu melakukan panic selling karena setelah peristiwa akan diikuti dengan pembalikan pada hari berikutnya. Investor juga dapat memanfaatkan peristiwa ini untuk mendapatkan AR yang signifikan dengan berinvestasi pada saat peristiwa dan mendapatkan AR secara signifikan pada satu hari setelah peristiwa. Kesimpulan dari penelitian ini pada peristiwa one day price drop terjadi karena overreaction investor terhadap suatu informasi ketika investor menyadari mereka telah bereaksi berlebihan maka terjadi pembalikan pada hari setelahnya. Pembalikan ini bisa berlangsung dalam jangka panjang maupun jangka pendek. pada periode 2005-2010 dan periode 2008-2010 pembalikan terjadi dalam jangka panjang sedangkan pada periode krisis 2005-2008 pembalikan terjadi dalam jangka pendek. Penemuan ini juga menunjukan telah terjadi pertentangan pada efficient market hypothesis dimana harga setelah peristiwa bisa diprediksi akan terjadi pembalikan pada H+1.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162339
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository