Analisis Tingkat Kepuasan Komunikasi Karyawan dan Hubungannya Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat Pt. Bukit Asam (Persero) Tbk.
Abstract
Menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompleks dan laju perkembangan teknologi yang begitu pesat, organisasi dituntut untuk tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan baik yang terkait dengan internal organisasi maupun lingkungan eksternalnya. Perlu adanya strategi-strategi khusus yang harus dilakukan agar organisasi tersebut dapat bertahan dan bahkan dapat meningkatkan prestasi bisnisnya. Oleh sebab itu, organisasi-organisasi harus lebih proaktif dan terus melakukan perbaikan dalam segala hal. Kemampuan organisasi dalam menghadapi persaingan tersebut tidak bisa berjalan dengan baik tanpa didukung oleh potensi sumber daya yang memadai termasuk yang tidak kalah pentingnya yakni sumber daya manusia yang berkualitas.
Untuk memiliki karyawan yang berkualitas, perusahaan perlu merespon kebutuhan dari karyawan agar kepuasan kerja tercapai. Kepuasan karyawan dapat dilihat dari seberapa puas mereka terhadap komunikasi yang mereka lakukan dalam organisasi atau perusahaan. Kepuasan komunikasi karyawan akan berdampak pada terciptanya lingkungan kerja yang produktif karena karyawan mendapatkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan mereka dan memberikan umpan balik yang baik bagi perusahaan.
PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sebagai salah satu perusahaan berskala besar dimana di dalamnya terdapat beberapa satuan kerja maka tidak mudah penyampaian informasi berlangsung efektif. Kurangnya informasi yang dibutuhkan karyawan akan mempengaruhi pada kepuasan kerjanya, karena karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya yang pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang tinggi, komunikasi karyawan dalam organisasi harus tercipta dengan baik dan berlangsung efektif.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi karyawan PTBA terhadap komunikasi di dalam organisasi dan produktivitas kerja saat ini, menganalisis tingkat kepuasan komunikasi karyawan PTBA yang ada saat ini, dan menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan komunikasi karyawan PTBA terhadap produktivitas kerja. Penelitian ini dibatasi pada karyawan tiap satuan kerja yang berada di Kantor Pusat PTBA Tanjung Enim yang berjumlah dua belas satuan kerja yakni Satuan pengawas Intern, Sistem Manajemen Perusahaan, Akuntansi dan Anggaran, Pendanaan dan Perbendaharaan, Teknologi Informasi, Analisa Evaluasi Produksi, Sumber Daya Manusia, Logistik, Umum dan Hubungan Eksternal, Rumah Sakit Bukit Asam, Administrasi dan Hubungan Korporat, serta bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan survey. Data yang
dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari
pengamatan langsung, baik yang menggunakan instrumen kuesioner maupun hasil
diskusi dan wawancara, data sekunder berupa data internal perusahaan, jurnaljurnal, buku-buku yang sesuai dengan topik penelitian, serta penelitian terdahulu.
Pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner dilakukan untuk mengetahui
persepsi karyawan mengenai kepuasan komunikasi dan produktivitas kerja,
kesenjangan (gap) kepuasan komunikasi. Analisis data untuk melihat persepsi
karyawan mengenai kepuasan komunikasi digunakan analisis Rentang Kriteria.
Untuk melihat kesenjangan komunikasi dilakukan analisis gap dengan melihat
perbedaan antara besarnya rata-rata kenyataan kepuasan komunikasi dan rata-rata
harapannya. Dan untuk melihat hubungan antara kepuasan komunikasi dan
produktivitas kerja dilakukan dengan analisis korelasi Rank Spearman.
Variabel kepuasan komunikasi dalam penelitian ini terdiri dari delapan
variabel yakni iklim komunikasi, komunikasi pengawasan, komunikasi organisasi,
kualitas media komunikasi, komunikasi dengan rekan kerja, umpan balik individu,
dan komunikasi atasan dengan bawahan. Sedangkan untuk produktivitas kerja
terdapat enam variabel yakni ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas, tanggung
jawab, prestasi kerja, dedikasi, inisiatif, dan disiplin.
Hasil penelitian menunjukkan persepsi karyawan mengenai kepuasan
komunikasi dari delapan variabel yang digunakan semua berada dalam kriteria
“Setuju” yang bermakna selama ini komunikasi yang terjadi di Kantor Pusat
PTBA telah berjalan dengan baik. Hasil Rentang Kriteria menunjukkan
komunikasi dengan rekan kerja memiliki nilai paling tinggi yakni sebesar 338,7
hal ini menggambarkan bahwa komunikasi dengan rekan kerja menimbulkan
keterbukaan dalam berkomunikasi, dapat dikatakan analisis transaksional dalam
komunikasi sudah berjalan dengan baik, masing-masing karyawan bisa
menyesuaikan sikap dan tingkah laku mereka sesuai dengan situasi yang dihadapi
dan respon dari individu masing-masing. Karyawan bisa memposisikan dirinya
sebagai Kondisi Aku Orang Tua ketika mereka memang yakin dan lebih
mengetahui informasi yang dibutuhkan oleh karyawan lainnya, dan sebaliknya
bisa bersikap sebagai Kondisi Aku Dewasa ketika mereka sama-sama belum
mengetahui dengan jelas informasi yang diterima sehingga mereka bekerjasama
untuk memahami informasi yang diterima tanpa menduga-duga. Sedangkan nilai
terendah terdapat pada variabel kualitas media komunikasi yakni sebesar 311,
kualitas media komunikasi di perusahaan belum dirasakan puas oleh
karyawannya. Produktivitas kerja karyawan juga cukup tinggi dengan nilai
sebesar 333,6.
Hasil kesenjangan kepuasan komunikasi, variabel yang memiliki nilai
kesenjangan terbesar adalah variabel iklim komunikasi yakni sebesar -0,66 dan
nilai kesenjangan terkecil terdapat pada variabel komunikasi pengawasan dengan
nilai -0,26. Hal ini menandakan dari semua variabel kepuasan komunikasi
karyawan masih memiliki nilai negatif. Komunikasi yang terjadi selama ini belum
mampu memenuhi harapan yang diinginkan oleh setiap anggota organisasi.
Untuk hasil penelitian mengenai hubungan antara kepuasan komunikasi
dan produktivitas kerja karyawan dengan menggunakan SPSS 19,00, semua
variabel kepuasan komunikasi memiliki hubungan yang positif terhadap
produktivitas kerja karyawan. Artinya, perbaikan terhadap kondisi kepuasan komunikasi karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Variabel
yang memiliki nilai korelasi paling tinggi dan signifikan adalah komunikasi
organisasi dengan nilai korelasi sebesar 0,557 dengan tingkat signifikansi 0,000,
sedangkan untuk variabel iklim komunikasi hubungan bersifat positif tetapi tidak
signifikan dengan nilai korelasi 0,113 dengan nilai signifikansi 0,303. Nilai
signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari taraf nyata yang digunakan yakni
sebesar 0,005 sehingga untuk variabel iklim komunikasi hubungan tidak bersifat
signifikan.
Perusahaan dalam usaha peningkatan produktivitas dilakukan melalui
usaha perbaikan mengenai kepuasan komunikasi karyawan, beberapa hal yang
perlu dilakukan yaitu: 1) Menciptakan suasana keakraban di antara sesama
karyawan melalui kegiatan perusahaan. Langkah ini ditujukan untuk keterbukaan
komunikasi di antara sesama karyawan, 2) Peningkatan terhadap intensitas dan
kualitas diskusi yang dilakukan, proses diskusi tidak hanya untuk mengetahui
letak kesalahan karyawan tetapi juga untuk memberikan penghargaan kepada
karyawan yang berkinerja tinggi dan pemberian kesempatan dalam memberikan
ide-ide yang berguna untuk peningkatan komunikasi pengawasan ke depan, 3)
Media informasi yang jarang digunakan atau dimanfaatkan oleh karyawan perlu
ditingkatkan kembali agar memiliki daya tarik bagi karyawan atau bisa diganti
dengan media lain yang lebih mudah dan memberikan manfaat yang lebih bagi
karyawan, 4) Melakukan supervisi dan pengarahan terhadap penggunaan media
komunikasi yang tersedia agar media tersebut benar-benar mendukung pekerjaan
karyawan dalam penyelesaian pekerjaan, dan juga pendelegasian pekerjaan, 5)
Perusahaan tetap harus memperhatikan kebutuhan dari karyawan misalnya dengan
penyediaan fasilitas kerja yang nyaman untuk mereka berinteraksi dan berdiskusi
sehingga ketika ditemukan kendala baik itu berupa pekerjaan individu maupun
kelompok semua bisa diatasi dengan cepat, 6) Pengadaan pelatihan mengenai
analisis transaksional dalam komunikasi agar dalam pelaksanaan komunikasi di
perusahaan masing-masing individu bisa mempersonifikasikan dirinya sesuai
dengan situasi dan orang yang dihadapi, 7) Perusahaan perlu memberikan
informasi yang lebih jelas lagi terutama mengenai penghargaan terhadap
keberhasilan karyawan dalam pencapaian kinerjanya.
Collections
- MT - Business [4063]
