View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Strategi Cost Reduction dan Strategi Penjualan Dengan Pendekatan Metode Activity Based Costing Pada Pt.Xyz

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.879Mb)
      Date
      2011
      Author
      Abdurachman, Mochamad Irman
      Achsani, Noer Azam
      Sasongko, Hendro
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perusahaan mempunyai tujuan jangka panjang dalam usahanya, tujuan perusahaan tersebut adalah mendapatkan laba yang diinginkan. Guna mencapai tujuan tersebut perusahaan harus dapat menciptakan strategi penjualan yang handal agar tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai. Untuk itu kemampuan manajemen dalam pengambilan keputusan sangat diperlukan, baik yang menyangkut masalah sumber daya manusia, pemasaran, produksi, keuangan, akuntansi, maupun sistem adminstrasi. Selain itu juga perusahaan mampu melakukan suatu perubahan guna menghadapi persaingan yang ada, salah satunya adalah adanya persaingan harga. Hal ini dapat dilakukan oleh perusahaan apabila perusahaan mampu menciptakan suatu produk yang diproduksi secara efisien Selain perubahan dalam menghadapi persaingan harga, maka perusahaan harus mampu menigkatkan aktivitas penambah nilai (value added activity) serta mampu mengurangi aktivitas yang tidak menambah nilai (non value added activity) yang tidak diperlukan. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pengolahan karet yang menghasilkan produk lebih dari satu jenis yaitu EnR, ER, RM A, RM D, dan RM G. Dalam perhitungan harga pokok produksi, perusahaan masih menggunakan metode penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan membebankan biaya overhead atas masing-masing produk berdasarkan jumlah produk secara proporsional. apakah dengan metode activity-based costing perusahaan dalam menentukan harga pokok produksi dapat diterapkan dan kemudian dibandingkan dengan metode konvensional memiliki perbedaan yang nyata dan setelah itu bagaimana dampak dari penerapan activity-based costing terhadap strategi penjualan setelah adanya pengurangan aktifitas value added dan non value added. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk Menentukan harga pokok produksi (HPP) setiap jenis produk berdasarkan aktivitas dan membandingkannya dengan harga pokok produksi (HPP) yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap jenis produknya. Mengidentifikasikan aktivitas yang bersifat nilai tambah (value added activity) dan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah (non value added activity) tanpa mengurangi biaya mutu dalam rangka pengelolaan aktivitas untuk mencapai efisiensi biaya. Menganalisis strategi penjualan produk dan mengembangkan penentuan strategi penjualan melalui penerapan metode activity-based costing. Penelitian ini dibatasi pada akuntansi manajerial, khususnya pada perhitungan harga pokok produksi (HPP) dari produk-produk yang dihasilkan oleh PT XYZ dengan menggunakan metode Activity-Based Costing. Peneliti hanya sebatas memberikan rekomendasi metode penentuan harga pokok produksi yang tepat bagi perusahaan, sedangkan implementasinya diserahkan kepada kebijakan manajemen perusahaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang dilakukan pada suatu perusahaan, karena akan memperoleh gambaran benar tentang suatu objek tertentu serta menjelaskan obyek yang diteliti dari sudut pandang peneliti dengan informasi yang bersumber dari internal perusahaan. Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan adalah metode konvensional yang menggunakan satu pemacu biaya dalam melakukan pembebanan biaya overhead, yaitu pemakaian bahan baku. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity-based costing menggunakan empat pemacu biaya (cost driver), yaitu jam kerja mesin (JKM), jam kerja karyawan (JKK), fasilitas bangunan (m²), dan pemakain solar sebagai bahan baku genset untuk menghasilkan tenaga listrik (ltr). Perhitungan harga pokok berdasarkan metode activity-based costing, menghasilkan jumlah biaya overhead yang berbeda, untuk produk EnR menghasilkan biaya overhead sebesar Rp 335.716,101,-, untuk produk ER menghasilkan biaya overhead sebesar Rp 208.336.271,-, untuk produk RM A menghasilkan biaya overhead sebesar Rp 279.171.697,-, untuk produk RM D menghasilkan biaya overhead sebesar Rp 197.326.034,-, untuk produk RM G menghasilkan biaya overhead sebesar Rp 222.814.630,-. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh perusahaan saat ini berbeda dengan metode perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode activity-based costing, hal ini terlihat untuk harga pokok produksi yang digunakan oleh perusahaan untuk produk EnR sebesar Rp 1.901.618,- per unit, sedangkan untuk metode activity-based costing harga pokok produksi untuk produk EnR sebesar Rp 1.901.410, sehingga memiliki perbedaan sebesar Rp 207, dimana harga pokok produksi yang dianut oleh perusahaan lebih besar dibandingkan dengan harga pokok produksi metode activity-based costing yang lebih rendah, sedangkan untuk produk ER harga pokok produksi dengan metode perusahaan sebesar Rp 66.372,-, per unit, sedangkan untuk metode activity-based costing sebesar Rp 77.004, per unit, dimana untuk harga pokok berdasarkan activity-based costing lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sebesar Rp 8.663, untuk produk ER A harga pokok berdasarkan metode perusahaan sebesar Rp 26.180,- sedangkan metode activity-based costing sebesar Rp 25.449,- dimana harga pokok produksi menurut activity-based costing lebih rendah dibandingan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sebesar Rp 731,-, untuk produk AR D harga pokok produksi menurut perusahaan sebesar Rp 21.368,- sedangkan harga pokok produksi menurut metode activity-based costing sebesar Rp 21.328, dimana harga pokok produksi menurut activity-based costing lebih rendah dibandingan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sebesar Rp 40,-, dan untuk produk RM G harga pokok produksi perusahaan sebesar Rp 22.706,- sedangkan harga pokok produksi menurut dimana harga pokok produksi menurut activity-based costing lebih rendah dibandingan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sebesar Rp 551,-. Berdasarkan perhitungan harga pokok perusahaan dengan metode activty-based costing, maka dapat diketahui bahwa dengan metode activty-based costing ini mampu menghasilkan harga pokok lebih rendah dengan terhadap 4 jenis produk yang dihasilkan dan hanya 1 jenis produk yang memiliki harga pokok
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162294
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository