Analisis Pengaruh Contry Of Origin Terhadap Evaluasi Produk, Persepsi Kualitas dan Keinginan Membeli Konsumen Pada Produk Kosmetik Dekoratif
View/ Open
Date
2011Author
Agustina, Gunung Galuh Retno
Daryanto, Arief
Djamaludin, Md
Metadata
Show full item recordAbstract
Kosmetik adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Yunani kuno. kosmetikus, artinya, upaya untuk memperindah tubuh manusia secara keseluruhan, mulai dari rambut, mata, bibir, kulit sampai ke kuku. Kosmetik bagi wanita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya. Pencitraan kepribadian seorang wanita seringkali dikompensasikan pada pemakaian kosmetik. Dalam memilih sebuah merek kosmetik, konsumen memiliki pilihan untuk tertarik atau tidak. Keputusan ini sering kali berhubungan dengan berhasil tidaknya sebuah produk membangun loyalitas terhadap mereknya (brand) yang didasari oleh kesadaran akan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Era globalisasi dan keikutsertaan Indonesia pada lembaga-lembaga seperti World Trade Organization (WTO), Asean Free Trade Area (AFTA), Asia Pacifik Economic Cooperation (APEC), Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) dan lain-lain semakin mendorong pemerintah untuk lebih terbuka atas masuknya perusahaan asing yang menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan luar untuk beroperasi di Indonesia. Banyaknya merek kosmetik yang beredar di pasar Indonesia, baik kosmetik buatan lokal maupun kosmetik impor, membuat para konsumen memiliki banyak pilihan produk dan merek, serta bebas memilih produk dan merek yang disukai. Hal ini semakin meningkatkan persaingan. Walaupun perusahaan yang berasal dari Indonesia jauh lebih banyak, tetapi kosmetik impor masih menguasai pasar domestik hingga 50%. Oleh karena itu harus dilihat apa yang menyebabkan konsumen lebih memilih produk impor. Apakah image dari Country of Origin (COO) yang menyebabkan persepsi konsumen terhadap produk menjadi lebih baik atau lebih buruk dan lain sebagainya. Selain itu, pemasaran dari sejumlah besar merek luar negeri dihadapkan juga pada permasalahan apakah pelanggannya sensitif dan perhatian mengenai di mana produk dan atau merek itu diproduksi atau berasal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik pengguna kosmetik, (2) Menganalisis pengaruh COO terhadap persepsi kualitas dan evaluasi produk kosmetik (dekoratif) (3) Menganalisis pengaruh COO, evaluasi dan persepsi konsumen terhadap keinginan membeli produk kosmetik dan (4) Merumuskan strategi yang harus dilakukan produsen dan pemasar untuk mengatasi tantangan berupa banyak masuknya produk (kosmetik dekoratif) impor. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada pengguna kosmetik dekoratif yang berdomisili di daerah Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2010 di Jakarta. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset deskriptif yang merupakan single cross-sectional study. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui pemberian kuesioner kepada responden dan data sekunder yang diperoleh dengan cara mengumpulkan artikel-artikel dari majalah, jurnal, internet dan lain sebagainya. Kuesioner berisi daftar pernyataan yang berkaitan dengan variabel ....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
