Formulasi Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Gunung Mas Yang Berkelanjutan Dengan Menggunakan Pemetaan Rantai Nilai
View/ Open
Date
2011Author
Sitio, Rike Penta
Gumbira-Sa'Id, E
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengembangan agrowisata sesuai dengan kapabilitas, tipologi, dan fungsi ekologis lahan akan berpengaruh langsung terhadap kelestarian sumber daya lahan dan pendapatan petani serta masyarakat sekitarnya. Kegiatan tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan persepsi positif petani serta masyarakat sekitarnya akan arti pentingnya pelestarian sumber daya lahan pertanian. Pengembangan agrowisata pada gilirannya akan menciptakan lapangan pekerjaan, karena usaha tersebut dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat pedesaan, sehingga dapat menahan atau mengurangi arus urbanisasi yang semakin meningkat saat ini. Pemain kunci dalam agrowisata adalah petani, pengunjung, dan pemerintah. Peran bersama dengan interaksi mereka adalah penting untuk menuju keberhasilan dalam perkembangan agrowisata.
Agrowisata Gunung Mas adalah suatu Unit Bisnis dari PTP Nusantara VIII. PT. Selain sebagai kebun budidaya dengan tujuan penambahan sumber penerimaan perusahaan, hamparan kebun teh yang luas disertai kesejukan hawa pegunungan merupakan salah satu daya tarik Kawasan Agrowisata Gunung Mas.
Dalam pengembangannya Agrowisata Gunung Mas memiliki peran dalam meningkatkan ekonomi daerah, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai bagian dari prinsip agrowisata dengan meminimalkan dampak kerusakan terhadap lingkungan. Pengembangan Agrowisata Gunung Mas tidak terlepas dari keterkaitan dari usaha-usaha lain yang terkait di sepanjang rantai nilai agrowisata Gunung Mas. Pendekatan rantai nilai pariwisata yang berpihak kepada rakyat kecil merupakan cara berpikir yang mencoba menggeser pola pikir dari hanya suatu proyek yang sekedar mengekang pasar menjadi pola pikir yang memberikaan dampak yang berarti pada pasar. Rantai nilai yang dimaksudkan adalah berbagai kegiatan yang dibutuhkan untuk membawa wisatawan ke tempat tujuan wisata dengan menyediakan semua layanan jasa yang dibutuhkan (akomodasi, catering, dan biro perjalanan). Pendekatan ini memungkinkan masyarakat kecil untuk ikut berpartisipasi di berbagai titik kunci rantai nilai sehingga menambah penghasilan masyarakat itu sendiri.
Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian mengenai dampak adanya pengembangan agrowisata Gunung Mas, baik dari aspek ekonomi, sosial dan budaya berdasarkan persepsi masyarakat dan mengetahui dampak pengembangan agrowisata dikaji dari tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Hasil tersebut akan digunakan sebagai bagian dari alternatif strategi pengembangan kawasan agrowisata Gunung Mas yang berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder, dimana pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder didapatkan dari dinas dan instansi terkait dengan penelitian ini diantaranya adalah BPS, Dinas Pariwisata, dan Kelurahan Tugu Selatan.
Collections
- MT - Business [4062]
