Analisis Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Produk Daging Ayam Olahan Beku (Chicken Frozen Food Product) Di Kota Bogor
View/ Open
Date
2010Author
Anggraini, Sanitianing
Kirbrandoko
M.D.Djamaludin
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan industri pengolahan daging di dalam negeri mengalami pertumbuhan produksi rata-rata yaitu sebesar 10 sampai 15 persen. Hal itu disertai dengan peningkatan permintaan dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan dari comventional menjadi modern. Masyarakat di negara berkembang, khususnya Indonesia, mulai beradaptasi dan mengikuti pola konsumsi di negara-negara maju, seperti mengkonsumsi daging olahan sebagai makanan sehari-hari dan memenuhi selera masyarakat perkotaan, bergizi, higienis, serta mudah dalam pengolahan dan penyajiannya. Keadaan tersebut didukung oleh tersedianya produk makanan olahan beku) frozen food yang memenuhi selera konsumen. Produk makanan olahan beku tersebut meliputi chicken nugget, smoked beef, sosis, karrage, dan sebagainya.
Konsumsi daging ayam per kapita per tahun lebih besar dibandingkan dengan konsumsi daging sapi, yaitu 4,8 kg per kapita per tahun untuk daging ayam dan 1,7 kg per kapita per tahun untuk daging sapi. Sedangkan kebutuhan konsumsi daging rata-rata untuk negara berkembang adalah 23 kg per kapita per tahun. Perkembangan industri makanan olahan ini semakin meningkat karena telah banyak konsumen yang mengenal produk frozen food. Peluang pasar frozen food menarik perhatian perusahaan yang berkembang di Indonesia antara lain PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbkk, PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan PT. Sierad Produce Indonesia Tbk.
Kecenderungan konsumsi pangan masyarakat saat ini telah mengarah kepada makanan beku (frozen food). keberadaan produk makanan beku (frozen food) juga dimanfaatkan untuk menyajikan kepraktisan dan meningkatkan nilai tambah dari produk daging olahan. Pergeseran kebiasaan dan gaya hidup khususnya masyarakat perkotaan yang menginginkan mengkonsumsi produk makanan higienis, siap saji, hemat waktu, praktis, mudah dimasak, dan mudah didapat telah berdampak pada semakin terbukanya peluang pasar produk makanan olahan beku (frozen food). konsumen frozen food yang terdiri dari kelompok industri fast food restaurant dan rumah tangga yang tersebar di kota Bogor mempunyai karakteristik tersendiri dalam mengkonsumi produk-produk frozen food. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi segmentasi konsumen frozen food, menganalisis persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk-produk frozen food, menganalisis loyalitas konsumen terhadap merek produk-produk frozen food, menganalisis atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen ketika melakukan pembelian produk frozen food, dan merumuskan implikasi manajerial yang tepat dalam upaya mengoptimalkan produk-produk frozen food.
Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif dengan metode survey di mana data yang digunakan guna menjelaskan sesuatu (explanatory). Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder serta merupakan data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data primer mengikuti prosedur sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan
pada penelitian. kuesioner yang terstruktur (structured questionnaire). Teknik
pengambilan sample menggunakan metode convenience sampling yaitu metode yang
dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada para konsumen yang datang ke
Giant yang membeli frozen food yang ada di wilayah Bogor dan ibu rumah tangga di
komp. IPB 2 dan Yasmin Garden serta bersedia untuk mengisi dan sesuai dengan
persyaratan menjadi responden yaitu mengkonsumsi produk frozen food dalam empat
bulan terakhir.
PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk adalah perusahaan terbesar dan paling
terintegrasi dalam bidang agri-food di antara perusahaan-perusahaan lainnya di
Indonesia. Perseroan memasarkan produk makanan olahannya dengan berbagai
merek, antara lain So Good, Sozzis, So Nice, dan So Fresh. PT. Charoen Pokphand
Indonesia Tbk mengikuti pertumbuhan yang dialami perusahaan terhadap bisnis
daging ayam olahan siap saji (frozen food) disesuaikan dengan gaya hidup
masyarakat Indonesia yang beralih kepada produk-produk siap saji dan mudah diolah.
Perusahaan mengembangkan industri pengolahan daging ayam dengan beberapa
merek dagang, yaitu Golden Fiesta dan Fiesta. PT. Sierad Produce Indonesia Tbk
mengalami kemajuan usaha melalui komitmennya untuk menghasilkan berbagai
produk yang berkualitas baik dengan standar internasional. Beberapa merek produk
yang dimiliki oleh perusahaan antara lain Delfarm, Belfoods, 222, dan Uenak.
Segmentasi konsumen produk daging ayam olahan beku (frozen chicken) ratarata adalah wanita karir swasta maupun pemerintahan yang telah menikah dan
bertempat tinggal di perkotaan, berpenghasilan rata-rata di atas Rp. 3.000.000 per
bulan, pendidikan tingkat sarjana, dengan frekuensi pembelian produk rata-rata dua
kali per bulan sebanyak empat sampai delapan pack ukuran 500 gram per pack.
Loyalitas konsumen didasarkan pada penghasilan konsumen setiap bulan, persepsi
terhadap harga, hingga frekuensi pembelian. Konsumen produk daging ayam olahan
beku pada ketiga merek menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi pada konsumen
dengan penghasilan di atas Rp. 3.000.000 setiap bulan, dengan frekuensi pembelian
produk ukuran rata-rata 500 gram sebanyak tiga hingga empat kali dalam satu bulan
dan menginginkan kualitas produk yang baik tanpa menjadikan harga sebagai
penghambat dalam kegiatan pembelian produk. Bila melakukan peringkat pada
kelima atribut produk maka hasil yang diperoleh secara berturut-turut adalah rasa,
kemudahan dalam menemukan produk, produk merupakan kesukaan keluarga,
kemasan produk, dan terendah adalah iklan produk.
Analisis deskriptif pada persepsi konsumen menunjukkan bahwa rasa produk
sebagai pertimbangan utama, sedangkan tingkat harga adalah relatif yaitu tergantung
dari jumlah penghasilan setiap bulan. Di samping itu, preferensi konsumen produk
daging ayam olahan beku pada merek So Good, Fiesta, dan Belfood dipengaruhi oleh
atribut yang melekat pada masing-masing merek. Tingkat prioritas konsumsi melalui
analisis Thurstone menunjukkan bahwa peringkat tertinggi adalah rasa, sedangkan
terendah adalah iklan produk. Sedangkan implikasi manajerial pada produk makanan
olahan beku (frozen food) perlu memperhatikan berturut-turut rasa spesifik produk,
kemudahan dalam mendapatkan produk, iklan produk, kemasan, dan produk yang
disukai oleh keluarga
Collections
- MT - Business [4063]
