Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata Kawasan Kepulauan Seribu
View/ Open
Date
2009Author
Latief, Fauzan
Kirbrandoko
Dewi, Febriantina
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi pariwisata di Indonesia cukup besar, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil secara berkelanjutan pengembangan potensi tersebut perlu didahului dengan perencanaan yang tepat, strategi pengembangan pariwisata hendaknya dilakukan secara berkesinambungan, selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan diharapkan pembangunan pariwisata kedepan dapat melestarikan ekosistem dan biota yang terdapat di kawasan wisata tersebut.
Kondisi alam yang mendukung menyebabkan Indonesia merupakan salah satu kunjungan wisata, hal ini didukung dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan yang mengesankan hingga akhir tahun 1997. Pada tahun 1990 tercatat baru sekitar dua juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia yang menghasilkan devisa sekitar USS 2 miliar, tahun 2008 lalu pemerintah mencanangkan kembali Visit Indonesia 2008, yang diharapkan devisa negara dari sektor pariwisata akan meningkat.
Salah satu daerah wisata yang harus dibangun selaras dengan permintaan dari wisatawan dan dapat melestarikan ekosistem adalah Kepulauan Seribu, dimana di dalamnya harus tercipta keselarasan antara sektor pariwisata dan pelestarian alam di dalamnya. Pada periode 1992-1997 sektor pariwisata di Kepulauan Seribu merupakan penyumbang 10% dari total kunjungan wisatawan ke provinsi DKI Jakarta, namun semakin lama tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan Kepulauan Seribu semakin menurun, dengan tingkat keinginan pasar terhadap pariwisata yang murah dan dekat dengan kota besar maka kawasan Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu objek wisata pilihan tersebut.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan rekomendasi strategi dalam upaya pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu, baik dari sisi internal maupun dari sisi eksternal (2) Memformulasikan berbagai alternatif strategi pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu (3) Memberikan rekomendasi mengenai prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu
Penelitian dilakukan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Kepulauan Seribu dari bulan Maret sampai Mei 2009 dan dilanjutkan dengan pengolahan data serta penulisan laporan karya tulis ilmiah. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, penyebaran kuesioner, dan wawancara dengan responden. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang terkait dengan penelitian. Teknik pengambilan contoh menggunakan metode purposive sampling. Responden terpilih merupakan pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan usaha pariwisata. Responden internal adalah kelompok usaha pariwisata di Kepulauan Seribu sebagai pelaku utama kegiatan usaha. Sedangkan responden eksternal adalah Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; Dinas Pariwisata Kab. Kepulauan Seribu; Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu; GAHAWISRI serta Lembaga Swadaya Masyarakat, sebagai peneliti. Data dan informasi yang diperoleh tentang faktor-faktor internal dan eksternal kegiatan pengembangan usaha pariwisata di Kepulauan Seribu selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mendapatkan formulasi strategi. Sedangkan analisa diamond porter digunakan untuk menganalisa persaingan usaha pariwisata di Kawasan Kepulauan Seribu. Analisis yang digunakan terdiri atas analisis desktiptif, analisis IFE-EFE, analisis struktur kekuatan persaingan, analisis SWOT, dan analisis QSPM.
Faktor-faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalah; a) Potensi sumberdaya alam untuk tempat kegiatan pariwisata; b) Potensi sumberdaya manusia secara kuantitas dan kualitas pelaku pariwisata di Kepulauan Seribu; c) Visit Kepulauan Seribu melalui Abang none Jakarta, oleh Dinas Pariwisata dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang mendukung usaha pariwisata; d) Keberadaan kelompok agensi yang mengusahakan paket wisata ke Kepulauan Seribu; e) Keberadaan Dinas Pariwisata dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu sebagai salah satu Pembina maupun pengambil kebijakan pariwisata; f) Koordinasi antar lembaga terkait. Faktor-faktor lingkungan internal yang menjadi kelemahan adalah; a) Permodalan usaha pariwisata; b) Akses terhadap lembaga permodalan; c) Kemampuan memasarkan pariwisata di Kepulauan Seribu; d) Tata ruang untuk kegiatan pariwisata; e) Sarana dan prasarana kegiatan pariwisata; 1) Adanya akses pengelolaan pariwisata secara tersendiri tergantung kepada pemilik pulau; g) Kemampuan manajemen pengelola usaha pariwisata. Faktor yang menjadi kekuatan utama adalah Potensi sumberdaya alam untuk tempat kegiatan pariwisata dengan bobot 0,081 dan peringkat 4 sehingga diperoleh rata-rata tertimbang 0,324. kelemahan utama dalam pengembangan usaha pariwisata di Kawasan Kepulauan Seribu adalah akses terhadap lembaga permodalan terbatas dengan bobot 0,076 dan peringkat 1 sehingga diperoleh rata-rata tertimbang 0,076.
Faktor-faktor lingkungan eksternal yang menjadi petuang adalah a) Otonomi daerah memberikan kewenangan yang luas kepada daerah untuk menggali dan mengelola potensi daerah; b) Letak geografis Kep. Seribu yang dekat dengan Jakarta, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan; c) Pencanangan kawasan wisata bahari oleh Departemen Kebudayaan Pariwisata dan Departemen Kehutanan dalam pengembangan Pariwisata di Kepulauan Seribu; d) Kerjasama antara pengelola usaha pariwisata dan pemerintah; e) Membuka kesempatan kerja dan berusaha; f) Perkembangan jaman dan perubahan keinginan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Faktor-faktor lingkungan eksternal yang menjadi ancaman adalah a a) Pencemaran lingkungan perairan yang dapat mengurangi minat wisatawan yang berkunjung; b) Kerusakan ekosistem di Kepulauan Seribu, c) Penurunan jumlah wisatawan baik mancanegara maupun nusantara; d) Ancaman masuknya pendatang/pesaing baru: e) Biaya transportasi dan sarana transportasi dari dan menuju Kepulauan Seribu; f) Kondisi politik dan keamanan yang belum stabil. Peluang yang paling besar...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
