Strategi Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Industri Primer Hasil Hutan Kayu Dari Hutan Rakyat Di Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
2009Author
Sulaeli, Judi Rachmat
Djohar, Setiadi
Sinaga, Bonar M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Tidak sesuainya kemampuan hutan produksi untuk menghasilkan kayu sebagai bahan baku industri kehutanan telah menyebabkan peran hutan rakyat mulai diperhatikan sebagai bahan baku pengganti (substitusi). Dijadikannya kayu rakyat sebagai bahan baku substitusi bagi industri primer hasil hutan kayu, telah menyebabkan nilai kayu rakyat secara ekonomis meningkat. Peningkatan nilai ekonomis ini tidak saja berlaku pada harga jual kayu bulat tetapi juga pada kayu olahannya. Tidaklah heran jika peluang ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan industri primer hasil hutan yang berasal dari hutan rakyat, termasuk di Kabupaten Bogor yang memiliki potensi hutan rakyat seluas 16.173,06 ha (Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2008). Kenyataan ini bila dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi tentunya sangat menggembirakan ditengah krisis ekonomi global saat ini. Industri primer yang berkembang diharapkan mampu tetap menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dari sisi pengelolaan lingkungan, keberadaan industri primer ini dapat menimbulkan dampak negatif. Keberadaan industri yang tidak terkelola dengan baik akan menyebabkan tidak sejalannya laju penggunaan bahan baku industri dengan laju pembangunan hutan rakyat. Kebutuhan bahan baku industri akan menjadi kontra produktif dengan upaya-upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bogor terutama karena keberadaan Kabupaten Bogor sebagai daerah hulu dari 6 (enam) Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Ciliwung, Kali Bekasi, Cisadane, Citarum Hilir, Cidurian dan Cimanceuri.
Adanya 2 kepentingan dalam pemanfaatan hutan rakyat telah menyebabkan terjadinya tarik ulur kepentingan. Kepentingan akan pemenuhan bahan baku disatu sisi dan kepentingan akan manfaat ekologi disisi lain. Tarik ulur kepentingan ini jika tidak diantisipasi akan menyebabkan kerugian ekonomi, ekologi dan sosial. Sementara itu, dalam upaya pengelolaan industri yang seharusnya dapat menjamin kesinambungan ekonomi, ekologi dan sosial, ternyata baru terbatas kepada pelayanan dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan. Hal ini tentunya belum efektif dalam pengelolaan industri primer hasil hutan kayu dari hutan rakyat di Kabupaten Bogor. Menyadari akan permasalahan ini, maka perlu ditetapkan suatu strategi yang tepat untuk dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan industri.
Beranjak dari latar belakang pengelolaan industri di Kabupaten Bogor, maka untuk penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) elemen-elemen apa yang menjadi faktor, aktor, tujuan dan alternatif strategi peningkatan efektivitas pengelolaan industri primer hasil hutan kayu yang berasal dari hutan rakyat serta (2) bagaimana prioritas strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan industri primer hasil hutan yang berasal dari hutan rakyat di Kabupaten Bogor 5 tahun kedepan. ....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
