Analisis Strategi Portofolio Produk Tabungan Di Pt. Bank Muamalat Indonesia (Bmi)
View/ Open
Date
2009Author
Al Amin, M. Taufiq
Saptono, Imam Teguh
Daryanto, Heny K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Krisis moneter dan krisis global yang terjadi berimbas kepada sektor perbankan nasional. Sektor perbankan syariah merupakan sektor perbankan yang mengalami sedikit dampak dari krisis moneter dan krisis global. Dalam rangka membangun kembali sistem perbankan yang sehat guna mendukung pemulihan perekonomian nasional, pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan khususnya untuk mendorong perkembangan bank syariah. Pemerintah telah menerbitkan UU No. 10 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan UU No. 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah.
Bank Muamalat adalah bank Islam pertama di Indonesia yang dirintis umat Islam Indonesia dan didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tokoh Muslim di Nusantara. Dari tahun 1998 hingga 2007, total aset Bank Muamalat meningkat mendekati 2,100 % dan ekuitas tumbuh sebesar 2,000% Perkembangan tersebut menambah jumlah aset Bank Muamalat menjadi Rp 10,57 triliun di akhir tahun 2007, dengan modal pemegang saham mencapai Rp 846,16 miliar dan pencapaian laba bersih sebesar Rp 145,33 miliar sehingga menjadikannya bank syariah yang paling menguntungkan di Indonesia. Pencapaian laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 mencapai Rp145,3 miliar, meningkat sebesar 34,1% dari Rp108,4 miliar tahun 2006. Pencapaian jumlah pembiayaan, DPK maupun laba bersih di tahun 2007 tersebut masing-masing mencakup 77,6%, 78,2% dan 72,6% dari RKAT Bank Muamalat tahun 2007.
Dana pihak ketiga merupakan sumber pendanaan utama Bank Muamalat. Berdasarkan PSAK 59, dana pihak ketiga digolongkan menjadi Wadiah (titipan) dan Mudharabah (bagi hasil). Simpanan tersebut terdiri dari Giro Wadiah dan Tabungan Wadiah. Investasi tidak terikat mencakupi Deposito Mudharabah dan Tabungan Mudharabah. Jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2006 mengalami peningkatan hingga 27,11% dari Rp 6.837,43 miliar pada akhir 2006 menjadi Rp 8.691,33 miliar di akhir tahun 2007. Selain itu terjadi penambahan jumlah rekening dari 1.527.825 rekening pada tahun 2006 menjadi 2.148.395 rekening pada akhir 2007. Peningkatan yang signifikan terjadi pada rekening tabungan yang tumbuh dari 1.358.187 rekening pada tahun 2006 menjadi 1.964.414 per akhir tahun 2007. Kontribusi terbesar terhadap peningkatan jumlah rekening tabungan ini disumbangkan oleh Shar-E. Sebanyak 575.562 rekening Shar-E baru tercatat pada tahun 2007, menandai pertumbuhan sebesar 86,7% dalam jumlah rekening Shar-E yang mencapai 1.239.430 rekening per akhir tahun 2007. Sementara itu, saldo total Shar-E meningkat dari Rp 701,81 miliar menjadi Rp 1.191,60 miliar. Jumlah Deposito Mudharabah dan Tabungan Mudharabah meningkat masing-masing sebesar 19,20% dan 36,01%, menjadi Rp 4.353,83 miliar dan Rp 3.407,78 miliar pada akhir tahun 2007.
Berdasarkan latar belakang diatas, perumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana posisi strategi perusahaan Bank Muamalat Indonesia (BMI), (2) bagaimana posisi masing-masing produk tabungan, giro wadiah maupun deposito mudharabah Bank Muamalat, dan (3) bagaimana implikasi strategis masing-masing produk tabungan, giro wadiah maupun deposito mudharabah dan bagaimana pengembangannya di masa datang.....dst.
Collections
- MT - Business [4062]
