Evaluasi Kinerja Reksa Dana Saham Periode 2005-2007
Abstract
Selama periode 2005-2007 pasar modal di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat karena semakin membaiknya makro ekonomi. Semakin baiknya perekonomian makro ditandai dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, inflasi 10 persen, suku bunga SB1 (Sertifikat Bank Indonesia) 9,9 persen dan kuns rupiah rata-rata sebesar Rp. 9.343 per dolar Amerika Serikat. Pertumbuhan pasar modal tersebut menimbulkan efek domino terhadap minat investor untuk berinvestasi pada reksa dana, khususnya reksa dana saharn. Selama periode tersebut nilai aktiva bersih reksa dana saham telah mengalami peningkatan sebesar 321 persen dari 28.5 trilyun menjal 91.5 trilyon. Pengamatan perkembangan reksa dana yang dinamis kurang dapat diakomodasi pada tahun 2008 karena pada periode tersebut pasar modal di Indonesia mendapat sentimen negatif akibat krisis global yang berawal dari Amerika Serikat. Selama setahun, indeks harga saham gabungan telah mengalami penurunan sebesar 51 persea
Seiring dengan semakin beragamnya produk reksa dana yang beredar di masyarakat serta semakin tingginya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap reksa dana maka diperlukan suatu panduan mengenai kinerja reksa dana yang diukur bukan hanya berdasarkan ambal hasil semata tetapi juga berdasarkan tingkat resiko yang dimiliki oleh reksa dana tersebut. Tingkat resiko dalan hal ini diwakili oleh standar deviasi sebagai ukuran resiko non sistematik serta beta sebagai ukuran resiko sistematik. Resiko non sistematik dapat dihilangkan dengan cara diversifikasi, sedangkan resiko sistematis merupakan resiko yang tidak dapat dihilangkan karena menyangkut kondisi ekonomi secara makro seperti inflasi, nilai tukar, tingkat suku bunga, kebijakan pemerintah dan sebagainya. Pengukuran kinerja dengan memperhitungkan faktor resiko cocok untuk tipe investor di Indonesia yang lebih cenderung menghindari resiko (risk averse).
Referensi produk-produk reksa dana yang baik diperlukan bagi investor untuk memilih produk reksa dana yang sesuai dengan strategi dan tujuan investasi. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Kinerja reksa dana saham manakah yang paling baik berdasarkan pendekatan risk adjusted return dengan menggunakan metode Sharpe Ratio, Treynor Ratio, Jensen Ratio dan Appraisal Ratio?
2. Reksa dana saham manakah yang mempunyai peringkat terbaik berdasarkan metode pengukuran kinerja dengan melakukan car-off pada tiga reksa dana terbaik dari tiap pengukuran kinerja serta peringkat reksa dana saham berdasarkan imbal hasilnya?
1. Bagaimana kemampuan market timing dan tingkat keberhasilan stock selection para manajer investasi dari masing-masing reksa dana terbaik tersebut?
Tujuan dilakukannya penelitian mengenai evaluasi kinerja reksa dana saham ini adalahe (1) mengevaluasi kinerja reksa dana saham berdasarkan metode Sharpe, Treynur. Jensen dan Appraisal Ratio pada tahun 2005 hingga 2007 (2) melakukan peringkat reksa dana terbaik berdasarkan metode pengukuran kinerja serta imbal hasil (3) menghui kemampuan manajer investasi dalam melakukan market timing dan stock....dst.
Collections
- MT - Business [4062]
