Formulasi Strategi Bersaing Pt. Yanagi Histalaraya Dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan Bisnis
Abstract
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17.508 buah pulau dengan luas laut sekitar 5,8 juta km2 dan bentangan garis pantai sepanjang 81.000 km, memiliki potensi supply sumberdaya ikan dan produk laut lain yang sangat besar dan beragam. Laut Indonesia memiliki potensi lestari sumberdaya ikan sekitar 6,4 juta ton per tahun atau sekitar 7,5% dari seluruh potensi lestari ikan laut dunia. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara produsen ikan keenam terbesar di dunia. Potensi total produksi ikan Indonesia sebesar 66,3 juta ton/tahun ; 7,3 juta ton dari tangkapan di laut dan perairan tawar; dan 59 juta ton dari usaha perikanan budidaya. Bila Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanannya, terutama yang berasal dari usaha perikanan budidaya, menjadi 50 juta ton per tahun (75 persen dari total potensi), maka bukan tidak mungkin Indonesia bakal menjadi produsen perikanan terbesar di dunia. Namun kenyataannya, besarnya potensi perikanan yang ada pada wilayah perikanan Indonesia, ternyata belum dimanfaatkan secara optimal dan sebaliknya Indonesia tengah dihadapkan pada sejumlah persoalan, termasuk masalah hukum dan regulasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi perikanan Indonesia. Konsumsi ikan per kapita di Indonesia sendiri relatif masih rendah, yaitu hanya 29,00 kg/tahun pada 2007. Sementara negara lain seperti Jepang sudah mencapai 100 kg, Korea Selatan 80 kg, Malaysia 40 kg, dan Thailand 35 kg/kap/tahun. Menurut FAO, kebutuhan ikan untuk pangan dunia tahun 2010 berkisar antara 105-110 juta ton berat basah. Peningkatan kebutuhan ikan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Atas prediksi kebutuhan ikan pangan tersebut, pengelolaan perikanan tentunya akan menghadapi tekanan yang kuat dari permintaan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
Salah satu perusahaan yang bergerak di dalam industri perikanan adalah PT. Yanagi Histalaraya. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri perikanan yang meliputi aktivitas pengolahan hasil tangkapan perikanan serta pemasaran produk perikanan baik untuk kebutuhan domestik maupun kebutuhan ekspor. Seiring dengan perjalanan waktu, telah tumbuh beberapa usaha perikanan yang cukup besar di kawasan timur Indonesia khususnya di wilayah PPS Kendari. Munculnya berbagai perusahaan itu membuat tingkat persaingan yang dihadapi PT. Yanagi Histalaraya menjadi semakin berat. Di samping menghadapi persaingan dari pesaingnya, PT. Yanagi Histalaraya juga menghadapi berbagai permasalahan internal yang dapat mempengaruhi daya saingnya. Untuk dapat bertahan dan berkembang di industri perikanan, PT. Yanagi Histalaraya harus dapat meningkatkan kemampuan bersaingnya. Strategi bersaing merupakan kemampuan bersaing yang memungkinkan perusahaan bertahan terhadap tekanan pesaing atau mampu merubah tekanan tersebut menjadi faktor yang menguntungkan bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang tesebut, maka penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengkaji kinerja PT. Yanagi Histalaraya (2) Menganalisa faktor-faktor lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja PT. Yanagi Histalaraya (3) Merumuskan berbagai alternatif strategi bisnis bagi PT. Yanagi Histalaraya dalam meningkatkan kinerjanya (4) Merekomendasikan alternativ strategi bisnis prioritas terpilih bagi PT. Yanagi Histalaraya.
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Yanagi Histalaraya yang berada dalam kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Sulawesi Tenggara, selama dua bulan mulai dari bulan Maret sampai dengan bulan April 2008. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data primer didapat dari observasi langsung, wawancara langsung dan pengisian kuisioner oleh responden. Data sekunder diperoleh dari sumber eksternal perusahaan seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Gabungan Pengusaha Perikanan Indonesia (GAPPINDO), serta data-data yang bersumber dari literatur, laporan, jurnal dan dokumen lainnya yang terkait dengan materi penelitian. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu dengan memilih secara sengaja sampel yang dijadikan responden. Total jumlah responden sebanyak 10 orang yang terdiri atas lima orang responden internal dan lima orang responden eksternal yang berkompeten dalam industri perikanan.
Analisis data yang dilakukan mencakup (1) Analisis deskriptif dan fungsional yang bertujuan untuk mendeskripsikan visi dan misi perusahaan, dan gambaran kondisi internal perusahaan seperti manajemen, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, dan sistem informasi manajemen. Analisis deskriptif dan fungsional dilakukan untuk memperoleh gambaran umum keadaan perusahaan sebagai langkah awal untuk melakukan analisis yang lebih dalam (2) Analisis Internal-Eksternal (IE) untuk mendapatkan peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan organisasi sehingga dapat diketahui posisi perusahaan dalam matriks IE (3) Matriks SWOT untuk memperoleh berbagai rekomendasi strategi yang sesuai dengan keadaan internal dan eksternal perusahaan (4) Analisis QSPM untuk memperoleh prioritas alternatif strategi bisnis perusahaan untuk diimplementasikan.
Lingkungan yang mempengaruhi PT. Yanagi Histalaraya sebagai salah satu perusahaan perikanan dengan sistem job order terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro. Analisis lingkungan eksternal makro perusahaan terdiri dari aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, dan aspek teknologi. Meskipun aspek lingkungan makro ini berada di luar kendali perusahaan, namun secara langsung aspek ini berdampak pada kebijakan dan strategi perusahaan secara langsung. Disisi lain, hasil analisis lingkungan eksternal mikro menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi intensitas persaingan dalam industri adalah tingkat persaingan dalam industri perikanan itu sendiri (skor : 3,712), kemudian disusul secara berturut-turut adalah kekuatan tawar-menawar pembeli (skor : 3,670), produk substitusi (skor : 3,583), kekuatan tawar-menawar pemasok (skor : 2,687), pendatang baru (skor : 2,619).
Berdasarkan evaluasi faktor-faktor internal perusahaan, diperoleh sejumlah faktor-faktor strategis internal yang dapat digolongkan ke dalam kekuatan dan kelemahan perusahaan. Kekuatan PT. Yanagi Histalaraya meliputi kualitas produk yang baik, penguasaan teknologi dan SIM, program investasi, jaringan pemasaran dan distribusi yang baik, akses perusahaan dalam memperoleh bahan baku, struktur organisasi dan koordinasi antar divisi cukup jelas, SDM yang berkualitas, lokasi perusahaan strategis, posisi keuangan kuat, ketersediaan modal, citra yang baik, pengalaman perusahaan, perencanaan produksi yang baik, harga produk yang stabil dan bersaing. Kelemahan PT. Yanagi Histalaraya meliputi adanya kesenjangan manajerial antara SDM lokal dan SDM asing, kapasitas produksi yang belum optimal, serta tidak adanya armada penangkap ikan sendiri. Hasil evaluasi faktor eksternal perusahaan menunjukkan bahwa PT. Yanagi Histalaraya memiliki sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk tetap eksis di industri perikanan, yaitu armada perikanan nelayan yang semakin meningkat dan berkembang, semakin terbukanya pasar di era globalisasi, konsistensi pemerintah dalam mendorong masuknya investor, perkembangan teknologi yang semakin pesat, usaha perikanan terbukti tahan terhadap krisis ekonomi, kebutuhan akan ikan terus meningkat, produk ikan mampu bersaing di pasar internasional, peluang diversifikasi untuk produk olahan ikan serta pasarnya masih sangat besar, kebijakan pemerintah mendukung produksi dan pemasaran hasil perikanan, mulai stabilnya nilai rupiah terhadap mata uang asing, fasilitas pelabuhan perikanan semakin meningkat, persyaratan mutu yang semakin tinggi. Selain memiliki peluang, perusahaan juga dihadapkan pada ancaman yang dapat menghancurkan bisnisnya. Ancaman tersebut antara lain kondisi politik, hukum dan keamanan yang kurang kondusif, kebijakan pajak dan tarif yang merugikan perusahaan, isu lingkungan yang tidak adil, masuknya perusahaan perikanan baru, illegal fishing masih banyak terjadi, potensi konflik nelayan, penggunaan pengawet pada produk perikanan, meningkatnya tarif dasar listrik, air, dan BBM, tingginya tingkat suku bunga, sistem ijon di kalangan nelayan, serta kondisi alam yang sulit dikendalikan.
Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks IE, maka diperoleh posisi PT. Yanagi Histalaraya berada pada kuadran IV dengan koordinat (3,773 ; 2,988). Posisi tersebut dikendalikan oleh strategi grow and build dengan strategi yang umum dilakukan adalah strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan analisis SWOT, diperoleh berbagai alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan, yaitu strategi penetrasi dan pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi CSR, strategi unggul mutu, strategi unggul biaya, strategi integrasi kebelakang, strategi peningkatan kompetensi SDM, serta strategi pengembangan kelembagaan nelayan. Berdasarkan analisis QSPM diperoleh bahwa strategi penetrasi dan pengembangan pasar merupakan strategi prioritas yang sebaiknya dilaksanakan perusahaan saat ini. Beberapa faktor strategi internal yang dianggap menarik oleh perusahaan dalam memilih strategi ini adalah kualitas produk yang sudah sesuai dengan standar mutu, jaringan pemasaran dan distribusi yang baik, citra perusahaan, pengalaman perusahaan, kebutuhan akan ikan yang terus meningkat, serta masih besarnya peluang diversifikasi untuk produk olahan ikan.
Collections
- MT - Business [4063]
