View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengujian Weekend Effect Pada Abnormal Return Saham Perbankan Di Lq45

      Thumbnail
      View/Open
      full text (10.04Mb)
      Date
      2008
      Author
      Purnamasari, Asry
      Hartoyo, Sri
      Andati, Trias
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Suatu pasar modal dikatakan efisien apabila harga saham saat ini telah mencerminkan semua informasi yang relevan secara cepat dan akurat. Dalam kondisi pasar yang efisien, akan sangat sulit dan hampir tidak mungkin bagi investor untuk memperoleh keuntungan di atas tingkat keuntungan pasar (abnormal return). Namun kenyataannya investor dapat memperoleh abnormal return karena adanya anomali-anomali dan secara teori sangat bertentangan dengan konsep pasar efisien. Salah satu bentuk anomali yang banyak dibicarakan adalah anomali akhir pekan (weekend effect anomaly) dimana hari Senin lebih banyak permintaan penjualan saham daripada permintaan pembelian saham yang dilakukan oleh investor. Sebagian besar investor membuat keputusan untuk berinvestasi pada akhir pekan, sehingga ini berakibat harga saham cenderung naik pada hari Jum'at dan turun pada hari Senin (Levi 1996). Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji adanya perbedaan return harian di pasar modal. Gibbons dan Hess (1981) menunjukkan bukti terdapat perbedaan yang jelas dari segi persentase perubahan yang dijalankan. Studi ini meliputi lebih dari 4000 hari perdagangan dari tahun 1962 hingga tahun 1978. Hasilnya ialah persentase pada hari Senin adalah negatif sedangkan pada hari lain perubahannya adalah positif. Persentase perubahan harga bagi hari Rabu dan Jumat lebih besar dari hari Selasa dan Kamis. Studi ini meliputi lebih dari 4000 hari perdagangan dari tahun 1962 hingga tahun 1978. Hasilnya ialah persentase perubahan pada hari Senin adalah negatif sedangkan pada hari yang lain perubahan adalah positif. Lakonishok dan Levi (1982) menunjukkan bahwa terjadinya tingkat pengembalian negatif dikarenakan adanya penundaan antara perdagangan dan penyelesaian (settlement) transaksi dalam saham dan juga clearing cek. Oleh karena tidak adanya perdagangan dan penyelesaian transaksi pada dua hari di akhir pekan maka investor melakukan tindakan yang dapat memperbaiki kinerjanya. Rogalski (1984) menyatakan bahwa terjadi tingkat pengembalian negatif pada hari Senin dikarenakan tidak adanya perdagangan mulai dari penutupan Jumat sampai dengan pembukaan pada hari Senin (Weekend effect). Osbome (1962) Dimson dan Marsh (1986) dalam Listyani Dyan Endah (2004;3) mengemukakan alasan tingginya aktivitas perdagangan pada hari Senin disebabkan oleh banyaknya waktu yang tersedia untuk mengkaji informasi dalam mempertimbangkan dan dalam pengambilan keputusan finansial pada akhir pekan. Aktivitas perdagangan pada hari Senin lebih banyak diwarnai aksi jual relatif dibandingkan dengan aksi beli, sehingga pada hari Senin tersebut harga saham relatif rendah. Sejumlah penjelasan telah dikembangkan untuk mengungkapkan teka teki adanya return negatif yang persisten pada perdagangan hari Senin. Lakonishok dan Maberly (1990) menemukan bahwa investor institutional melakukan lebih sedikit transaksi pada hari Senin sementara investor individual melakukan lebih banyak transaksi dengan transaksi penjualan yang lebih dominan. Abraham dan Ikenbeey (1994) melakukan penelitian lebih jauh. Mereka menemukan bahwa tekanan jual dari investor individual secara substansial lebih tinggi jika ada informasi yang tidak baik (bad news) pada hari Jumat sebelumnya, sebagai proksi untuk return Jumat yang negatif. Penelitian yang lain oleh Wang, Li dan Erickson (1997) dalam Dwi Cahyaningdyah (2005:176), mengungkapkan bahwa weekend effect terjadi hanya pada hari Senin minggu ke empat dan kelima, sedangkan return hari Senin minggu pertama sampai ketiga secara statistik tidak berbeda dengan nol. Penelitian mereka dilakukan terhadap berbagai indeks return saham (NYSE-AMEX, S&P composite index, Nasdaq) dengan periode penelitian 1962-1993. Sun dan Tong (2002) dalam membuktikan lebih lanjut penelitian Wang, Li dan Erikson dengan menggunakan CRSP value weghted return dan equal weighted return series dan menemukan bahwa return negatif yang terjadi pada hari Senin terkonsentrasi pada minggu keempat setiap bulan antara tanggal 18-26, hal ini berkaitan dengan tuntutan liquiditas investor individu. Mereka menyebut fenomena ini sebagai week four effect. Juga ditemukan bahwa negatif return yang terkonsentrasi antara tanggal 18-26 dapat dijelaskan secara statistik oleh negatif return yang terjadi pada Jumat sebelumnya. Sementara itu, hasil penelitian tentang weekend effect di Indonesia kurang mendukung adanya efek akhir pekan. Ada ketidakonsistenan hasil dimana Tandelilin dan Algifari (1999) menemukan return hari Senin adalah negatif, sedangkan Manurung (2001) dan Setiawati (2001) tidak menemukan bukti yang kuat tentang weekend effect ini. Manurung (2001) dan Setiawati (2001) tidak menemukan bukti yang kuat tentang weekend effect dan penelitian Yuniari (2003) juga menunjukkan pendapatan pasar rata-rata di BEJ adalah terendah untuk hari Senin dan secara signifikan tertinggi pada hari kamis, atau dengan kata lain tidak terdapat weekend effect pada BEJ. Wibowo (2004) menunjukkan eksistensi weekend effect pada return IHSG dan indeks LQ45, di mana rata-rata return negatif terjadi pada hari Senin dan return hari Jumat bernilai positif tertinggi dibandingkan hari perdagangan lainnya. Pada dasarnya karya akhir ini merupakan satu bentuk replikasi yang bertujuan untuk mengetahui apakah fenomena weekend effect ini berlaku di Indonesia. Adapun metode yang digunakan dalam menganalisis adalah model regresi berganda dengan variabel bebasnya adalah return IHSG, return nilai tukar, volume perdagangan, dummy Senin, dummy Selasa, dummy Rabu, dummy Kamis. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan progran E-Views 5.0. Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan model regresi tidak terbukti adanya weekend effect di lima saham perbankan di LQ45. Hal ini dapat dilihat dari hasil regresi perdagangan hari Senin sebesar 0,000846 dengan tingkat signifikasi 0,382550 diatas taraf nyata 10 persen. Untuk tingkat pengembalian perdagangan hari Selasa, Rabu dan Kamis yaitu 0,002380; 0,003485 dan 0,001551. Volume perdagangan memiliki pengaruh nyata terhadap abnormal return dibandingkan dengan variabel-variabel makro lainnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai taraf nyatanya sebesar 1,75E-11 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,088350 dibawah taraf nyata 10 persen. Sedangkan variabel-variabel makro seperti IHSG dan nilai tukar tidak berpengaruh nyata terhadap abnormal return saham. Hal ini dapat dilihat dari probabilitanya yang di atas 10 persen. Bagi investor dengan tidak ditemukannya fenomena weekend effect di lima saham perbankan mengindikasikan bahwa semua tidak ada masalah bagi investor untuk melakukan transaksi khususnya di lima saham perbankan di indeks LQ45 pada semua hari perdagangan. Kinerja kelima saham perbankan tersebut juga baik. Hal ini dapat dilihat dari harga saham yang meningkat setiap periodenya. Bagi pihak emiten dengan tidak ditemukannya fenomena weekend effect di lima sektor perbankan, maka harga saham perbankan tersebut relatif stabil.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162039
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository