Pengaruh Faktor-Faktor Makroekonomi dan Return Ihsg Terhadap Return Saham Sektor Usaha Primer, Analisis Dengan Metode Garch
View/ Open
Date
2008Author
Wijaya, Suseno Wangsit
Siregar, Hermanto
Harianto
Metadata
Show full item recordAbstract
Investasi pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua golongan utama, yaitu investasi dalam bentuk real assets dan investasi dalam bentuk financial assets. Real assets umumnya bersifat tangible (berwujud) seperti mesin, tanah dan bangunan. Financial assets dapat berupa valuta asing, deposito berjangka, saham dan obligasi yang diperdagangkan di pasar uang dan pasar modal
Saham merupakan salah satu alternatif investasi yang menarik dalam pasar modal. Hal ini ditandai dengan perkembangan pasar modal yang pesat, yaitu meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar modal. Pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang kini telah berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) Keuntungan yang akan didapat investor melalui pasar modal adalah sumber dana tambahan yang berasal dari capital gain (perbedaan harga jual dan beli) serta dividen (alokasi keuntungan perusahaan kepada pemegang saham). Sektor usaha primer yang terdiri dari sektor pertanian dan sektor pertambangan menghasilkan return yang tinggi dan indeks yang terus meningkat sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor.
Perubahan pada iklim makro sangat mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan investasi. Perubahan nilai indeks saham di BEI dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi dalam negeri, antara lain inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar dan suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia).
Sebagai bursa efek yang masih berkembang, indeks harga saham BEI mempunyai tingkat volatilitas indeks yang cukup tinggi. Volatilitas sebuah pasar menggambarkan fluktuasi atau perubahan harga pada pasar tersebut, yang sekaligus juga menunjukkan resikonya. Investor yang spekulatif menyukai pasar dengan volatilitas tinggi, karena memungkinkan memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat.
Data deret waktu (time-series) pada analisis keuangan biasanya memiliki ragam pengembalian harga saham yang tidak konstan (heterokedastis). Pada keadaan ini asumsi untuk metode kuadrat terkecil tidak terpenuhi. Sebagai alternatifnya digunakan model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) yang dikembangkan oleh Bollerslev (1986). Model ini merupakan penyempurnaan dari model Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) yang diperkenalkan oleh Engle (1982)
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh return IHSG serta faktor-faktor makroekonomi terhadap volatilitas return saham sektor pertanian dan pertambangan. Penelitian ini menggunakan rentang waktu Januari 2004 hingga Juni 2007. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi berganda dan GARCH.
IPB Unive
Untuk membentuk model diperlukan data dalam bentuk return. Untuk itu data dalam bentuk harga, nominal atau indeks harus diubah terlebih dahulu kedalam bentuk return yang relatif terhadap nilai saham di hari sebelumnya. Data...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
