Analisis Kepuasan Debitur Kredit Pegawai Bank Saudara Kantor Cabang Bogor
View/ Open
Date
2007Author
Rahmina, Farra
Sumarwan, Ujang
Djamaludin, Md
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu bank yang sampai saat ini masih konsisten dan berkomitmen membantu rakyat dalam membantu permodalan pengusaha adalah Bank Saudara. Sebagai bank dengan usaha terfokus, Bank Saudara telah mampu menjadi bank terbaik di kelasnya. Jika dilihat dari hasil rating Infobank terhadap 131 bank di Indonesia per Desember 2004 – 2005 dalam kategori bank dengan kegiatan usaha terbatas (modal di bawah Rp 100 milyar) Bank Saudara mendapatkan poin tertinggi yakni sebesar 98,67 dengan predikat sangat bagus (Infobank, 2006).
Untuk memperluas usahanya, Bank Saudara terus berusaha mengembangkan sayap dengan membuka kantor cabang maupun kantor cabang pembantu di berbagai daerah. Saat ini di kota Bogor telah didirikan kantor cabang Bank Saudara sebagai perwakilan dari Bank Saudara yang berpusat di kota Bandung. Dalam menyalurkan dana pihak ketiga, Bank Saudara Kantor Cabang Bogor mengambil langkah dengan cara menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan-perusahaan di kota Bogor untuk memberikan kredit kepada para pegawainya. Hal ini dilakukan Bank Saudara Kantor Cabang Bogor sebagai suatu strategi dalam memasarkan produknya secara lebih fokus.
Mekanisme penyaluran kredit kepada karyawan dengan pola kerjasama dengan perusahaan menggunakan dua mekanisme pembayaran, yakni mekanisme executing dan mekanisme channeling. Dalam mekanisme executing perusahaan atau koperasi sebagai penerima kredit dari Bank dan menyalurkannya kepada para anggota. Sedangkan pola channeling pihak perusahaan atau koperasi hanya berperan sebagai pemberi rekomendasi dan penerima kuasa pemotongan gaji karyawan.
Bank Saudara Kantor Cabang Bogor yang baru berdiri selama tujuh bulan di Bogor memiliki pertumbuhan kredit yang tinggi. Pertumbuhan kredit Bank Saudara Kantor Cabang Bogor tumbuh mencapai 800%. Hal ini tentu merupakan suatu pertanda positif yang baik bagi perkembangan Bank Saudara Kantor Cabang Bogor di masa yang akan datang. Namun peningkatan jumlah debitur tentu harus dikelola sedemikian rupa agar mereka tidak beralih kepada bank lain. Terlebih lagi mengingat sangat ketatnya persaingan antar bank-bank dalam menghimpun nasabah, bank haruslah terus meningkatkan kualitasnya.
Dengan tingkat persaingan yang ada, nasabah dapat sewaktu-waktu pindah kepada bank lain jika ada tawaran yang lebih menarik. Oleh karena itu Bank Saudara perlu mengetahui bagaimana kepuasan debitur dari produk dan pelayanan yang diberikan oleh Bank Saudara Kantor Cabang Bogor. Lebih khusus lagi, perlu pula digali bagaimana tingkat kepuasan debitur KUPEGnya selama periode yang telah berjalan sehingga Bank Saudara dapat mengantisipasi pindahnya nasabah ke bank lain yang menawarkan hal yang lebih menarik.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepuasan debitur kredit umum untuk pegawai (KUPEG) Bank Saudara Kantor Cabang Bogor dalam proses pemberian kredit, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan debitur dalam proses penyaluran kredit untuk pegawai, dan merumuskan implikasi manajerial untuk meningkatkan kepuasan debitur kredit umum untuk pegawai (KUPEG) Bank Saudara Kantor Cabang Bogor.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengajukan kredit untuk pegawai adalah laki-laki, memiliki latar belakang pendidikan SLTA, berumur 40-49 tahun, dan memiliki tingkat pengeluaran sebesar Rp 2.000.001,00 – Rp 3.000.000,00. Responden pada penelitian ini mengenal Bank Saudara paling banyak selama 4-6 bulan dan mereka mengetahui adanya fasilitas kredit untuk pegawai dari Bank Saudara Kantor Cabang Bogor melalui perusahaan tempat bekerja. Alasan paling banyak responden mengajukan kredit ke Bank Saudara Kantor Cabang Bogor adalah dikarenakan pemberian kredit difasilitasi kantor tempat bekerja.
Dari hasil tabulasi silang antara tingkat karakteristik responden dan kepuasan debitur serta kesediaan merekomendasi dapat disimpulkan bahwa kelompok debitur yang puas sebagian besar adalah pria dengan rentang umur 40-49 tahun dan sudah menikah. Selanjutnya, nasabah yang puas juga berlatar belakang pendidikan SLTA serta memiliki pengeluaran sebesar Rp 2.000.001,00 hingga Rp 3.000.000,00 per bulan.
Pada penelitian ini terdapat tiga dimensi pembentuk kepuasan debitur Bank Saudara Kantor Cabang Bogor yakni dimensi pelayanan, fasilitas fisik dan produk kredit. Dalam pembentukan kepuasan dimensi yang memiliki kontribusi tertinggi adalah produk kredit lalu diikuti oleh fasilitas fisik dan dimensi pelayanan. Pada dimensi produk kredit faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah aspek pola angsuran yang sesuai dengan kemampuan serta persyaratan administrasi yang mudah. Sedangkan pada dimensi fasilitas fisik faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan debitur adalah karyawan Bank Saudara Kantor Cabang Bogor menarik rapih dan sopan. Untuk dimensi pelayanan, aspek atau faktor yang mempengaruhi kepuasan debitur adalah keramahan atau komunikasi karyawan Bank Saudara Kantor Cabang Bogor yang baik
Collections
- MT - Business [4063]
