Perancangan Pengukuran Kinerja Pt Bank Perkreditan Rakyat (Bpr) Parasahabat Dengan Pendekatan Balanced Scorecard
View/ Open
Date
2007Author
Yulianti, Dyah Retno
Said, E Gumbira
Djohar Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Lingkungan bisnis perbankan yang semakin kompetitif dan dinamis
menuntut perusahaan perbankan untuk semakin efektif dan efisien dalam
mengelola sumberdaya yang dimiliki. Untuk berhasil dan tumbuh dalam
persaingan yang ketat, perusahaan harus menggunakan manajemen yang
diturunkan dari strategi dan kapabilitas perusahaan. Perusahaan perbankan harus
bekerja keras untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing dengan
perusahaan perbankan lainnya.
PT. BPR Parasahabat merupakan salah satu perusahaan perbankan yang
melakukan kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran kredit kepada
masyarakat pedesaan dan pinggiran kota yang berpotensi meningkatkan usahanya
serta para pelaku keuangan mikro. Namun perusahaan selama ini belum pernah
melakukan pengukuran kinerja secara keseluruhan. Perusahaan masih terfokus
pada tolok ukur keuangan yang bersifat jangka pendek dan mengabaikan tujuan
jangka panjang seperti kepuasan pelanggan, proses bisnis internal maupun
pembelajaran dan pertumbuhan. Keberhasilan yang dilihat dari kinerja
keuangannya saja tidaklah memberikan gambaran secara utuh mengenai
kemampuan perusahaan dalam bersaing dan terus menghasilkan profit baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang.
Menghadapi kondisi demikian, PT. BPR Parasahabat harus lebih
meningkatkan kinerja manajemennya di setiap bidang dengan memperhatikan
faktor internal dan eksternal yang dimiliki. PT. BPR Parasahabat menggunakan
metode pengukuran balanced scorecard sebagai suatu sistem pengukuran kinerja
manajemen yang mengkaji kinerja dari empat perspektif yaitu perspektif
keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Balanced scorecard menjadikan tahap perencanaan strategik menghasilkan
sasaran strategik dan inisiatif strategik yang komprehensif, sehingga rencana
strategik yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghadapi lingkungan bisnis
yang kompleks.
Bertitik tolak dari uraian tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini
adalah: (1) Bagaimana jabaran komponen-komponen strategik (visi, misi, dan
tujuan strategik) ke dalam sasaran-sasaran strategik pada keempat perspektif
balanced scorecard? (2) Bagaimana strategi PT. BPR Parasahabat untuk
meningkatkan kinerjanya berdasarkan perspektif balanced scorecard? (3) Apakah
yang menjadi tolok ukur kinerja (key performance indicator/KPI), target dan
inisiatif strategik dalam rancangan balanced scorecard PT. BPR Parasahabat? (4)
Bagaimana bobot dari masing- masing perspektif dan key performance indicator
(KPI) dari setiap sasaran strategik? (5) Bagaimana rancangan peta strategi PT.
BPR Parasahabat?.Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan
penelitian ini adalah (1) Menjabarkan komponen-komponen strategik (visi, misi,
dan tujuan strategik) ke dalam sasaran-sasaran strategik pada keempat perspektif
balanced scorecard, (2) Merancang strategi PT. BPR Parasahabat untuk meningkatkan kinerjanya berdasarkan perspektif balanced scorecard, (3)
Menentukan indikator kinerja kunci (key performance indicator/ KPI), target dan
inisiatif strategik dalam rancangan balanced scorecard PT. BPR Parasahabat, (4)
Menentukan bobot dari masing- masing perspektif dan key performance indicator
(KPI) dari setiap sasaran strategik, serta (5) Merancang peta strategi PT. BPR
Parasahabat.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: (1) Bagi PT. BPR Parasahabat
mendapatkan masukan berupa rumusan parameter-parameter kinerja yang
diperlukan dalam mendukung strategi bisnis perusahaan serta memberi arahan
bagi manajemen dan anggota perusahaan dalam menerjemahkan visi, misi, dan
strategi perusahaan ke dalam tindakan-tindakan yang terukur dan terencana
dengan baik dan (2) Bagi penulis sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori
yang diperoleh dalam perkuliahan dan memberi wawasan baru mengenai
perancangan balanced scorecard dalam suatu perusahaan.
Penelitian dilakukan di PT. BPR Parasahabat yang berlokasi di Jl Raya
Puncak 402 RT 001/06, Seuseupan, Ciawi, Bogor. Waktu penelitian adalah pada
bulan Mei sampai Juli 2007. Metode yang digunakan adalah metode penelitian
deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Dalam proses perancangan pengukuran
kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard, analisis kualitatif dilakukan
untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal (SWOT analysis) dan
indikator kinerja kunci (Key Performance Indicator). Analisis kuantitatif
dilakukan dalam penghitungan bobot (scoring criteria) terhadap keempat
perspektif dan indikator kinerja kunci serta penetapan skala penilaian kinerja.
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer
didapatkan dengan diskusi, wawancara dan penyebaran kuesioner dengan pihak
manajemen dan pihak pengawas BPR dari Bank Indonesia. Sementara data
sekunder diperoleh dari studi literatur ataupun dari laporan tahunan PT. BPR
Parasahabat. Pemilihan responden digunakan teknik purposive sampling method,
sedangkan teknik pengolahan dan analisis data menggunakan Metode Balanced
Scorecard, Metode Pembobotan Paired Comparison dan Teknik Rentang Kriteria.
Hasil yang diperoleh dari perancangan pengukuran kinerja dengan
pendekatan Balanced Scorecard PT. BPR Parasahabat adalah sebagai berikut:
1. Diperoleh rancangan pengukuran kinerja yang terdiri dari komponenkomponen
berikut:
a. Visi, Misi dan Tujuan Strategik PT. BPR Parasahabat yang dijabarkan ke
dalam empat perspektif Balanced Scorecard
b. Strategi yang ditetapkan berdasarkan faktor eksternal dan internal yang
dimiliki dan dengan menggunakan metode SWOT
c. Sasaran Strategik, Key Performance Indicator/KPI, Target dan Inisiatif
Strategik yang diperoleh berdasarkan diskusi dengan pihak manajemen
untuk mencapai tujuan PT. BPR Parasahabat
d. Peta strategi (Strategy Map) perusahaan, yang disusun untuk memperjelas
keterkaitan antara sasaran strategik PT. BPR Parasahabat yang telah
ditetapkan.
2. Diperoleh bobot untuk setiap perspektif dan key performance indicator/KPI
dengan cara membandingkan peran antar komponen dengan menggunakan
metode Paired Comparison. Pembandingan dibuat untuk menentukan
seberapa kuat suatu komponen menunjang, mendominasi, mempengaruhi, atau memenuhi suatu kriteria dibanding komponen yang lain. Dari penelitian ini
didapatkan hasil KPI dan bobotnya yaitu net profit before tax dengan bobot
18,02% dan tingkat NPL dengan bobot 14,01% sehingga pada perspektif
keuangan bobotnya adalah 32,03%. Kesetiaan pelanggan memiliki bobot
11,96%, kepuasan pelanggan memiliki bobot 10,31% dan akuisisi pelanggan
dengan bobot sebesar 7,42% sehingga perspektif pelanggan berkontribusi
sebesar 29,69%. Kecepatan pencairan kredit dengan bobot sebesar 12,30%,
produktivitas karyawan memiliki bobot sebesar 9,57% sehingga secara
keseluruhan perspektif proses bisnis internal berkontribusi sebesar 21,87%.
Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang menjadi KPI adalah
indeks kaderisasi dengan bobot 8,72% dan indeks kepuasan karyawan dengan
bobot 7,69% sehingga bobot keseluruhan perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran adalah 16,41%. Dengan demikian dari hasil pembobotan
terhadap keempat perspektif Balanced Scorecard, manajemen memilih
perspektif keuangan sebagai perspektif yang paling penting, kemudian diikuti
oleh perspektif pelanggan, proses bisnis internal, dan yang terakhir adalah
perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
3. Diperoleh lima golongan kriteria keberhasilan Key Performance Indicator
dengan menggunakan rumus rentang skala yaitu sebagai berikut: nilai indeks
kurang dari 40% termasuk golongan capaian tidak baik dan ditunjukkan
dengan warna merah. Nilai indeks 40%-60% tergolong kurang baik dengan
warna kuning. Warna abu-abu menunjukkan nilai indeks di atas 60% sampai
80% dengan golongan capaian cukup baik, sedangkan warna biru
menunjukkan golongan capaian baik dengan nilai indeks di atas 80% sampai
100%. Nilai indeks di atas 100% menunjukkan golongan capaian sangat baik
dengan warna hijau. Penggolongan keberhasilan KPI di atas akan
mempermudah PT. BPR Parasahabat dalam mengetahui hasil dari pengukuran
kinerja strategiknya secara deskriptif. Penetapan warna untuk masing-masing
ukuran hasil dimaksudkan untuk memudahkan pihak manajemen
mengidentifikasi kinerja dari setiap KPI dan mengevaluasi pencapaian target.
Dari hasil penghitungan diperoleh total indeks kinerja PT. BPR Parasahabat
adalah 88,36% atau golongan capaian baik.
Hal-hal yang disarankan dari penelitian ini terhadap PT. BPR Parasahabat
adalah: (a) Dalam mencapai visi perusahaan, PT. BPR Parasahabat sebaiknya
segera menerapkan rancangan pengukuran kinerja berdasar metode Balanced
Scorecard yang telah disusun agar kemampuan dan peningkatan kinerja dari
berbagai perspektif dapat diketahui dan diukur, (b) Untuk membangun Balanced
Scorecard yang berhasil diperlukan dukungan yang kuat dari pihak manajemen
dan konsensus dari seluruh karyawan. Untuk itu pihak manajemen PT. BPR
Parasahabat perlu mensosialisasikan kegunaan dan penggunaan Balanced
Scorecard kepada semua karyawan agar para karyawan menyadari bahwa
penerapan Balanced Scorecard baik bagi kinerja perusahaan dan kinerja masingmasing
karyawan.
Collections
- MT - Business [4063]
