Analisis Kepuasan Pelanggan Pabric Cambric Abc
View/ Open
Date
2007Author
Nugraha, Yogi
Gumbira-Sa'Id, E.
Fahmi, Idqan
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan industri yang sudah cukup
lama berkembang di Indonesia. Industri tersebut mulai berkembang dengan pesat
pada awal tahun 1970 setelah pemberlakukan Undang-Undang Penanaman Modal
Asing (PMA) pada tahun 1967 dan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam
Negeri (PMDN) pada tahun 1968. Industri TPT cukup berperan dalam perekonomian
Indonesia. Pada tahun 2003 industri tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak
1.182.871 jiwa dan memberikan sumbangan devisa sebesar US$ 5.36 miliar. Selain
itu, prospek pasar industri TPT dalam negeri cukup besar. Hal ini dikarenakan
peluang pasar TPT dalam negeri mencapai US$ 18 miliar per tahun dan industri TPT
dalam negeri hanya mampu mengisi US$ 4 miliar atau 22% dari total pangsa pasar.
Namun industri TPT dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar
domestik dikarenakan teknologi dan mesin yang digunakan sudah cukup tua, yaitu
sekitar 20 tahun. Kondisi pasar yang masih potensial di atas menjadi rangsangan bagi
pengusaha asing dari RRC, India, dan Vietnam untuk memasukkan produknya dalam
pasar domestik Indonesia. Masuknya produk dari luar negeri membuat persaingan
menjadi semakin ketat.
Perusahaan Pabric Cambric (PC) ABC merupakan perusahaan yang sudah
cukup lama bergerak di sektor tekstil. Perusahaan di atas berdiri pada tahun 1960.
PC.ABC menghasilkan produk kain weaving dan pemutihan. Persaingan yang ketat
akhir-akhir ini membuat pelanggan PC.ABC mulai menurun. Menurut data
perusahaan, pada tahun 2003 jumlah pelanggan dari PC. ABC adalah 35, sedangkan
pada tahun 2005 menjadi 29. Salah satu cara untuk mencegah menurunnya jumlah
pelanggan di atas adalah dengan meningkatkan kepuasan pelanggan, karena terdapat
hubungan positif antara kepuasan dengan loyalitas. Dengan mengetahui tingkat
kepuasan pelanggan maka perusahaan mampu menentukan prioritas perbaikan
kualitas produk dan pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dan perusahaan dapat
menggalang komitmen dari semua lapisan karyawan untuk terlibat dalam proses
peningkatan kepuasan pelanggan. Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas dapat
disusun perumusan masalah yang melandasi penelitian ini. Perumusan masalah
tersebut adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana tingkat kepentingan dan kinerja dari
atribut-atribut kepuasan pelanggan PC.ABC. (2) Bagaimana tingkat kepuasan
pelanggan PC.ABC terhadap atribut-atribut kepuasan. (3) Bagaimana pengaruh
atribut-atribut kepuasan terhadap kepuasan pelanggan PC.ABC. (4) Bagaimana
strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan PC.ABC.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam perumusan masalah di atas
maka dilakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan di PC.ABC bertujuan: (1)
Menganalisa tingkat kepentingan dan kinerja dari atribut kepuasan pelanggan
PC.ABC. (2) Menganalisa tingkat kepuasan pelanggan PC.ABC terhadap atribut
kepuasan. (3) Menganalisa pengaruh atribut kepuasan terhadap kepuasan pelanggan
PC.ABC. (4) Merumuskan strategi peningkat kepuasan pelanggan PC.ABC.
Penelitian dilakukan di PC.ABC pada bulan September hingga Oktober 2006.
Penelitian dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dari hasil kuesioner yang diberikan kepada pelanggan. Sedangkan data
sekunder diperoleh dari PC.ABC berupa visi dan misi, struktur organisasi, data
pelanggan. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 20 pelanggan.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan Importance-Performance Analysis
(IPA), analisis kesenjangan dan Structural Equation Modelling (SEM). IPA
digunakan sebagai pedoman untuk membangun penerapan prioritas kegiatan
perusahaan untuk memperkecil ketidaksesuaian antara nilai kepentingan dengan
kinerja. Analisis kesenjangan digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan
pelanggan. Sedangkan analisis SEM digunakan untuk mempelajari pengaruh dari
dimensi SERVQUAL yaitu aspek fisik, cepat tanggap, kehandalan, empati, jaminan
beserta atribut-atributnya terhadap kepuasan. Pengolahan data SEM dilakukan dengan
menggunakan software Lisrel 8.54.
Atribut yang dianalisa terdiri dari 19 peubah indikator yang dikelompokkan ke
dalam lima peubah laten eksogen (dimensi SERVQUAL), yakni aspek fisik
(tangibles), empati (empathy), jaminan (assurance), kehandalan (reliability), dan
cepat tanggap (responsiveness). Peubah laten eksogen aspek fisik terdiri dari tiga
peubah indikator yaitu: ketersediaan lembaran administrasi pengiriman produk
(packing list) (X1), mempunyai fasilitas penelitian dan pengembangan (X2), dan
mempunyai kapasitas produksi yang besar (X3). Peubah laten eksogen empati terdiri
dari enam peubah indikator yaitu: memberikan perpanjangan waktu pembayaran (X4),
memberikan harga jual yang kompetitif (X5), memberikan volume discount (X6),
memberikan pelayanan pengiriman (X7), memberikan potongan harga (X8), dan
memberikan garansi (X9). Peubah laten eksogen jaminan terdiri dari dua peubah
indikator yaitu: mempunyai pegawai penjualan yang berpengetahuan (X10), dan
mempunyai kemampuan manajemen yang tinggi (X11). Peubah laten eksogen
kehandalan terdiri dari enam peubah indikator yaitu: dapat menangani barang reject
dengan cepat dan efisien (X12), memiliki kualitas produk yang handal (X13), dapat
mengelola stok secara up-to-date (X14), memenuhi janji (X15), handal dalam
pengiriman (X16), dan produk yang diterima sesuai dengan kualitas spesifikasi (X17).
Peubah laten eksogen cepat tanggap terdiri dari dua peubah indikator yaitu: cepat
tanggap dalam menangani keluhan (X18), dan cepat tanggap dalam menyediakan
informasi yang dibutuhkan (X19).
Berdasarkan hasil Importance-Performance Analysis (IPA) menunjukkan
bahwa seluruh atribut tersebar dalam empat kuadran yaitu kuadran A, B, C, D,
dengan sebagian besar atribut terletak pada kuadran B dan D. Jika dilihat dari dimensi
SERVQUAL, dimensi empati menempati kuadran A, dimensi kehandalan dan cepat
tanggap menempati kuadran B, sedangkan dimensi aspek fisik dan jaminan
menempati kuadran D.
Berdasarkan hasil analisis kesenjangan yang telah diuji dengan analisis Mann-
Whitney menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan pada atribut memberikan
garansi, mempunyai pegawai penjualan yang berpengetahuan, mempunyai
kemampuan manajemen yang tinggi dan dapat mengelola stok secara up to date. Hal
ini berarti menunjukkan bahwa harapan pelanggan terhadap keempat atribut tersebut
dapat dipenuhi oleh perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis SEM menunjukkan standar-standar yang sesuai
dengan aturan kecocokan model, sehingga tidak diperlukan lagi berbagai modifikasi.
Dalam evaluasi kriteria goodness of fit, tedapat beberapa indeks kesesuaian dan cut of
value yang digunakan untuk menguji kecocokan model dengan data yang disajikan.
Indeks-indeks yang digunakan antara lain : Degree of Freedom (DF), Chi Square
(λ2), P- value dan Root Mean of Square Error of Approximation (RMSEA).
Berdasarkan uji kecocokan model mengindikasikan bahwa terdapat kecocokan yang
baik antara model dan data-data di lapangan. Nilai Chi Square (λ2) yang relatif kecil
terhadap Degre of Freedom (DF) menunjukkan berarti ada hubungan kausalitas
teoritis melalui uji data empiris. Selain itu, Nilai RMSEA = 0.000 dan P-value
= 0.9999 menunjukkan model telah fit sesuai dengan data empiris yang diperoleh dan
hasil yang didapat signifikan atau berpengaruh nyata dengan taraf nyata 5 %.
Menurut analisis SEM dimensi kehandalan dan aspek fisik berpengaruh secara
signifikan terhadap kepuasan, namun hasil analisis SEM tidak dimasukkan sebagai
pertimbangan dalam implikasi manajerial, karena hasil analisis tersebut tidak sejalan
dengan hasil IPA serta jumlah responden yang dipergunakan kurang dari batas
ketentuan sehingga memiliki nilai signifikansi yang kurang reliable. Pengaruh
dimensi dan atribut terhadap kepuasan dapat juga diperoleh secara kualitatif
berdasarkan bobot kepentingan dimensi dan tingkat kepentingan atribut. Hasil
analisis tersebut menunjukkan dimensi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan
adalah dimensi kehandalan dan cepat tanggap, sedangkan atribut yang memberikan
pengaruh terbesar adalah produk yang diterima sesuai dengan kualitas spesifikasi dan
cepat tanggap dalam menangani keluhan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya diperoleh
beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Tingkat kepentingan dan kinerja atribut
kepuasan pelanggan PC.ABC digambarkan dengan posisi atribut hasil IPA. Dari hasil
tersebut dapat diketahui bahwa aribut yang menempati posisi A adalah perusahaan
memberikan perpanjangan waktu pembayaran, perusahaan memberikan harga jual
yang kompetitif, memberikan volume discount, memberikan pelayanan pengiriman.
Atribut yang menempati posisi B adalah perusahaan menyediakan lembaran
administrasi, perusahaan dapat menangani barang reject dengan cepat dan efisien,
memiliki kualitas produk yang handal, memenuhi janji, produk yang diterima sesuai
dengan kualitas spesifikasi cepat tanggap dalam menangani keluhan dan perusahaan
cepat tanggap dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan. Atribut yang
menempati posisi C adalah perusahaan mempunyai kapasitas produksi yang besar,
perusahaan memberikan potongan harga, dan perusahaan handal dalam pengiriman,
sedangkan atribut yang menempati posisi D adalah perusahaan memiliki fasilitas
penelitian dan pengembangan, memberikan garansi, dapat mengelola stok secara up
to date, mempunyai pegawai penjualan yang berpengetahuan dan perusahaan
mempunyai kemampuan manajemen yang tinggi. (2) Berdasarkan hasil analisis
kesenjangan, hampir semua atribut kepuasan pelanggan memiliki kesenjangan. Hal
ini berarti kinerja perusahaan belum mampu memenuhi harapan pelanggan. Namun
secara umum kinerja perusahaan cukup baik. Berdasarkan hasil perhitungan Mann-
Whitney hanya terdapat empat atribut yang tidak memiliki perbedaan persepsi antara
nilai harapan dengan nilai kenyataan yaitu atribut perusahaan memberikan garansi,
perusahaan mempunyai pegawai penjualan yang berpengetahuan, perusahaan
mempunyai kemampuan manajemen yang tinggi dan perusahaan dapat mengelola stok secara up to date. Hal ini berarti kinerja perusahaan pada atribut tersebut telah
memenuhi harapan pelanggan. (3) Pengaruh atribut terhadap kepuasan dapat
diketahui melalui analisis SEM maupun secara kualitatif. Berdasarkan analisis SEM
hanya dimensi kehandalan dan aspek fisik yang mempunyai pengaruh signifikan
dalam taraf nyata 5% terhadap kepuasan. Namun hasil analisis tersebut yang tidak
sejalan dengan hasil IPA serta memiliki nilai signifikansi yang kurang reliable.
Menurut hasil kualitatif berdasarkan bobot kepentingan, dimensi SERVQUAL yang
memberikan pengaruh terbesar dalam kepuasan adalah dimensi kehandalan dan cepat
tanggap, yang diikuti dengan dimensi aspek fisik, dimensi jaminan dan empati.
Sedangkan atribut yang memberikan pengaruh terbesar kepada kepuasan berdasarkan
tingkat keperntingan adalah atribut produk yang diterima sesuai dengan kualitas
spesifikasi dan cepat tanggap dalam menangani keluhan. (4) Strategi untuk
meningkatkan kepuasan pelanggan adalah pertama, meningkatkan kinerja atribut
yang memiliki tingkat kepentingan di atas rata-rata tingkat kepentingan seluruh
atribut, namun memiliki tingkat kinerja lebih rendah dari rata-rata kepentingan
seluruh atribut. Kedua, mempertahankan atribut kinerja atribut yang memiliki tingkat
kepentingan dan kinerja di atas rata-rata seluruh atribut. Ketiga, sebaiknya tidak
terlalu fokus terhadap atribut yang memiliki tingkat kepentingan di bawah rata-rata
dengan memiliki tingkat kinerja di bawah atau di atas rata-rata seluruh atribut.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian terdapat beberapa saran yang
dapat diajukan antara lain: (1) Prioritas implikasi manajerial yang sebaiknya
dilakukan perusahaan adalah dengan melakukan pelatihan khususnya kepada pegawai
bagian produksi, perawatan mesin, penelitian dan administrasi. Kemudian diikuti
dengan melakukan diskusi dengan pihak pelanggan terutama masalah pemilihan alat
transportasi dan batas jadwal pengiriman barang, mempertimbangkan kembali batas
ketentuan untuk mendapatkan perpanjangan pembayaran, volume discount, potongan
harga, serta segera memperbaiki mesin AJL yang rusak. (2) Besarnya nilai pengaruh
dimensi SERVQUAL beserta atribut penyusunnya dalam penelitian ini belum dapat
dipastikan dengan tepat, dalam penelitian ini hanya diketahui pengaruh dimensi
SERVQUAL beserta atribut penyusunnya terhadap kepuasan secara kualitatif. Oleh
sebab itu untuk penelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan alat analisis lain yang
dapat mengetahui nilai pengaruh dimensi SERVQUAL beserta atribut penyusunnya
terhadap kepuasan dengan tepat.
Collections
- MT - Business [4063]
