Peningkatan Keragaman Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Genotipe SOB melalui Induksi Mutasi Iradiasi Sinar Gamma
Abstract
Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) mengandung protein 21,42–24,00% sehingga potensial sebagai substitusi kedelai. Kacang koro pedang umumnya memiliki umur berbunga yang dalam dan periode panen panjang sehingga perbaikan ideotipe tanaman diarahkan pada karakter tersebut dan produksi tinggi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memperoleh genotipe dengan ideotipe sesuai target adalah induksi mutasi fisik dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan morfologi yang terjadi pada generasi M1 kacang koro pedang genotipe SOB hasil iradiasi sinar gamma. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga November 2024 di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Bogor, Jawa Barat. Bahan genetik yang digunakan adalah kacang koro pedang genotipe SOB yang telah diiradiasi sinar gamma dengan dosis 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000 Gy, serta dosis 0 Gy sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi serta komponen hasil. Perlakuan iradiasi sinar gamma menghasilkan pengaruh yang berbeda terhadap karakter kuantitatif dan kualitatif tanaman kacang koro pedang. Perlakuan iradiasi sinar gamma cenderung menurunkan nilai rataan karakter kuantitatif (pertumbuhan dan komponen hasil), namun mampu mempercepat umur berbunga dan umur panen. Perlakuan iradiasi sinar gamma menghasilkan perubahan karakter kualitatif morfologi warna bunga populasi dosis 400 Gy, yaitu terdapat warna strong purple pada standard petal. Jack bean (Canavalia ensiformis) contains 21.42–24.00% protein and potential substitute for soybeans. Jack bean generally has a deep flowering age and long harvest period, so improvement ideotype is at these characters and high production. One approach that can be taken to obtain genotypes with targeted ideotypes is physical mutation induction by gamma ray irradiation. This study aims to identify morphological changes that occur in the M1 generation of SOB genotype jack bean resulting from gamma ray irradiation. The study was conducted from April to November 2024 at the Leuwikopo Experimental Garden of IPB, Bogor, West Java. The genetic material had been irradiated with gamma rays at doses of 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, and 1000 Gy, and 0 Gy as a control. Observations base on morphological characters and yield components. Treatment produced different effects on the quantitative and qualitative characters of jack bean. Treatment tended to decrease the average value of quantitative characters (growth and yield components), but was able to accelerate flowering age and harvest age. Treatment resulted change the qualitative character of the morphology flower color of the 400 Gy dose population, namely there was a strong purple color on the standard petal.
