Performa Karkas dan Non Karkas Puyuh Jantan Umur 12 Minggu yang Diberi Ekstrak Daun Bandotan
Abstract
Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditas unggas
yang semakin populer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan puyuh jantan umur
12 minggu diberikan ekstrak daun bandotan (Ageratum Conyzoides L) sebagai
antioksidan. Sebanyak 80 ekor puyuh jantan diamati mulai umur 6 minggu sampai
dengan 12 minggu. Ekstrak daun bandotan diberikan melalui air minum dengan tiga
taraf dosis yaitu 1,5%, 3%, dan 4,5% sebanyak 50 mL ekor-1 hari-1
. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis uji banding
berganda Tukey. Peubah yang diamati pada penelitian ini meliputi bobot potong,
persentase karkas, persentase komponen karkas, persentase edible dan non edible,
persentase non karkas, persentase komponen non karkasHasil penelitian
menunjukkan pemberian ekstrak daun bandotan tidak berpengaruh nyata terhadap
bobot potong, persentase sayap, persentase bobot edible dan non edible, serta
persentase non karkas akan tetapi persentase karkas dan potongan komersial (dada,
paha, punggung) menunjukan perbedaan yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa
penambahan ekstrak bandotan pada air minum puyuh dapat meningkatkan
persentase karkas Quail (Coturnix coturnix japonica) is one of the more popular poultry
commodities in Indonesia. This study used male quails aged 12 weeks given
bandotan leaf extract (Ageratum Conyzoides L) as an antioxidant. A total of 80 male
quails were observed from 6 weeks to 12 weeks of age. Bandotan leaf extract was
given through drinking water with three dose levels: 1.5%, 3%, and 4.5% at 50 mL
tail-1
day-1
. This study used a completely randomized design (CRD) with Tukey's
multiple comparison test analysis. The variables observed in this study included
slaughter weight, carcass percentage, carcass component percentage, edible and
non edible percentage, non carcass percentage, non carcass component percentage.
The results showed that the addition of bandotan leaf extract did not significantly
affect the slaughter weight, wing percentage, edible and non edible weight
percentage, and non carcass percentage but the carcass percentage and commercial
cuts (breast, thigh, back) showed significant differences. This indicates that the
addition of bandotan extract to quail drinking water can increase the carcass
percentage
