Strategi Pengembangan Bisnis Produk Sayur dan Buah Segar Pada Botani Fresh Mart
Date
2024Author
Kamilia, Ghina
Indrawan, Raden Dikky
Zulbainarni, Nimmi
Metadata
Show full item recordAbstract
Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat untuk sektor pertanian, termasuk subsektor hortikultura, menunjukkan nilai positif pada tahun 2021 dan 2022, sementara beberapa sektor lainnya menunjukkan pertumbuhan negatif. Namun, tren ini tidak sejalan dengan kondisi yang diamati di Botani Fresh Mart, yaitu penurunan penjualan ketika kondisi sektor tersebut meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemasok sayur dan buah segar dan mengusulkan rekomendasi strategi bisnis yang sesuai berdasarkan analisis ini.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara serta pengisian kuesioner oleh responden dan data sekunder diperoleh melalui website resmi, dokumen, jurnal, buku, serta sumber lainnya. Responden dalam penelitian ini terbagi menjadi responden internal dan eksternal perusahaan.
Kondisi eksternal dan internal perusahaan terkait peluang, ancaman, kekuatan, serta kelemahan diidentifikasi dengan analisis PESTEL, Porter’s five forces, analisis Structure-Conduct-Performance (SCP), dan analisis deskriptif petani mitra untuk faktor eksternal serta Value Chain Analysis (VCA) dan Value, Rare, Imitability, Organization (VRIO) untuk faktor internal. Proses ini merupakan tahap input dalam formulasi strategi dan dianalisis menggunakan alat External Factor Evaluation (EFE) Matrix dan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix. Pada tahap pencocokan untuk menghasilkan alternatif strategi digunakan alat analisis SWOT. Pada tahap keputusan, pemilihan alternatif strategi berdasarkan prioritas untuk perusahaan dilakukan menggunakan alat analisis A’WOT, yaitu gabungan antara SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP).
Hasil penelitian ini yaitu faktor internal yang memiliki pengaruh kuat sebagai kekuatan adalah pencantuman label dan keterbatasan dalam merencanakan kuota pengiriman sebagai kelemahan. Faktor peluang eksternal yang paling vital adalah (1) dukungan pemerintah dalam membuka akses pasar bagi petani, (2) peningkatan konsumsi sayur di Indonesia, (3) regulasi praktik hortikultura yang baik, dan (4) jumlah petani sebagai pemasok potensial. Faktor ancaman eksternal yang paling vital adalah alih fungsi lahan pertanian. Perumusan strategi alternatif menghasilkan 13 strategi dengan strategi prioritas adalah meningkatkan jumlah petani mitra untuk memastikan pasokan produk.
Collections
- MT - Business [4062]
