. Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Perencaan Pengawasan Berbasis Risiko (SIPPISKO) pada Kementerian Kesehatan RI
Abstract
Kementerian Kesehatan memegang peran penting dalam mengelola kesehatan di Indonesia, dengan tanggung jawab besar untuk merumuskan kebijakan, mengelola anggaran, dan mengawasi satuan kerja di seluruh negeri. Namun, tantangan muncul ketika jumlah auditor di Inspektorat Jenderal tidak sebanding dengan anggaran dan jumlah satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan yang harus diawasi.
Kementerian Kesehatan memperkenalkan Sistem Informasi Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko (SIPPISKO). Sistem ini bertujuan membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko di satuan kerja, sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 tahun 2019 tentang Manajemen Risiko Terintegrasi. Diharapkan, SIPPISKO dapat memberikan gambaran risiko yang lebih akurat dan mendukung Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT). Meskipun SIPPISKO diperkenalkan untuk meningkatkan pengelolaan risiko, hingga kini belum ada evaluasi resmi mengenai efektivitasnya. Data menunjukkan penggunaan SIPPISKO masih belum optimal, dengan banyak satuan kerja yang belum memaksimalkan pengisian data.
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Sistem Informasi Perencanaan dan Pemantauan Berbasis Risiko (SIPPISKO) yang digunakan oleh semua unit di lingkungan Kementerian Kesehatan dan dimiliki oleh Inspektorat Jenderal. Studi ini menerapkan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone dan McLean serta menggunakan analisis PLS-SEM untuk mengevaluasi data. Model ini menilai efektivitas sistem informasi melalui enam dimensi utama: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada auditor dan unit-unit di Kementerian Kesehatan yang menggunakan SIPPISKO. Analisis PLS-SEM digunakan untuk mengidentifikasi dan memeriksa hubungan antar variabel dalam model secara rinci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan, namun memiliki dampak signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna. Kualitas layanan juga berpengaruh signifikan terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna. Lebih lanjut, penggunaan tidak berdampak signifikan pada kepuasan pengguna, tetapi kepuasan pengguna dan penggunaan sistem memiliki dampak signifikan terhadap manfaat bersih yang dirasakan. Temuan ini menyarankan bahwa peningkatan kualitas sistem dan layanan SIPPISKO dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan efektivitas sistem. Kesimpulan ini memberikan panduan strategis bagi Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan sistem informasi, sehingga mencapai manajemen risiko dan pengawasan yang lebih efektif. The Ministry of Health plays a crucial role in managing healthcare in Indonesia, with significant responsibility for formulating policies, managing budgets, and overseeing work units nationwide. However, challenges arise when the number of auditors in the Inspectorate General differs from the budget and the number of work units within the Ministry of Health that must be supervised. In response, the Ministry of Health introduced the Risk-Based Planning and Monitoring Information System (SIPPISKO). This system aims to assist in identifying and managing risks within work units, in line with Minister of Health Regulation Number 25 of 2019 on Integrated Risk Management. It is expected that SIPPISKO will provide a more accurate risk profile and support the Annual Supervision Work Program (PKPT). Despite introducing SIPPISKO to enhance risk management, a formal evaluation of its effectiveness has been conducted so far. Data shows that using SIPPISKO is still not optimal, with many work units needing to utilize the system for data entry.
This research evaluates the effectiveness of the Risk-Based Planning and Monitoring Information System (SIPPISKO) used by all units within the Ministry of Health and owned by the Inspectorate General. The study applies the DeLone and McLean Information Systems Success Model and uses PLS-SEM analysis to evaluate the data. This model assesses the effectiveness of the information system through six main dimensions: system quality, information quality, service quality, use, user satisfaction, and net benefits. Data were collected through questionnaires distributed to auditors and units within the Ministry of Health that use SIPPISKO. PLS-SEM analysis was used to identify and examine the relationships between variables in the model in detail.
The results indicate that system quality does not significantly affect use but significantly impacts user satisfaction. Information quality significantly affects both use and user satisfaction. Service quality also significantly affects use and user satisfaction. Furthermore, use does not significantly impact user satisfaction, but user satisfaction and system use significantly impact perceived net benefits. These findings suggest that improving the quality of SIPPISKO’s system and services could enhance user satisfaction and effectiveness. These conclusions provide strategic guidance for the Ministry of Health to enhance information systems, thereby achieving more effective risk management and oversight.
Collections
- MT - Business [4063]
