View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Reaksi Investor Pasar Modal Terhadap Kebijakan Deviden Pada Perusahaan Terbuka Di Bursa Efek Jakarta

      Thumbnail
      View/Open
      full text (29.21Mb)
      Date
      2006
      Author
      Riswanto
      Hartoyo, Sri
      Sasongko, Hendro
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Investor dalam melakukan kegiatan investasi hal yang pertama kali diperhitungkan adalah tingkat pengembaliannya (return), jika menanamkan investasinya dalam bentuk saham maka yang akan dihitung adalah berapa capital gain atau berapa deviden yang akan diterima. Kebijakan deviden bagi perusahaan merupakan suatu teka-teki (puzzle), apakah perlu perusahaan melakukan strategi kebijakan deviden dan untuk apa kebijakan tersebut dilakukan Menurut Modigliani dan Miller (1964), kebijakan pembagian deviden tidak perlu dilakukan karena tidak akan mempengaruhi kemakmuran dari pemegang saham, kondisi tersebut didasari oleh asumai bahwa pasar dalam persaingan sempurna, tidak ada asimetri informasi dan manejemen bertindak sepenuhnya untuk kemakmuran pemegang saham. Namun asumsi-asumsi tersebut sangat sulit terjadi dalam kondisi nyata dan hal ini dibantah dalam Teori Keagenan. Perumusan masalah dalam penelitian kali ini adalah: 1) Kapan dan bagaimana reaksi investor terhadap kebijakan deviden perusahaan? 2) Bagaimana reaksi investor terhadap penurunan (kenaikan) deviden tunai atau interim dan perubahan dari deviden tunai ke deviden saham dan sebaliknya? 3) Apakalı kebijakan deviden dapat digunakan sebagai sinyal membeli saham emiten yang mengumumkan pembagian deviden dan berapa lama agar pengembalian maksimum. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis waktu kapan investor mulai bereaksi terhadap kebijakan deviden dan apakah informasi tersebut dianggap sinyal positif atau negatif terhadap kondisi emiten, 2) Menganalisis kebijakan deviden yang dapat dilakukan oleh manajemen tanpa mempengaruhi reaksi investor, 3) Menganalisis kebijakan pembagian deviden agar menghasilkan tingkat pengembalian alnormal positif dan menentukan kapan waktu jual dan kapan waktu beli agar mendapatkan tingkat pengembalian maksimum. Terdapat tiga teori yang berhubungan dengan kebijakan deviden pertama, Residual Theory yang menyatakan hahwa keputusan pemberian deviden dilihat dari jumlah dana yang tersisa. Kedua, Indifference Theory, pemegang saham lebih tertarik jumlah laha yang dihasilkan oleh perusahaan bukan kepada jumlah deviden yang diberikan oleh perusahaan. Ketiga, Birda in Hand Theory, jumlah deviden yang diterima oleh pemegang saham jauh lebih berguna dibandingkan dengan capital gain yang belum pasti diterima. Perlu perusahaan membagikan deviden sesuai dengan teori keagenan (Agency Theory) yang menyatakan terdapat konflik antara pengelola perusahaan (manajemen) dengan pengendali perusahaan (pemegang saham) sehingga perlu dilakukan pembayaran deviden untuk mengurangi biaya keagenan (agency cout). Demikian pula dengan teori sinyal informasi (Packing Order Theory) yang menyatakan terdapat asimetri informasi antara manjemen dengan pemegang saham sehingga pembagian deviden dapat memberikan sinyal baik positif maupun negatif terhadap investor. Teknik yang digunakan untuk menganalisa tingkat pengembalian yang abnormal (abnormal retura) adalah menggunakan Capital Assets Pricing Model ( CAPA) satu faktor dimana retow yang diharapkan dari semua adalah mempunyai hubungan yang linier terhadap beta pasarnya dan tidak ada lagi variable penjelas selain beta. Dengan menggunakan model Jensen Alpha bila semus tingkat pengembalian aktiva i dapat dijelaskan oleh beta maka aktiva tersebut hanya mendapatkan tingkat pengembalian normal. Jika stau Jensen Alpha bernilai positif (negatif) dan signifikan maka aktiva i mendapatkan tingkat pengembalian abnormal positif (negatif). Hasil pengujian menunjukkan berdasarkan hasil pangujian keseluruhan terhadap tiga jendela waktu pengamatan yaitu pada saat Rapai Umum Pemegang Saham (RUPS), Pengumuman pembagian deviden yang disampaikan ke khalayak umum baik melalui papan pengumuman yang ada di BEJ maupun yang dipublikasikan di harian umum yang bersifat nasional pada saat pengumum tanggal hatas akhir Cum-Deviden dengan menggunakan tentang waktu 7 hari sebelum tanggal peristiwa dan 7 hari setelah tanggal peristiwa. Pada periode RUPS, dapat diperoleh hasil bahwa investor mulai bereaksi pada hari - sampai dengan hari 6 setelah tanggal poristiwa dengan imbal hasil abnormal total 0,600 1% yang ditunjukkan oleh besaran u yang positif signifikan pada tingkat keyakinan 5 % dan 10%. Informasi akan dilakukan RUPS untuk membagikan deviden oleh emiten tersebut ternyata ditanggapi secara positif oleh investor dan ini mengandung arti bahwa mereka penaya terhadap kinerja entiten tersebut di masa yang akan datang. Imisal basil abnormal yang digambarkan sebagai a mulai hari 6 sebelum tanggal peristiwa tersebut menunjukkan investor telah memperoleh informasi secara pribadi akan ada corporate action dari emiten yang membagikan deviden. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar dalam keadaan yang tidak efisien karena adanya penyebaran informasi yang tidak merata Pada periode waktu Pengumuman Pembagian Deviden, imbel hasil abnormal mulai ada pada hari 6 sebelum tanggal peristiwa dengan imbal hasil abnormal sebesar 0,174 % yang ditunjukkan oleh besarana yang positif signifikan pada tingkat keyakinan 5%. Imbal basil abnormal negatif menggambarkan halwa pada periode ini investor bereaksi secara negatif terhadap rencana pengumuman pembagian deviden, mereka tidak percaya kepada kinerja emiten di masa yang kan datang Pada periode waktu Cum-Deviden, investor mulai bereaksi pada hari 1 sampai dengan hari 3 setelah tanggal peristiwa dengan ditunjukkan oleh imbal hasil abnormal total sebouar -0,712% yang ditunjukkan oleh besaran a yang positif signifikan pada tingkat keyakinan 5% Investor bereaksi negatif pada jendela pengansatan ini, investor tidak yakin terhadap kinerja dari emiten yang bersangkutan di masa yang akan datang sehingga setelah tanggal perisitiwa ada kecenderungan untuk menjual saham-saham yang dimilikinya Pada waktu tersebut yaitu periode 7 hari sebelum sampai dengan 1 hari sesudah RUPS dapat digunakan oleh investor sebagai kerangka waktu untuk membeli saham. Hal ini karena dalam kurun waktu tersebut tingkat pengembalian masih sangat kecil yaitu kira-kira 1% Sedangkan kerangka waktu yang tepat untuk menjual sabam adalah jika tingkat pongembalian haik riil maupun abnormal mencapai tingkat tertinggi. Posisi optimal digambarkan tanggal cum-dividen, pada titik ini tingkat pengembalian riil pada posisi 17,34% sedangkan tingkat pengembalian abnormal pada tingkat 13,26%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160036
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository