Analisis Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Pt Xyz
View/ Open
Date
2005Author
Kadarsah, Iman Utama
Ma'Arif, Syamsul
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring dengan perkembangan dunia saat ini, banyak terjadi perubahan yang tidak dapat dihindari. Perubahan tersebut merupakan proses dari perkembangan dunia secara global. Salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan adalah dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang sangat cepat. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan informasi sangat berpengaruh pada aktivitas manusia tidak terkecuali aktivitas pada dunia usaha. Perusahaan-perusahaan sadar bahwa untuk dapat bersaing dan memenangkan kompetisi di era globalisasi dibutuhkan penerapan dan penggunaan teknologi dan informasi. Namun demikian, teknologi dan informasi, bukanlah satu – satunya faktor yang berperan dalam keberhasilan sebuah perusahaan. sumberdaya manusia merupakan salah satu dari unsur sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan selain benda bergerak maupun tidak bergerak, serta didukung juga oleh modal dan teknologi, sehingga dapat menentukan masa depan sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya. PT XYZ merupakan perusahaan yang menganggap bahwa sumber daya manusia yang dimiliki merupakan aset utama bagi Perseroan dan merupakan faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan usaha Perseroan. PT XYZ yang berkedudukan di Pekanbaru menyadari bahwa sumberdaya manusia yang dimiliki harus dapat menjadi sumberdaya manusia yang unggul dan kompetitif. Oleh karenanya PT XYZ berusaha untuk memberikan perhatian khusus untuk dapat meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang dimilikinya agar motivasi karyawan akan tetap terjaga sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Produktivitas kerja karyawan mutlak diperlukan sebagai faktor pendukung perusahaan guna menghadapi persaingan yang ketat dalam dunia industri. Dengan demikian agar produktivitas kerja dapat tercapai maka motivasi karyawan harus tetap dijaga, karena manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di PT XYZ Pekanbaru.
Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) Menganalisa struktur dan besar pengaruh motivasi karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan PT XYZ Pekanbaru, (2) Menganalisa unsur yang paling dominan dari tiap unsur motivasi kerja dalam mempengaruhi produktivitas kerja karyawan PT XYZ Pekanbaru. Penelitian ini hanya dibatasi pada karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap (bukan pegawai kontrak) dengan responden sebanyak 63 orang.
Penelitian ini dilakukan di kantor pusat PT XYZ Pekanbaru pada bulan Maret 2005 sampai Juni 2005. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Analisis SEM digunakan untuk menguji kesesuaian antara model kepuasan yang sudah disusun secara teoritis dengan data empiris yang ada di lapangan. Pengolahan data SEM diuji dengan menggunakan software LISREL 8.51 yang kemudian hasilnya digunakan dalam analisis pembahasan dan implikasi manajerial bagi perusahaan.
Atribut yang dianalisis terdiri dari 10 peubah indikator yang dikelompokkan ke dalam dua peubah laten eksogen motivasi, yaitu Motivator dan Hygene. Peubah laten eksogen Motivator terdiri dari lima peubah indikator, yaitu: keberhasilan menyelesaikan tugas (X1), penghargaan yang diberikan (X2), ketepatan menggunakan metode (X3), tanggung jawab terhadap pekerjaan (X4), jenjang karir (X5). Peubah laten eksogen Hygene terdiri dari lima peubah indikator, yaitu: implementasi kebijakan (X6), pengawasan yang dilakukan atasan (X7), imbalan dalam bentuk materi (X8), hubungan dengan sesama pegawai (X9), dan kondisi ruangan kerja (X10).
Berdasarkan hasil analisis Structural Equation Modeling, Hasil pengolahan data dengan program LISREL 8.51 menunjukkan standar-standar yang sesuai dengan aturan kecocokan model, sehingga tidak diperlukan lagi berbagai modifikasi. Dalam evaluasi kriteria goodness of fit, terdapat beberapa indeks kesesuaian dan cut off value yang digunakan untuk menguji kecocokan model dengan data yang disajikan (sesuai dengan data empiris). Indeks-indeks tersebut diantaranya yaitu Degree of Freedom (DF), Chi-square, RMSEA (Root Means Square Error of Approximation), dan P-value. Berdasarkan uji kecocokan, mengindikasikan bahwa terdapat kecocokan yang baik antara model dan kenyataan (didukung oleh data empiris). Nilai Chi-Square (X2) yang kecil relatif terhadap derajat bebasnya (DF) menunjukkan bahwa model yang diajukan didukung oleh data empiris. Nilai RMSEA = 0,00 dan P-value = 1,00 menunjukkan adanya kedekatan suatu model dengan populasinya dan model didukung pula oleh data empiris.
Hasil penelitian menunjukkan dari kedua peubah laten eksogen (motivasi), ternyata dimensi Motivator mempunyai kontribusi paling besar terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai koefisien 1,18. Hal ini berarti bahwa karyawan memiliki kontribusi terbesar dalam membangun produktivitas kerja karyawan di PT XYZ Pekanbaru. Selanjutnya dimensi Hygene yang memberikan kontribusi yang rendah terhadap produktivitas kerja karyawan. Indikator dari produktivitas kerja karyawan yang diuji pada penelitian ini terdiri dari 14 indikator, berani mengambil keputusan (Y1), bersedia menyelesaikan tugas yang bukan pekerjaan pokok (Y2), melaporkan hasil kerja berdasarkan kenyataan (Y3), mengutamakan kepentingan tugas atas kepentingan pribadi (Y4), bersedia memberikan pelayanan kepada sesama (Y5), mentaati peraturan yang berlaku (Y6), mentaati keketentuan jam kerja (Y7), mentaati perintah tugas (Y8), bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas (Y9), mengetahui secara mendalam bidang tugas orang lain (Y10), mampu bekerja sama dengan orang lain (Y11), mampu melaksanakan setiap tugas yang diberikan (Y12), memberikan saran yang dipandang baik kepada atasan (Y13), berusaha mencari tata kerja baru (Y14). Hasil penelitian menunjukkan kontribusi yang cukup rendah terjadi pada peubah indikator mampu bekerja sama dengan orang lain (Y11)
Berdasarkan hasil penelitian, maka implikasi manajerial yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut. Peubah indikator penghargaan yang diberikan (X2) memberikan kontribusi terendah terhadap laten eksogen motivator dibandingkan dengan peubah indikator keberhasilan menyelesaikan tugas (X1), hal ini menjelaskan bahwa persepsi responden terhadap penghargaan yang diberikan pihak perusahaan kepada karyawan perlu untuk lebih ditingkatkan, yaitu dengan cara memberikan pujian apabila karyawan dapat mengerjakan tugas dengan baik, atau dengan menyelenggarakan pemilihan karyawan terbaik pada setiap bulannya dengan cara mengumumkan karyawan yang memiliki performance terbaik melalui papan pengumuman yang tersedia di perusahaan ataupun pada apel pagi di awal bulan. Peubah indikator jenjang karir (X5) memberikan kontribusi kedua terendah terhadap laten eksogen motivator jika dibandingkan dengan peubah indikator keberhasilan menyelesaikan tugas (X1). Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa persepsi responden terhadap jenjang karir masih rendah sehingga perlu dilakukan langkah-langkah dari pihak PT XYZ untuk melakukan perbaikan dalam hal jenjang karir. Langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah dengan cara mengevaluasi kembali peraturan-peraturan mengenai jenjang karir. Peubah indikator kondisi ruangan kerja (X10) memberikan kontribusi terendah terhadap laten eksogen higien, sehingga dibutuhkan langkah-langkah dari pihak manajemen perusahaan untuk memberikan fasilitas kerja dalam hal ini ruang kerja bagi para karayawan yang sesuai. Pemenuhan kebutuhan karyawan akan ruangan tempat karyawan bekerja dapat membantu karyawan dalam menyelesaikan tugasnya sesuai dengan yang dituntut perusahaan. Dengan ruangan yang bagus baik interior maupun pentaannya akan membuat karyawan merasa nyaman dalam mengerjakan tugas yang diberikan sehingga hasilnya pun akan optimum. Peubah indikator hubungan dengan sesama pegawai (X9) memberikan kontribusi terendah kedua terhadap laten eksogen higien dibandingkan dengan peubah indikator implementasi kebijakan (X6). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini maka pihak perusahaan seyogya harus memperhatikan kondisi hubungan sesama karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan acara-acara bersama dengan seluruh karyawan, seperti melakukan kegiatan-kegiatan olahraga bersama dan rekreasi bersama.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peubah laten eksogen motivator memiliki kontribusi yang paling besar terhadap produktivitas kerja karyawan, yaitu sebesar 0,18. Peubah laten eksogen higien memberikan kontribusi terendah terhadap produktivitas kerja jika dibandingkan dengan laten eksogen motivator yaitu sebesar 0,17. Dalam membentuk peubah laten eksogen motivator, indikator yang paling dominan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan adalah indikator pembanding itu sendiri, yaitu keberhasilan menyelesaikan tugas (X1) sebesar 1,00. Dalam membentuk peubah laten eksogen higien, indikator yang paling dominan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan adalah indikator imbalan dalam bentuk materi (X8) sebesar 1,22. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan teori motivasi dari tokoh lain agar dapat memperkaya penelitian tentang motivasi kerja terhadap produktivitas kerja.
Collections
- MT - Business [4062]
