View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Peningkatan Daya Saing Agribisnis Jeruk Di Propinsi Sumatera Utara

      Thumbnail
      View/Open
      full text (85.57Mb)
      Date
      2005
      Author
      Muda, Parlindungan
      Ma'Arif, Syamsul M.
      Harjanto, Nazir
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam menghadapi era persaingan bebas pada saat ini, maka pembangunan suatu negara yang berbasiskan agribisnis adalah pada kemampuan untuk menghasilkan komoditas unggulan yang khas karena faktor sumberdaya domestik serta penyediaan komoditas yang bermutu dengan sistem agribisnis yang produktif dan efisien. Melalui hal ini diharapkan daya saing produk dapat ditingkatkan yang sekaligus mampu untuk meminimalisasi ancaman dari negara-negara pesaing terutama yang menghasilkan komoditas sejenis. Salah satu komoditas unggulan tersebut adalah jeruk (Citrus sp). Jeruk merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya terhadap komoditas ini telah memberikan keuntungan bagi pelakunya. Jeruk juga merupakan salah satu jenis buah-buahan yang paling digemari oleh masyarakat. Konsumsi terhadap jeruk terus meningkat. Pada tahun 1996, konsumsinya di Indonesia hanya 2,7 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2002, meningkat menjadi 5 kg/kapita/tahun. Namun bila dibandingkan dengan konsumsi jeruk di Australia pada tahun 2001 yang sudah mencapai 44 kg/kapita/tahun, maka konsumsi jeruk di Indonesia ini masih rendah. Pada tahun-tahun mendatang, peningkatan konsumsi diharapkan terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran dalam mengkonsumsi buah. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah sentra pengembangan jeruk di Indonesia. Pada tahun 2003, areal panen jeruk di propinsi ini mencapai luasan 11.215 hektar atau 19,92 persen dari total luas areal panen di Indonesia. Sedangkan produksinya mencapai 431.982 ton atau 29,96 persen dari total produksi jeruk di Indonesia. Adapun kabupaten yang menjadi sentra jeruk dengan areal panen terluas di Propinsi Sumatera Utara adalah Karo dan Langkat. Pada tahun 2003, areal panen jeruk di Kabupaten Karo mencapai luasan 6.344 hektar dan Langkat 1.283 hektar. Dalam pelaksanaan pengembangan jeruk di Propinsi Sumatera, beberapa kendala masih dijumpai diantaranya pertama, usaha tani sebagian besar dikelola oleh petani yang masih lemah dalam tehnik budidaya dan manajemen. Kedua, kontinuitas produk belum terjamin setiap saat. Dalam menjamin kontinuitas ini, teknologi belum sepenuhnya digunakan, baik pada areal pertanaman maupun teknologi penyimpanan. Ketiga, sistem tataniaga dan pemasaran belum dikelola secara baik. Keempat, masih terbatasnya industri pengolahan jeruk, terutama yang dapat dikembangkan pada tingkat masyarakat. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis daya saing budidaya jeruk (on farm) di Propinsi Sumatera Utara yang dilihat melalui keunggulan komparatif dan menganalisis strategi untuk peningkatan daya saing agribisnis jeruk tersebut. Analisis strategi ini dilakukan melalui tahapan identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, formulasi strategi serta rumusan prioritas strategi yang disertai dengan usulan rencana kerja (action plan). Untuk tercapainya tujuan penelitian ini, maka salah satunya dengan menggunakan analisis Biaya Sumberdaya Domestik (BSD). Analisis ini dapat mengetahui keunggulan komparatif suatu komoditas yang dibudidayakan di suatu daerah. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal serta formulasi strategi digunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Selanjutnya untuk melakukan rumusan prioritas terhadap strategi peningkatan daya saing komoditas ini dengan didasarkan pada pendapat expert digunakan AHP (Analitycal Hierarchy Process). Penelitian dilakukan di Propinsi Sumatera Utara yaitu di Kabupaten Karo dan Langkat. Untuk analisis Biaya Sumberdaya Domestik (BSD) terpilih Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo dan Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya jeruk di Propinsi Sumatera Utara yaitu Kabupaten Karo dan Langkat menguntungkan untuk diusahakan. Lebih spesifik, budidaya jeruk di Karo lebih menguntungkan jika dibandingkan di Langkat. Besarnya keuntungan tersebut menentukan nilai Koefisien Biaya Sumberdaya Domestik (KBSD). Kemudian, dari hasil analisis Biaya Sumberdaya Domestik (BSD) diperoleh bahwa usaha tani jeruk di Kabupaten Karo dan Langkat memiliki keunggulan komparatif. Hal ini terlihat dari penghitungan Koefisien Biaya Sumberdaya Domestik (KBSD) di kedua kabupaten yang mempunyai nilai lebih kecil dari satu yaitu untuk Karo sebesar 0,59 dan Langkat 0,70. Semakin kecil nilai BSD maka semakin tinggi dan stabil tingkat daya saing komoditas tersebut. Selanjutnya dari hasil analisis identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal diketahui bahwa kekuatan agribisnis jeruk di Propinsi Sumatera Utara adalah usaha tani mempunyai keunggulan komparatif, produk memiliki rasa manis dan khas, potensi lahan yang sesuai masih luas, penguasaan teknologi usaha tani serta ketersediaan alsintan dan saprodi. Kelemahan agribisnis ini terletak pada skala usaha pelaku umumnya kecil, mutu produk sangat beragam, kemampuan permodalan petani, ketersediaan bibit unggul, penggunaan pupuk dan pestisida tinggi, produk bersifat musiman, kontinuitas produk belum terjamin, penguasaan informasi pasar lemah, ketersediaan prasarana pengairan dan tingkat diversifikasi produk. Peluang yang diharapkan dapat dimanfaatkan adalah konsumsi terhadap produk meningkat, makin terbukanya pasar pada tiap negara, perkembangan iptek produksi, kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangannya, makin besarnya peran daerah otonom, situasi politik dan keamanan dalam negeri, ketersediaan infrastruktur pendukung serta kemitraan antara petani dan pengusaha. Sedangkan ancaman yang harus diantisipasi adalah gangguan hama dan penyakit, kesadaran konsumen akan keamanan bahan pangan, persaingan dari produk impor dan sistem transportasi produk. Melalui matrik SWOT, maka diperoleh beberapa formulasi strategi yang selanjutnya dipilih untuk menentukan prioritas strategi. Prioritas strategi ini dilakukan dengan menggunakan AHP. Adapun kelima alternatif strategi tersebut adalah strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), strategi peningkatan tehnik sistem budidaya, strategi fasilitasi penguatan modal, strategi pembentukan kawasan budidaya bersama (corporate farming) dan strategi perbaikan sistem pemasaran dan promosi produk. Hasil perhitungan dengan menggunakan AHP terhadap elemen-elemen yang berpengaruh pada masing-masing level menunjukkan bahwa untuk keempat elemen faktor penentu, maka prioritas utamanya adalah sumberdaya manusia dengan nilai bobot 0,38. Pada level aktor yang terdiri dari lima elemen, maka prioritas utamanya adalah petani dengan nilai bobot 0,31. Sedangkan dari lima elemen pada level tujuan yang ingin dicapai, maka prioritas utamanya adalah terjaminnya kontinuitas produk di pasar dengan nilai bobot 0,27 diikuti oleh prioritas berikutnya yaitu harga yang bersaing dan menguntungkan bagi produsen dengan nilai bobot 0,24 serta produk yang bermutu dengan nilai bobot 0,22. Untuk level alternatif strategi, maka prioritas utamanya adalah strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia dengan nilai bobot 0,31. Berdasarkan alternatif strategi yang diperoleh, maka rencana kerja yang disusun dalam program-program yang dapat dilaksanakan diantaranya adalah pertama, melalui strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), program tersebut adalah pelatihan bagi para pelaku terutama petani dengan materi pelatihan disesuaikan pada kebutuhan untuk meningkatkan daya saing agribisnis jeruk tersebut. Materi diantaranya tentang budidaya diluar musim (off season), tehnik pemangkasan tanaman dan kewirausahaan. Kedua, melalui strategi peningkatan tehnik sistem budidaya, program tersebut adalah kajian teknologi spesifik lokasi dan penerapan teknologi budidaya diluar musim. Ketiga, melalui strategi perbaikan sistem pemasaran dan promosi produk, programnya adalah efisiensi saluran tataniaga produk, baik melalui regulasi kebijakan dan insentif bagi lembaga tataniaga. Program lainnya adalah perbaikan sarana transportasi produk diantaranya melalui penyediaan sarana transportasi berpendingin. Keempat, strategi pembentukan kawasan budidaya bersama, programnya adalah fasilitasi penyediaan dana khusus bagi petani peserta. Dari hasil penelitian ini, maka kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa budidaya jeruk di Propinsi Sumatera Utara yaitu di Karo dan Langkat mempunyai keunggulan komparatif dan menguntungkan bagi petani. Selanjutnya dalam upaya meningkatkan daya saing agribisnis jeruk di Propinsi Sumatera Utara, maka strategi yang menjadi prioritas utama adalah strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama petani dengan prioritas tujuan pada terjaminnya kontinuitas produk di pasar. Untuk tercapainya upaya peningkatan daya saing agribisnis jeruk di Propinsi Sumatera Utara ini secara optimal, maka beberapa saran yang perlu menjadi perhatian adalah pertama, komitmen dan konsistensi pemerintah daerah dan stakeholder yang terlibat dalam upaya meminimalisasi beberapa kelemahan dan hambatan yang ada pada saat ini terutama berkaitan dengan jaminan kontinuitas dan mutu produk serta harga produk yang bersaing. Kedua, untuk meminimalisasi biaya produksi yang ada saat ini, maka balai penelitian dan pemerintah daerah perlu segera melakukan penelitian tentang teknologi spesifik lokasi, terutama berkaitan dengan rekomendasi pemupukan dan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159939
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository