View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Persepsi Sumber Motivasi Kerja dan Kualitas Pelayanan Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau

      Thumbnail
      View/Open
      full text (68.03Mb)
      Date
      2005
      Author
      Jaharuddin
      Affandi, M. Joko
      Sinaga, Bonar M.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan sumber daya manusia sangat menentukan kemajuan dalam pembangunan serta kesinambungan roda pemerintahan. Pembangunan di berbagai sektor merupakan upaya perwujudan dari tujuan organisasi pemerintah, seperti pembangunan dalam bidang pertanian. Pada era globalisasi sekarang ini, tantangan pembangunan pertanian semakin kuat. Pemerintah menggariskan bahwa pembangunan pertanian yang berorientasi pada agribisnis diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang mampu menghasilkan produk berdayasaing tinggi dan berkelanjutan. Pembangunan juga diarahkan pada upaya untuk peningkatan taraf hidup petani dan peningkatan ekonomi pedesaan. Dalam melaksanakan pembangunan pertanian tersebut, peran serta penyuluh pertanian semakin penting. Peran ini terutama dalam penyampaian informasi dan transfer teknologi kepada petani. Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam penyampaian informasi dan transfer teknologi ke petani, diharapkan mampu mendidik dan membimbing petani untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas dan memenuhi mutu standar produk sesuai keinginan pasar. Sejalan dengan itu dituntutnya peningkatan pengetahuan para penyuluh pertanian untuk lebih profesional, disiplin, berdedikasi, memiliki motivasi kerja, dan etos kerja dalam penyelenggaraan penyuluhan. Peran ini juga menuntut peningkatan kinerja penyuluh pertanian, sehingga menghasilkan efektifitas pemberian pelayanan kepada masyarakat petani dan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pada pasal 16 ayat (1) dan (2) yang menegaskan bahwa kewenangan, tanggung jawab dan penentuan standar pelayanan minimal dan pelaksanaan pelayanan dilaksanakan oleh daerah otonom. Pasal 129 ayat (1) dan (2) tentang kepegawaian daerah yaitu pengelolaan dalam manajemen, pembinaan dan kesejahteraan pegawai menjadi wewenang daerah, maka diharapkan pemerintah daerah untuk dapat membangun birokrasi pertanian di Kabupaten Rokan Hulu agar lebih kuat. Pemerintah daerah dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat petani. Untuk dapat mencapai hal tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi, pengetahuan yang memadai, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dengan kebutuhan organisasi serta masyarakat. Sebagai daerah otonom, penyelenggaraan penyuluhan pertanian menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten/Kota. Dengan demikian pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya penyuluh pertanian secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis persepsi sumber motivasi kerja penyuluh pertanian di Kabupaten Rokan Hulu, (2) menganalisis hubungan faktor intrinsik dengan faktor ekstrinsik sebagai sumber motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu, (3) menganalisis kualitas pelayanan penyuluh dan tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian di Kabupaten Rokan Hulu, dan (4) merumuskan implikasi manajerial untuk meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu. Manfaat penelitian adalah: (1) memberikan masukan kepada pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia penyuluh pertanian dalam memberikan pelayanan prima, dan (2) sebagai bahan pembanding bagi penelitian lain untuk menganalisis lebih dalam tentang motivasi kerja dan kualitas pelayanan penyuluh pertanian. Ruang lingkup penelitian ini adalah pengkajian terhadap motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu mengacu kepada teori model Herzberg (teori dua faktor) yaitu: Faktor Motivasi dan Faktor Hygiene. Sedangkan untuk kualitas pelayanan penyuluh pertanian Kabupeten Rokan Hulu mengacu pada dimensi mutu kualitas pelayanan dari Kotler yaitu: (1) keandalan (reliability), (2) ketanggapan (responsiveness), (3) keyakinan (confidence), (4) empati (empathy), dan (5) keberwujudan (tangible). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau pada bulan Desember 2004 sampai dengan Januari 2005. Metode pengambilan contoh untuk mendapatkan jumlah responden dilakukan dengan cara purpossive sampling dan cluster sampling. Pengambilan contoh secara sengaja (purpossive sampling) ditujukan kepada penyuluh pertanian untuk mengkaji motivasi kerja penyuluh pertanian. Penyuluh yang dijadikan responden yaitu penyuluh yang bertugas pada daerah dominan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan, dengan jumlah responden 24 orang. Pengambilan dengan cluster sampling ditujukan pada petani untuk melihat kualitas pelayanan penyuluh pertanian. Responden adalah kelompok petani dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan (PEK) dan petani non pemberdayaan ekonomi kerakyatan (non PEK). Jumlah responden 72 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) data primer, yaitu data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden, dan (2) data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari beberapa sumber pustaka. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara interview, kuesioner, dan observasi atau pengamatan langsung pada objek penelitian. Metode analisis dan teknik pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan penjelasan manajerial sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik, yaitu: (1) rentang kriteria, (2) uji Mann Whitney, dan (3) korelasi Rank Spearman. Karakteristik responden motivasi kerja masing-masing dibedakan berdasarkan (1) jenis kelamin, yang dominan yaitu laki-laki (91.66%), (2) kelompok umur yang dominan pada kelompok umur ≤ 41 tahun (70.83%), (3) pendidikan dominan pada kelompok SLTA/sederajat (79.16%), dan (4) pengalaman kerja dominan pada kelompok ≤ 16 tahun (54.16%). Karakteristik responden kualitas pelayanan dibedakan berdasarkan (1) jenis kelamin yaitu dominan pada kelompok laki-laki (94.44%), (2) kelompok umur petani PEK dominan pada umur 36 – 40 tahun (55.55%) dan petani non PEK dominan pada umur ≤ 41 tahun (36.11%), dan (3) pendidikan baik petani PEK maupun non PEK dominan pada kelompok SD (83%). Untuk daerah atau tempat tinggal yaitu pada kecamatan Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba, dan Kepenuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik seperti: (1) prestasi kerja, (2) penghargaan, (3) tanggung jawab, dan (4) pengembangan diri dapat menimbulkan motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu, sedangkan pengakuan belum dapat menjadi sumber motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu. Faktor ekstrinsik seperti: (1) hubungan dengan rekan kerja, (2) pengawasan, (3) rasa aman, dan (4) hubungan dengan atasan dapat menjadi sumber motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu, sedangkan sub faktor lain seperti: (1) gaji, (2) kondisi kerja, dan(3) kebijakan aministrasi belum dapat menjadi sumber motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor intrinsik dengan faktor ekstrinsik yaitu pada: (1) sub faktor: gaji dengan tanggung jawab, (2) pengawasan dengan prestasi kerja, (3) pengawasan dengan penghargaan, (4) pengawasan dengan pengembangan diri, (5) hubungan sama atasan dengan penghargaan, dan (6) hubungan sama atasan dengan pengakuan. Kualitas pelayanan penyuluh pertanian terhadap petani PEK, non PEK, dan keseluruhan petani menunjukkan bahwa dari dimensi mutu yang terdiri dari: (1) kehandalan, (2) ketanggapan, (3) keyakinan, (4) empati, dan (5) keberwujudan menunjukkan kualitas pelayanan yang tidak baik serta tingkat kepuasan pada kriteria tidak puas. Dengan melihat hasil penelitian, baik variabel motivasi kerja penyuluh pertanian maupun variabel kualitas pelayanan yang diberikan penyuluh pertanian perlu diperhatikan dengan serius. Perlu suatu upaya perbaikan sistem manajemen maupun proses administrasi supaya penyelenggaraan penyuluhan pertanian terlaksana dengan baik dan mantap.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159911
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository