View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Strategi Cross Serving Bank B

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.985Mb)
      Date
      2004
      Author
      Saptorenggo, Anjar
      Rukmana, Dani Cahya
      Gumbira-Said, E
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, Bank B pada tahun 2001 telah mulai mengubah core banking system-nya dari bersifat distributed menjadi centralised. Setelah dilakukan implementasi program sentralisasi, memungkinkan untuk melaksanakan strategi pelayanan silang (cross serving) terhadap semua jenis produk tabungan Bank B. Sejak bulan Desember 2002 mulai dilaksanakan strategi cross serving. Sampai saat ini Bank B belum pernah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi tersebut, di pihak lain pertumbuhan tabungan Bank B belum menunjukkan peningkatan yang besar. Tujuan penulisan tesis tentang analisis strategi cross serving Bank B ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam pelaksanaan strategi cross serving tabungan Bank B, mengetahui posisi relatif dari faktor-faktor strategis yang mempengaruhi Bank B dalam pelaksanaan cross serving tabungan dan mencari strategi bisnis atau cara yang tepat, untuk mendukung keberhasilan cross serving. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan tiga buah metode analisa yang prosesnya dilakukan secara berurutan, yakni Evaluasi Faktor Internal (EFI) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), analisis Internal - Eksternal (I-E). Hasil analisis menunjukkan bahwa skor EFI sebesar 2,614, berada diatas rata-rata sebesar 2,50. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bank B memiliki faktor-faktor kekuatan strategis yang dapat mengatasi kelemahan dalam pengembangan cross serving tabungan. Faktor kekuatan utama Bank B adalah kinerja usaha yang baik, dengan bobot sebesar 0,11 dan mencapai skor 0,44. Oleh sebab itu, Bank B perlu mempertahankan atau meningkatkan kinerja usahanya. Faktor kelemahan utama dalam pelaksanaan strategi cross serving adalah sebagian besar Kantor Unit belum online, dengan bobot sebesar 0,089 serta mencapai skor 0,089. Kondisi tersebut perlu segera diantisipasi dengan mempercepat proses implementasi program online (Silverlake) ke seluruh unit kerja Bank B. Dari hasil analisis EFE, skor terbobot mencapai 3,189, berada diatas rata-rata sebesar 2,50. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bank B berhasil memanfaatkan peluang untuk mengurangi faktor ancaman. Faktor peluang utama adalah besarnya kepercayaan masyarakat kepada Bank B, dengan bobot sebesar 0,122 dan mencapai skor 0,488. Kepercayaan masyarakat akan timbul jika suatu bank memiliki sistem pengamanan yang baik. Faktor ancaman utama Bank B adalah adanya tuntutan perbaikan produk/proses tabungan, yakni dengan bobot sebesar 0,161 dan mencapai skor 0,644. Sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi faktor ancaman tersebut adalah dengan melakukan perbaikan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Untuk memperoleh informasi kebutuhan nasabah, diperlukan kegiatan intelijen pemasaran yang baik secara periodik. Berdasarkan hasil analisis Internal - Eksternal, dapat diketahui posisi relatif dari faktor-faktor strategis yang mempengaruhi Bank B dalam peningkatan atas produk tabungan yakni berada pada Kuadran II, pada posisi Growth and Build, Dalam posisi tersebut, strategi yang dapat disarankan antara lain strategi intensif, yakni berupa penetrasi pasar atau pengembangan pasar. Selain itu, dapat pula disarankan dengan strategi integratif, yakni dengan melakukan integrasi ke depan atau integrasi ke belakang. Strategi cross serving pada prinsipnya merupakan salah satu upaya penetrasi pasar, sehingga kebijakan perusahaan untuk melaksanakan strategi cross serving sangat tepat dan perlu dilanjutkan. Beberapa permasalahan dalam pelaksanaan strategi cross serving tabungan Bank B adalah sebagian besar Kantor Unit Bank B belum online, kurangnya promosi dan sosialisasi cross serving, pekerja belum aktif memasarkan produk yang dilayani cross serving, pekerja cenderung memasarkan produk asli dari unit kerjanya, kurangnya sarana penunjang cross serving, adanya gangguan komunikasi pada waktu transaksi online, serta adanya kerusakan mesin Ajungan Tunai Mandiri (ATM). Solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi cross serving tabungan adalah memperbanyak unit kerja yang diimplementasikan menjadi online, meningkatkan promosi dan sosialisasi cross serving, melaksanakan refreshing program internal marketing, melakukan training pemasaran produk cross serving, memperbaiki sistem distribusi formulir transaksi tabungan, menghapus data nasabah yang tidak bermanfaat dan menambah mesin ATM. Beberapa saran yang dapat melengkapi penelitian ini di masa datang adalah Bank B disarankan untuk melakukan analisis persepsi nasabah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159802
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository