View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Portofolio Kredit Untuk Mengoptimalkan Rencana Ekspansi Kredit Korporasi Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk

      Thumbnail
      View/Open
      full text (4.568Mb)
      Date
      2004
      Author
      Silalahi, Yusak Labanta Sudena
      Tanopruwito, Djoni
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Krisis ekonomi dan moneter pada pertengahan tahun 1997 telah menyebabkan dunia perbankan Indonesia mengalami kehancuran. Selama masa krisis terjadi depresiasi mata uang rupiah terhadap US$ yang sangat cepat dan sangat besar yakni dari sebelum krisis nilai tukar US$ berkisar Rp.2.200 maka pada saat krisis bergerak sampai level tertinggi yang pernah terjadi sekitar Rp.16.000. Kondisi ini diikuti dengan meningkatnya tingkat suku bunga simpanan hingga diatas tingkat bunga kredit. Akibatnya sejumah bank di Indonesia menjadi tidak likuid, tidak sanggup memenuhi ketentuan tingkat giro wajib minimum (GWM) yang ditetapkan Bank Indonesia karena bank harus menanggung net interest margin yang negatif (negatif spread). Dari sisi penghimpunan dana terjadi penarikan dana secara besar-besaran dan dari sisi kredit terjadi peningkatan kredit macet yang sangat tinggi karena banyak nasabah tidak mampu untuk mengembalikan pinjamannya. Penurunan kualitas kredit pada seluruh sektor ekonomi bervariasi karena terdapat sektor ekonomi yang sangat terpuruk akibat krisis seperti sektor jasa, konstruksi termasuk properti dan industri namun sektor pertanian relatif mengalami keterpurukan yang lebih kecil dari beberapa sektor ekonomi lainnya. Penurunan pada sektor perdagangan terkait dengan terganggunya jalur distribusi akibat berbagai kerusuhan yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penurunan pada sektor industri terkait dengan penggunaan bahan baku impor yang harganya menjadi sangat mahal akibat depresiasi rupiah terhadap mata uang US$ sehingga kondisi yang tidak menguntungkan ini terjadi pada seluruh sektor ekonomi. Salah satu penyebab terjadinya kegagalan kredit adalah kurangnya perencanaan yang matang dibidang perkreditan dimana perbankan pada waktu menyalurkan kredit tidak mengantisipasi sektor-sektor ekonomi mana yang memiliki kekuatan dalam menghadapi perubahan global yang sangat cepat khususnya dampak dari fluktuasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam sehingga terdapat penyaluran kredit yang cukup besar pada salah satu sektor ekonomi namun disisi lain terdapat satu atau beberapa sektor ekonomi yang sangat sedikit realiasi kreditnya. Kredit yang disalurkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagian besar masih didominasi oleh kredit-kredit skala besar atau kredit kategori segmen korporasi. Hal ini tidak lepas dari riwayat perjalanan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang berasal dari empat bank besar milik pemerintah yaitu PT Bank Bumi Daya (Persero), PT bank Dagang Negara (Persero), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) yang pada waktu itu banyak mengerjakan proyek- proyek skala besar. Disamping kemampuan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menghimpun dana relatif lebih besar dari bank-bank lain yang lebih kecil sehingga kemampuan untuk membiayai proyek-proyek skala besar relatif lebih baik dibandingkan bank-bank lain yang memiliki kecukupan modal yang lebih kecil. Hasil analisis kinerja kualitas kredit yang diberikan selama periode tahun 2001- 2003 menunjukkan terjadinya peningkatan rasio kredit bermasalah khususnya tahun 2003 yang meningkat menjadi sebesar 8,61% dari tahun 2002 sebesar 7,28%. Peningkatan prosentase kredit bermasalah perlu dinatisipasi untuk perencanaan kredit dimasa yang akan datang karena meningkatnya rasio kredit bermasalah akan menyulitkan bank dalam meningkatkan portofolio kreditnya karena harus menyediakan cadangan penghapusan aktiva produktif yang lebih besar. Peningkatan cadangan ini akan mengurangi kemampuan bank dalam meningkatkan modal yang tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis portofolio kredit yang disalurkan dilihat dari sektor ekonomi yang dibiayai, apakah selama ini kredit yang disalurkan menurut sektor ekonomi sudah memberikan tingkat pengembalian yang maksimal atau belum sehingga masih dapat dilakukan kombinasi penyebaran portofolio kredit yang memberikan prospek bisnis dan tingkat pengembalian yang lebih baik sehingga melalui kombinasi portofolio yang optimal bank dapat meningkatkan harapan tingkat pengembalian dengan menanggung beban resiko yang lebih rendah. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada analisa portofolio kredit korporasi PT Bank Mandiri (Persero) selama tahun 2001-2003. Analisis yang dilakukan adalah menghitung tingkat realisasi penerimaan bunga, tingkat resiko pada masing-masing sektor ekonomi, besarnya porporsi masing-masing sektor ekonomi, besarnya tingkat pengembalian yang diharapkan dari masing-masing sektor maupun secara keseluruhan sebagai suatu portofolio dan menghitung tingkat resiko (standart deviation) portofolio. Untuk pengolahan data penulis menggunakan bantuan software komputer yaitu program SPSS version 11.5 yang digunakan untuk mencari nilai-nilai standar deviasi, varian, koefisien korelasi, kovarian dan dilanjutnya dengan menggunakan software portofolio markowitz untuk mendapatkan portofolio kredit yang optimal dengan melakukan berbagai alternatif sesuai dengan kondisi yang dinginkan perusahaan. Analisis eksternal dan analisis internal dibahas dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran mengenai strategi perencanaan bisnis yang akan dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) dalam melakukan rencana ekspansi dibidang kredit khususnya kredit korporasi. Hasil analisis terhadap kinerja masing-masing sektor ekonomi dilihat dari return yang diperoleh menunjukkan sektor perdagangan merupakan sektor yang memiliki tingkat pengembalian rata-rata (average rate of return) yang paling tinggi yaitu 1,69% per bulan sedangkan sektor yang paling rendah tingkat pengembaliannya adalah sektor konstruksi sebesar 1,30%. Dilihat dari besarnya tingkat resiko, maka sektor perindustrian memiliki tingkat resiko yang paling tinggi sebesar 0,421% dan sektor konstruksi tingkat resikonya paling rendah sebesar 0,217%. Selanjutnya dengan mengetahui nilai-nilai return realisasi, return ekspektasi, tingkat resiko, kovarian dan koefisien korelasi maka dilakukan beberapa simulasi untuk mendapatkan alternatif expected return dan standard deviation yang memberikankan kombinasi portofolio yang paling optimal. Dari hasil analisis pengolahan data dan memformulasikannya ke dalam portofolio model markowitz dengan berbagai alternatif pilihan yang sudah ditetapkan maka diperoleh hasil bahwa alternatif yang dapat disarankan untuk dipilih oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam merencanakan ekpansi kreditnya adalah sesuai rekomendasi pada alternaif IV yaitu alternatif komposisi yang memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan sebesar 1,495% dengan tingkat resiko sebesar 0,130% dengan komposisi kredit pada sektor pertanian menjadi sebesar 19,865%, pertambangan 2,064%, perindustrian 11,742%, konsruksi 2,532%, perdagangan 16,30%, pengangkutan 24,375% dan sektor jasa 23,123%. Pemilihan alternatif IV ini menghasilkan nilai expected return yang sama dengan expected return sesuai business plan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan tetapi menghasilkan tingkat resiko yang lebih rendah. Jika dalam business plan PT Bank Mandiri (Persero) tingkat resiko yang siap ditangggung sebesar 1,60% dengan expected return sebesar 1,495% maka sesuai alternatif IV tingkat resikonya lebih kecil yaitu 1,30% dengan expected return yang sama. Untuk kondisi saat ini dimana trend suku bunga kredit cenderung menurun maka pilihan untuk mengurangi resiko merupakan pilihan yang paling rasional dan sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam perbankan yang lebih fokus kepada upaya mengurangi resiko. Dari hasil pengamatan selama tahun 2001 2003 terhadap alokasi kredit yang diberikan kepada debitur menurut sektor ekonomi yang dibiayai ternyata belum optimal karena masih terdapat alternatif lain yang memungkinkan kombinasi portofolio kredit yang dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang diharapkan lebih tinggi dari tingkat pengembalian yang diperoleh selama ini. Beberapa saran yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tok dalam mengalokasikan kreditnya kepada masing-masing sektor ekonomi perkreditan yang dapat memberikan harapan tingkat pengembalian (expected return) yang lebih tinggi dengan tingkat resiko (standard deviation) yang sama dengan kondisi saat ini atau lebih rendah adalah (1) alokasi kombinasi portofolio kredit hendaknya dipilih pada kombinasi portofolio yang memberikan harapan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dengan tingkat resiko yang sama atau lebih rendah dari kondisi past experience. (2) alternatif yang dapat direkomendasikan adalah komposisi portofolio sesuai alternatif IV yang menghasilkan expected return sebesar 1,495% dengan tingkat resiko sebesar 1,30%. (3) manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hendaknya tetap mempertimbangkan faktor-faktor internal yang dimiliki bank yang dapat mendukung kebijakan perkreditan khususnya dalam melakukan ekspansi kredit yakni mengkaji sumber daya manusia yang dimiliki dalam hal ini kemampuan seorang analis kredit sangat menentukan didalam memproses suatu permohonan kredit, mengkaji kemampuan sarana dan prasarana yang dimiliki antara lain berupa sistem informasi teknologi dan pengadministrasian kredit yang akurat akan dapat memberikan informasi yang tepat bagi manajemen didalam mengambil keputusan strategis. Analisis faktor eksternal meliputi kepatuman PT Bank Mandiri (Persero) Tok dalam melaksanakan ketentuan dan peraturan perbankan terutama dibidang perkreditan meliputi prinsip kehati-hatian, Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan lainnya secara konsisten dan kontinue. (4) pengembangan rencana bisnis dengan menggunakan model pendekatan analisis portofolio menurut sektor ekonomi dapat dijadikan bahan untuk melengkapi proses pengambilan keputusan manajemen di bidang perkreditan dan penyusunan rencana ekspansi kredit.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159781
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository