Assets Liability Management Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Dalam Tingkat Bunga Yang Berfluktuasi Pada Periode 1997-2001
View/ Open
Date
2004Author
Esti, Ratih Kusumaning
Syah, Hamdani M
Ratnawati, Anny
Metadata
Show full item recordAbstract
Hasil-hasil pengujian empiris memperlihatkan bahwa sebagian besar dari bank-bank besar sudah mampu mengelola resiko tingkat bunga dengan baik. Dibuktikan bahwa profitabilitas bank tersebut tetap stabil bahkan meningkat dengan adanya fluktuasi tingkat bunga. Dan salah satu metode yang dipakai dalam mengelola resiko tingkat bunga adalah metode funds gap management. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah (1) seberapa besar pengaruh fluktuasi tingkat bunga tersebut terhadap profitabilitas dan apakah aset dan liabilitasnya sensitif terhadap fluktuasi tingkat bunga, (2) bagaimana kebijakan assets dan liability management Bank BNI pada kondisi tingkat bunga yang berfluktuasi, (3) bagaimanakah kebijakan assets liability management yang dapat menghasilkan profitabilitas yang optimal dalam kondisi tingkat bunga yang berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh fluktuasi tingkat bunga pada profitabilitas bank BNI dan sensitifitasnya terhadap aset dan liabilitas Bank BNI, (2) melakukan pengkajian terhadap kebijakan asset dan liability management Bank BNI pada kondisi tingkat bunga yang berfluktuasi, (3) menentukan pengelolaan aset liabilitas yang optimal pada kondisi tingkat bunga yang berfluktuasi sehingga memberikan profitabilitas yang optimal. Konsep manajemen dana bank adalah memaksimalkan profitabilitas dan memenimumkan resiko yang ditanggung. Profitabilitas bank ditentukan oleh suksesnya manjemen bank dalam mencapai pendapatan spread, yaitu antara jumlah tingkat bunga pada loan dan. investment yang diterima bank (assets) dengan jumlah biaya bunga yang dibayarkan untuk alokasi dana dan sumber dana. Jadi salah satu faktor yang mempengaruhi profitabiltas bank adalah tingkat bunga yang berfluktuasi, karena hampir keseluruhan kegiatan bank melibatkan tingkat bunga didalamnya. Melalui manajemen pada kedua sisi neraca bank, yaitu menajemen terhadap sumber dan alokasi dana bank, bank dapat mengelola resiko tingkat bunga yang berfluktuasi untuk memperoleh profit yang wajar. Untuk mengelola resiko tingkat bunga, hal yang penting untuk diketahui adalah arah atau trend tingkat bunga yang terjadi pada periode tersebut. Menurut Gerald O. Hatler, tingkat bunga cenderung bergerak sesuai dengan siklus bisnis, yang artinya bahwa selalu berfluktuasi dengan pola yang berkesinambungan atau continue, yang dimulai dari kondisi baik ke kondisi buruk dan kembali ke kondisi baik dan seterusnya. Untuk melihat arah dan pergerakan tingkat bunga dapat dilihat melalui struktur serta siklus atau trend dari tingkat bunga, yaitu terdiri dari empat fase, recovery, prosperity, recession dan depression.
Dengan diketahuinya arah pergerakan tingkat bunga, bank dapat menentukan posisi funds gapnya, untuk mencapai tingkat positif interest margin yang tinggi. Bank dengan earning yang konsisten/stabil dalam setiap jenis tingkat bunga yang berlaku, dapat dikatakan bank tersebut berada pada keseimbangan antara interest sensitivity assets dan interest sensitivity liabilities. Periode observasi ditetapkan adalah mulai Triwulan pertama 1997 (Maret 1997) sampai dengan Triwulan empat 2001 (Desember 2001). Penelitian tersebut merupakan studi kasus yaitu pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Analisa yang digunakan adalah analisa neraca, analisa ratio, analisa statistik, dan metode funds gap management sebagai salah satu cara untuk mengelola resiko tingkat bunga. Komponen atau variabel dalam analisa dapat diperoleh pada Laporan Keuangan Triwulan Bank BNI. Sedangkan tingkat bunga merupakan tingkat bunga SBI (1 bulan). Setelah dilakukan penelitian maka diperoleh hasil dari analisa statistik yaitu bahwa terdapat pengaruh fluktuasi tingkat bunga terhadap aset dan liabilitas bank BNI. Dan dari analisa statistik tersebut diketahui pula bahwa interest expenses Bank BNI lebih sensitif terhadap fluktuasi tingkat bunga, dan disimpulkan bahwa posisi funds gep BNI pada periode 1997-2001 adalah negatif funds gap. Dan hal ini didukung pula oleh hasil dari perhitungan metode funds gap yang juga menghasilkan hasil yang sama yaitu negatif funds gap. Dalam periode observasi, tahun 1997-2001, Bank BNI berada pada posisi negative funds gap. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisa funds gap management dan terlihat bahwa selama periode itu pula NIM dari Bank BNI selalu berfluktuasi diakibatkan karena perubahan tingkat bunga. Sedangkan analisa regresi menunjukkan bahwa hanya variabel-variabel tertentu saja dari aset dan liability yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga (yaitu aset dan liability yang menghasilkan Interest income dan interest expenses) dan secara keseluruhan perubahan tingkat bunga mempengaruhi profitabilitas Bank BNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank BNI belum melakukan assets liability management secara optimal dalam artii kebijakan yang diambil belum sepenuhnya didasarkan atas kondisi tingkat bunga yang berlaku. Kesimpulan tersebut berdasar pada kebijakan yang diambil oleh Bank BNI seperti pada kondisi tingkat bunga yang menaik, seharusnya Bank BNI dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk meningkatkan profitabilitasnya dengan mengambil positive funds gap, sedangkan pada saat tingkat bunga turun mengambil posisi negative funds gap, yang pada kenyataannya belum dilaksanakan sepenuhnya oleh Bank BNI. Tetapi semuanya itu memang berdasarkan pada kendala- kendala yang ada, diantaranya likuiditas dan kondisi mikroekonomi maupun makroekonomi pada sektor keuangan. Dalam hal ini satu kebijakan yang dianggap paling penting untuk dicapai adalah likuiditas, karena Bank BNI mempunyai motto untuk selalu memberi pelayanan yang terbaik kepada nasabahnya. Dan memang dengan pelayanan yang baik tersebut Bank BNI telah mampu menjadi bank yang dipercaya oleh masyarakat. Bank BNI belum bisa sepenuhnya mengelola resiko tingkat bunga dan tidak seluruh aset maupun liabilitas Bank BNI sensitif terhadap tingkat bunga, sehingga belum sepenuhnya memanfaatkan kondisi tingkat bunga tersebut sebagai satu cara untuk meningkatkan keuntungan.
Collections
- MT - Business [4063]
