Analisis Kebutuhan Pelatihan Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Di Balai Besar Industri Agro (Bbia)Bogor
View/ Open
Date
2004Author
Rosa, Anggria Zultina
Sanim, Bunasor
Moelyadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan di era globalisasi ini, Balai Besar Industri Agro (BBIA) yang merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Perubahan organisasi dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian (BBIHP) menjadi Balai Besar Industri Agro (BBIA) mulai tanggal 29 November 2002 berdasarkan SK Memperindag Nomor: 779/MPP/Kep/11/2002. Perubahan organisasi berimplikasi pada perubahan gaya manajemen. Visi BBIA menjadi institusi yang mampu menangani jasa pelayanan secara profesional, membutuhkan SDM profesional yang siap mengemban visi organisasi.
Untuk mencapai tujuan organisasi BBIA yang baru ini, jelas diperlukan suatu upaya pembinaan aparatur sehingga dapat dicapai tujuan organisasi. Pembinaan dapat dilakukan dengan pemberian pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (attitude). Organisasi yang ingin meningkatkan kinerjanya harus mempunyai komitmen untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan hanya dapat dilakukan dengan pemberian pelatihan secara terstruktur, kontinyu dan konsisten.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pelatihan dan
prioritas pelatihan yang berorientasi bisnis dalam rangka peningkatan kinerja
SDM BBIA sebagai SDM profesional, menganalisis sistem program pelatihan dan
pengembangan yang dilaksanakan BBIA, dan menganalisis hubungan antara
pelatihan dan peningkatan kinerja di lingkungan SDM BBIA. Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dalam bentuk data primer dan data sekunder. Alat analisis kebutuhan pelatihan yang digunakan berdasarkan metode T-NAT (Training Needs Assessment Tool). Teknik rentang kriteria digunakan untuk mengetahui persepsi responden pada setiap variabel atau sub variabel yang dijabarkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner yang disebarkan. Analisis korelasi dari Rank Spearman digunakan untuk melihat ada tidaknya korelasi (hubungan) antara pelatihan terhadap kinerja karyawan, serta mengukur besarnya derajat keeratan hubungan dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini..dst
Collections
- MT - Business [4062]
