View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Portofolio Kredit Retail Untuk Perencanaan Ekspansi Kredit Kantor Cabang Bri

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.711Mb)
      Date
      2003
      Author
      Hastowo, Sigit
      Syah, Hamdani M.
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Krisis ekonomi dan moneter telah menyebabkan dunia perbankan mengalami goncangan. Kredit perbankan di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir mengalami puncak pertumbuhan pada tahun 1998. Imbas keterpurukan pada berbagai sektor ekonomi akibat krisis langsung dirasakan oleh sektor perbankan. Sejak tahun 1999, pertumbuhan kredit mengalami penurunan drastis pada semua sektor ekonomi. Sebagai akibat depresiasi Rupiah terhadap US$, perbankan nasional menaikkan tingkat suku bunga baik simpanan maupun pinjaman. Sejarah perbankan kemudian mencatat bahwa akibat kenaikan suku bunga tersebut bank- bank harus menanggung net interest margin yang negatif sebagai akibat peningkatan suku bunga simpanan yang lebih cepat dan lebih tinggi dibanding dengan peningkatan suku bunga pinjaman. Kondisi tersebut (negatif spread) yang berlangsung relatif cukup lama menyebabkan kerugian yang terus meningkat. Pada akhirnya permodalan bank terkikis sehingga hampir semua bank mengalami kekurangan modal. Dalam kurun waktu 1996-2002, kredit perbankan pada hampir seluruh sektor ekonomi secara nasional mengalami penurunan pada tahun 1998 dan 1999 kecuali sektor pertanian. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor industri sebesar 73,84 persen dan 38,57 persen. Berikutnya adalah sektor pertambangan, jasa, perdagangan dan sektor lainnya. Penurunan pada sektor perdagangan terkait dengan merosotnya pendapatan riil masyarakat sebagai akibat melemahnya Rupiah serta terganggunya jalur distribusi barang sebagai akibat berbagai kerusuhan. Salah satu penyebab kegagalan kredit adalah perencanaan penempatan kredit bank yang tidak diperhitungkan dengan seksama, misalnya hanya terkonsentrasi pada salah satu bidang saja (satu sektor saja), sehingga ketika terjadi kondisi yang tidak menguntungkan dalam sektor tersebut menyebabkan seluruh kredit menjadi macet. Untuk itu perlu didahulukan pemisahan risiko atas kredit bank yang diberikan. Komitmen Bank Rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam Business Plan BRI 2000-2003 berusaha tetap fokus pada usaha kecil dan menengah. BRI juga akan lebih meningkatkan perannya untuk membiayai sektor agribisnis. Porsi kredit kepada sektor agribisnis pada tahun 2000 sebesar 25% dari total kredit BRI, pada tahun 2003 diprediksikan akan mencapai 35%. Berdasarkan sektor ekonomi yang dilayani, kredit yang telah disalurkan oleh Bisnis ritel secara nasional pada tahun 2000, porsi pada sektor perdagangan 20%, sektor pertanian 16%, sektor jasa sosial masyarakat 5%, sektor perindustrian 2%, sedangkan sisanya tersebar pada sektor pertambangan, konstruksi, angkutan, listrik/ gas/air, jasa dunia usaha dan jasa lainnya. Kombinasi berbagai sektor dalam kredit BRI akan membentuk suatu portofolio perkreditan yang saling memberikan kontribusi dalam menentukan besarnya tingkat pengembalian dan tingkat risiko bisnis. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing sektor ekonomi selama kurun waktu tertentu akan diperoleh suatu informasi yang penting yang akan membantu para pengambil keputusan di BRI dalam rangka pembentukan portofolio yang efisien sehubungan dengan rencana ekspansi kredit. Penelitian yang penulis lakukan adalah menganalisis portofolio kredit ritel komersiil kanca BRI Tangerang dengan menggunakan teori portofolio dan manajemen keuangan. Dalam hal ini kelompok kredit berdasar sektor ekonomi dipandang sebagai suatu jenis investasi. Hasil analisis diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan oleh manajemen Kanca BRI Tangerang untuk menentukan portofolio kredit ritel yang optimal sehingga rencana ekspansi dapat dilakukan lebih terarah pada sektor-sektor yang mempunyai tingkat risiko rendah. Analisis portofolio kredit ritel Kanca BRI Tangerang dikaitkan dengan analisis terhadap faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal meliputi kondisi perekonomian dan perbankan nasional secara umum, potensi wilayah Tangerang, kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia di bidang perbankan. Faktor internal meliputi kinerja Kanca BRI Tangerang, kebijakan Kantor Pusat BRI tentang perkreditan, pertumbuhan kredit berdasarkan sektor ekonomi, kualitas kredit. Data yang dipakai dalam analisis portofolio adalah data kredit ritel komersiil selama 5 tahun terakhir (1998-2002). Data eksternal diperoleh dari BPS Kodya dan Kabupaten Tangerang, Bank Indonesia dan berbagai bacaan literatur. Data intern berupa data RSP (register Sisa Pinjaman), Laporan Neraca dan Laba Rugi Kanca BRI Tangerang, Laporan Tahunan Kantor Pusat BRI. Dari analisis kinerja Kanca diperoleh hasil bahwa pada tahun 1998 dan 1999, Kanca menderita kerugian yang diakibatkan negative spread. Total aktiva (Total Asset) BRI Kanca Tangerang terus mengalami peningkatan dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002 yaitu sebesar 29,59%. Demikian juga dengan Earning Asset (dalam hal ini pinjaman yang diberikan), menunjukkan peningkatan yang sangat positif dari tahun 1998 sampai dengan September 2002 yaitu sebesar 96,36%. Perkembangan di sisi pinjaman tidak diikuti pada perkembangan simpanan yang hanya sebesar 0,65% pada September 2002 dibanding tahun 1998. Kualitas kredit yang paling buruk terjadi pada tahun 1998 (puncak krisis). Diantara empat sektor ekonomi, yang paling parah adalah sektor perdagangan dan jasa, diikuti sektor industri. Ada suatu fenomena menarik bahwa pada saat krisis sektor pertanian justru memiliki kualitas yang paling baik dibanding semua sektor ekonomi. Pada saat itu, nilai ekspor sebagian besar komoditas agribisnis mencapai puncaknya dengan naiknya nilai mata uang US$ terhadap Rupiah. Kondisi sebaliknya terjadi pada tahun 2001 dan 2002 yaitu kualitas kredit sektor pertanian lebih buruk dari sektor yang lainnya. Dari hasil olahan atas data realisasi tingkat pengembalian kredit ritel komersiil Kanca BRI Tangerang dari tahun 1998 sampai dengan September 2002 dengan menggunakan software Markowitz Model, dari empat sektor ekonomi ternyata sektor pertanian mempunyai rata-rata return paling tinggi. Di sisi lain, return yang tinggi ini diikuti dengan standar deviasi yang paling tinggi diantara keempat sektor ekonomi yang dianalisis. Rata-rata realiasi tingkat pengembalian sektor pertanian adalah sebesar 23,5%, dengan tingkat risiko sebesar 6,1%. Sektor ekonomi yang mempunyai risiko paling kecil adalah sektor jasa dengan rata-rata realisasi tingkat pengembalian sebesar 19,6% dan tingkat risiko sebesar 2,2%. Portofolio kredit ritel komersiil Kanca BRI Tangerang past performance mempunyai komposisi sektor Industri sebesar 21%, sektor jasa 15%, sektor perdagangan 55% dan sektor pertanian 9%. Portofolio ini ternyata memberikan nilai harapan tingkat pengembalian portofolio 18,9% dengan standar deviasi portofolio sebesar 1,7%. Dengan memperhatikan beberapa asumsi diatas, maka dibuat suatu simulasi beberapa komposisi portofolio kredit. Dibuatnya simulasi tersebut adalah untuk melihat kemungkinan komposisi yang paling optimal yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan manajemen selanjutnya. Simulasi ini dibuat dalam beberapa kombinasi yang berbeda antar 4 sektor ekonomi. Dalam setiap simulasi tetap dimunculkan seluruh sektor ekonomi namun dengan porsi yang berbeda, akan tetapi secara total tetap berjumlah 100%. Alasan tetap digunakannya 4 sektor ekonomi dalam setiap simulasi karena dua dari empat sektor tersebut mempunyai koefisien korelasi negatif. Sehingga dalam setiap simulasi portofolio tersebut diharapkan memberikan komposisi portofolio yang optimal. Skenario I, komposisi kredit berdasarkan Business Plan BRI tahun 2002 yaitu sektor industri 10%, sektor jasa 30%, sektor perdagangan 30% dan sektor pertanian 30%, nilai harapan tingkat pengembalian portofolio 20,2% dengan tingkat risiko 1,9%. Skenario II, komposisi portofolio didasarkan pada asumsi pertumbuhan kredit untuk tahun 2003 yang dihitung sama dengan pertumbuhan tahun 2002 terhadap tahun 2001, namun untuk sektor perdagangan diasumsikan tetap sama dengan posisi September 2002 Komposisi yang terbentuk adalah sektor industri 24.8%, sektor Jasa 22.6%, sektor perdagangan 42.6% dan sektor pertanian 10% dengan nilai harapan tingkat pengembalian portofolio sebesar 19,2% tingkat risiko sebesar 1,6%. Skenario III, Komposisi kredit dibuat dengan batasan dan pertumbuhan kredit sama seperti pada skenario II, namun untuk pertumbuhan sektor jasa dan sektor pertanian dilipatduakan, sektor perdagangan tetap sama dengan tahun 2002 Komposisi yang terbentuk sektor industri 21,9%, sektor Jasa 30%, sektor pertanian 37,5% dan sektor pertanian 10,6% dengan harapan tingkat pengembalian portofolio sebesar 19.3% tingkat risiko portofolio 1,6%. Skenario IV, portofolio kredit ritel komersiil dengan porsi masing-masing sektor ekonomi sebesar 25%, harapan tingkat pengembalian portofolio sebesar 20,1% dengan tingkat risiko (standar deviasi) sebesar 2,0%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159663
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository