View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penerapan Metode Activity Based Costing Untuk Penetapan Harga Pokok Produksi Pt. Kebun Ciputri Molek

      Thumbnail
      View/Open
      full text (6.079Mb)
      Date
      2003
      Author
      Dhamayanti, Ratna
      Tanopruwito, Djoni
      Siregar, Hermanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam menghadapi persaingan, perusahaan harus memiliki kemampuan bertahan dan berkembang, yaitu dengan memiliki respons yang cepat dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan konsumen, menghasilkan produk dan jasa yang bermutu serta cost effective. Untuk menjadi perusahaan yang cost effective, manajemen perusahaan senantiasa harus melakukan peningkatan (improvement) terhadap berbagai aktivitas penambah nilai (value-added activities) yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa serta mengurangi dan bahkan menghilangkan aktivitas yang tidak menambah nilai (non value-added activities) yang tidak diperlukan, sehingga konsumen hanya dibebani biaya-biaya untuk aktivitas penambah nilai Dalam menghasilkan produk dan jasa diperlukan aktivitas dan setiap aktivitas mengkonsumsi sumber daya, maka setiap sistem informasi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa akan sangat bermanfaat bagi manajemen dalam mengelola aktivitas perusahaan. Salah satu keputusan manajerial yang penting adalah yang menyangkut penggunaan metode harga pokok produksi (HPP). Penentuan harga pokok dengan metode konvensional bak dengan full costing maupun dengan variable costing tidak menggambarkan penentuan harga pokok produksi yang akurat, sehingga dapat berdampak pada penetapan harga jual yang tidak kompetitif. Activity-Based Costing pada dasamya ya merupakan metode penentuan harga produk pokok produk yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok produk secara cermat dan akurat bagi kepentingan manajemen, dengan mengukur secara cermat konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk, karena pada dasamya biaya terjadi bukan semata- mata karena produksi atau menghasilkan sesuatu, melainkan karena adanya kegiatan atau aktivitas PT. Kebun Ciputri Molek merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang agnbisnis, lebih khususnya pada bisnis florikultura, yaitu budidaya tanaman bunga dan tanaman hias. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis florikultura umumnya menghasilkan multi produk, yaitu berbagai jenis bunga dan tanaman hias dengan berbagai varietas. PT. Kebun Ciputri Molek saat ini telah memproduksi berbagai komoditi bunga potong, bunga pot serta bunga pengisi (Filler) Blunga potong yang diproduksi meliputi bunga Carnation tipe standard dan tipe spray, Chrysanthemum tipe standard dan tipe spray, serta bunga Lisianthus. Bunga pot terdiri dari Chrysanthemum pot serta Poinsettia pot, sedangkan bunga pengisi (ler) terdin dan Gypsophilla, Caspea, serta Ruscus Selain itu, PT. Kebun Ciputi Molek juga memproduksi dan menjual bibit Chrysanthemum dan bibit Camation. Dalam menetapkan harga pokok produksinya, umumnya perusahaan menerapkan metode konvensional dengan memprediksi secara kasar antara bahan baku, tenaga kerja dan biaya overhead lainnya menjadi biaya rata-rata per satuan produksi. Mengingat ketatnya industri bunga dan tanaman hias, perusahaan harus menetapkan harga yang bersaing bagi produknya, yang akan ditentukan oleh ketepatan perhitungan harga pokok produknya. Biaya yang dianggarkan dengan menggunakan metode Activity- Based Costing diharapkan akan mendekati biaya aktual daripada dengan sistem konvensional/tradisional Penelitian ini bertujuan untuk (a) menentukan harga pokok produksi (HPP) masing-masing produk dengan metode pembiayaan berdasarkan aktivitas dan membandingkannya dengan harga pokok produksi berdasarkan metode perusahaan; (b) mengetahui aktivitas penambah nilai (value-added activity) dan aktivitas yang tidak menambah nilai (non value-added activity) yang terjadi di perusahaan dan (c) menentukan produk unggulan yang dapat dikembangkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi kasus pada suatu perusahaan dan dibatasi pada ruang lingkup akuntansi manajerial dengan metode deskriptif dengan informasi yang bersumber dari internal maupun ekstemal, baik berupa data primer maupun sekunder. Data primer yang digunakan untuk menganalisa harga pokok produksi berdasar aktivitas, dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak yang representatif dan kompeten terhadap jenis data yang dibutuhkan. Selain itu, juga dilakukan pengamatan langsung terhadap jalannya proses produksi, sejak persiapan bahan baku hingga selesai diproduksi dan didistribusikan. Data yang termasuk data sekunder diperoleh dari catatan atau laporan-laporan operasi produksi, seperti data rencana dan realisasi produksi untuk masing-masing produk serta data rencana dan realisasi biaya Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yang diperlukan antara lain tentang situasi umum perusahaan, struktur organisasi, serta proses produksi, sedangkan data kuantitatif yang diperlukan diantaranya adalah data produksi dan data biaya-biaya. Data yang digunakan merupakan data historis sesuai dengan ketersediaan di perusahaan. Dalam pengolahan data digunakan software Microsoft Excel. Mekanisme pengolahan dan analisis data adalah sebagai berikut: (1) identifikasi pemacu biaya (2) pengelompokan aktivitas dalam homogen cost; (3) penghitungan tarif pool (pool rate); (4) pembebanan biaya overhead ke masing-masing produk berdasarkan tarif pool dan (5) melakukan penghitungan harga pokok produksi. Berdasarkan hasil pengamatan, perhitungan dan pembahasan, maka terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan, yaitu: (1) Terdapat perbedaan antara harga pokok produksi yang ditetapkan berdasarkan metode Activity- Based Costing dengan metode perusahaan. Persentase komponen biaya produksi atau harga pokok produksi yang terbesar adalah biaya bahan baku, kemudian biaya overhead, tenaga kerja langsung, dan persentase komponen biaya terkecil adalah biaya kemasan, (2) Berdasarkan penghitungan harga pokok produksi dengan metode Activity-Based Costing, diketahui bahwa beberapa produk mengalami overvalue dan undervalue pada penentuan harga pokok produksi dengan metode perusahaan. Hal ini mengakibatkan adanya subsidi silang biaya antar produk, (3) Produk yang mengalami overvalue antara lain Bibit Camation, Camation Potong. Lisianthus Potong. Poinsettia Pot, Gypsophila, Caspea dan Ruscus. Overvalue terjadi karena produk dibebani biaya yang tidak seharusnya dibebankan pada produk tersebut. Undervalue terjadi pada beberapa produk, yaitu, Bibit Chrysanthemum, Chrysanthemum Potong dan Chrysanthemum Pot. Hal ini terjadi karena biaya yang seharusnya secara penuh dibebankan pada produk ini, dibebankan secara merata pada produk-produk lain; (4) Berdasarkan rasio laba yang diperoleh dan daya serap pasar yang ada, maka diketahui bahwa terdapat beberapa produk unggulan yang dapat lebih dikembangkan perusahaan, yaitu Bibit Chrysanthemum, Bibit Carnation, Camation Potong, Chrysanthemum Pot dan Gypsophilla (5) Penelusuran aktivitas menunjukkan adanya aktivitas yang menambah nilai (value-added activity) dan aktivitas yang tidak menambah nilai (non value-added activity). Aktivitas yang menambah nilai yang perlu dipertahankan antara lain penggunaan mata air untuk pengairan lahan, produksi bibit Chrysanthemum yang dapat menghemat biaya bahan baku, serta hubungan kerjasama dengan petani afiliasi dan perusahaan pemasaran bunga potong. Aktivitas yang tidak memberi nilai tambah yang perlu dikurangi atau dieliminasi antara lain penggunaan cold storage, pengadaan bibit dengan cara membeli, penggunaan tenaga kerja peda malam hari, serta terlalu luasnya lahan yang belum dimanfaatkan secara ekonomis. Kesimpulan yang terakhir adalah bahwa metode Activity-Based Costing dapat diterapkan di PL. Kebun Ciputri Molek untuk mengalokasikan biaya overhead dengan lebih tepat, sehingga dapat ditetapkan harga pokok produksi yang lebih akurat. Beberapa saran yang direkomendasikan kepada manajemen PT. Kebun Ciputri Molek yaitu: (1) Penerapan metode Activity-Based Costing diharapkan dapat mengalokasikan biaya overhead perusahaan secara lebih tepat, sehingga pada akhimya akan diperoleh penetapan harga pokok produksi yang lebih akurat. Dalam menerapkan metode Activity-Based Costing diperlukan dukungan dari semua pihak, mulai dari pimpinan perusahaan, kepala kebun produksi, karyawan produksi dan administrasi. Mengingat proses budidaya yang dilalui produk cukup lama dan beragam waktunya (3 minggu sampai dengan 18 bulan), maka pencatatan di bagian produksi dan keuangan harus lengkap dan rinci, (2) Perusahaan sebaiknya lebih berhati-hati dalam memasukkan komponen biaya overhead dan tidak mengabaikan biaya walau sekecil apapun. Hal ini disebabkan karena masih terdapat banyak komponen biaya produksi yang belum diperhitungkan perusahaan dalam harga pokok produksi; (3) PT. Kebun Ciputri Molek masih memiliki lahan yang cukup luas untuk dapat digunakan secara fungsional dan secara ekonomis dapat menguntungkan, misalnya dengan pembuatan showroom; (4) Biaya bahan baku merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi. Penurunan biaya bahan baku akan sangat membantu dalam menurunkan biaya produksi. Salah satu caranya adalah dengan mencoba memproduksi bibit sendiri untuk semua tanaman yang ditanam, karena biaya bibit memiliki proporsi biaya terbesar dalam biaya bahan baku; (5) Kegiatan pengawasan lampu mungkin dapat dipertimbangkan untuk dibebankan pada penjaga malam agar tidak terjadi pemborosan biaya tenaga kerja, (6) Perusahaan diharap dapat meningkatkan volume penjualan dengan berusaha memasarkan sendiri produknya dan tidak hanya bergantung pada perusahaan pemasaran Trad. Co.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159662
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository