View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Formulasi Strategi Bisnis Pt. Tekad Mandiri Citra Bandung

      Thumbnail
      View/Open
      full text (59.76Mb)
      Date
      2003
      Author
      Kurniadi, Adrian
      Kirbrandoko
      Gumbira-Said, E.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Industri peternakan memiliki prospek baik yang ditunjukkan adanya populasi ternak yang cenderung meningkat. Pada tahun 2002 bila dibandingkan dengan tahun 2001, secara keseluruhan terdapat peningkatan populasi hewan ternak. Pertumbuhan industri ternak memicu perkembangan pada industri hulunya (upstream agribusiness) yaitu penyediaan sarana produksi ternak berupa obat-obatan hewan. Obat-obatan hewan dapat dikategorikan menjadi empat golongan besar yaitu biologik, farmasetik, premiks dan lain-lain PT. Tekad Mandiri Citra (TMC) didirikan pada tahun 1999. PT. TMC merupakan perusahaan produsen dan distributor obat hewan serta merupakan perusahaan yang sedang berkembang. PT. TMC mendistribusikan produk obat hewannya melalui staf Technical Service yang merupakan para dokter hewan dan sarjana peternakan yang juga memberikan advis medik kepada para peternak Produk PT. TMC untuk saat ini lebih banyak didominasi oleh obat hewan untuk ayam ras terutama pedaging dan petelur. Produk-produknya seperti Enroten, TM Vita, Sirnaset, Cotrimazine, Ciprolon, Spectaral, Colistan, dan lain-lain. Sebagai perusahaan baru, PT. TMC langsung menghadapi persaingan yang sengit antar produsen dan distributor obat hewan mengingat sudah banyak perusahaan yang beroperasi di industri obat hewan terlebih dahulu yaitu PT. Dos Ni Roha, PT. Medion, PT. Paeco Agung, PT. Romindo Primavetcom, PT. Surya Hidup Satwa, PT. Vaksindo Satwa Nusantara, dan lain-lain. Mengingat persaingan yang begitu ketat antar produsen dan distibutor perusahaan obat hewan. PT. TMC merasa perlu untuk menyusun strategi bisnis agar dapat menghadapi pesaing dan mengembangkan bisnis di industri obat hewan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi posisi bersaing PT. TMC dalam industri obat hewan di Indonesia, menformulasikan alternatif strategi bisnis yang dapat diterapkan PT. TMC, dan merekomendasikan alternatif strategi bisnis bgai PT. TMC. Kegiatan penelitian dilaksanakan di kantor pusat PT. TMC yang berlokasi di Jalan Raya Kawaluyaan No 20 A, Bandung, Jawa Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2003. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling (sengaja). Total jumlah responden sebanyak sembilan orang yang terdiri atas lima orang responden internal dan empat orang responden eksternal yang kompeten dalam industri obat hewan. Analisis data yang dilakukan mencakup (1) Analisis deskriptif dan fungsional yang bertujuan untuk mendeskripsikan visi dan misi perusahaan, dan gambaran kondisi internal perusahaan seperti manajemen, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, dan sistem informasi manajemen. Analisis deskriptif dan fungsional dilakukan untuk memperoleh gambaran umum keadaan perusahaan sebagai lengkah awal untuk melakukan analisis yang lebih dalam. (2) Analisis Internal-Eksternal untuk mendapatkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan organsisasi sehingga dapat diketahui posisi perusahaan dalam matriks I-E. (3) Matriks TOWS untuk memperoleh berbagai rekomendasi strategi yang sesuai dengan keadaan internal dan eskternal perusahaan. (4) Analisis QSPM untuk memperoleh prioritas alternatif strategi bisnis perusahaan untuk diimplementasikan. Pernyataan visi PT. TMC ialah : “Sebuah perusahaan produsen dan distributor obat hewan yang mengedepankan profesionalisme dan teknologi yang didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki komitmen terhadap disiplin ilmu dan pelayanan” di lain pihak misi PT. TMC antara lain (1) berperan aktif menyempurnakan teknologi usaha, pencegahan dan pengobatan penyakit ternak, antara lain ayam, sapi, kambing, domba, kuda, babi, (2) meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif usaha peternakan, (3) membuat rasa aman dan nyaman hewan kesayangan dan pemiliknya serta masyarakat, (4) seiring dengan putaran waktu, sumber daya manusia senantiasa ditingkatkan secara kuantitas dan kualitasnya, pendayagunaan komputerisasi untuk menopang manajemen secara umum, kerjasama bagian riset dan pengembangan dan teknis dengan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dan penelitian untuk pengembangan macam dan kualitas produk serta penyempurnaan teknologi di bidang usaha peternakan Apabila merujuk kepada falsafah dasar di atas, pihak perusahaan telah tepat menggambarkan visi dan misi perusahaan. Di masa mendatang perusahaan ingin mempertahankan posisi sebagai perusahaan produsen dan distributor obat hewan yang lebih mengutamakan profesionalisme sumber daya manusia dan teknologi serta komitmen kepada disiplin ilmu dan pelayanan. Di sini terlihat bahwa perusahaan lebih mengutamakan pelayanan dan profesionalisme yang berujung pada keakraban dengan pelanggan (Customer Intimacy). Untuk pernyataan misi, perusahaan mendefinisikannya tidak terlalu umum dan khusus melainkan gabungan atau kombinasi keduanya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan misi perusahaan. Selain tetap sebagai produsen dan distributor obat hewan, perusahaan berusaha untuk menyempurnakan teknologi usaha, pencegahan dan pengobatan penyakit ternak seperti ayam, sapi, babi, kambing, domba, kuda. Perusahaan juga memperhatikan kesehatan hewan-hewan peliharaan dan berusaha meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif usaha peternakan. Perusahaan berusaha senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, teknologi, serta lembaga riset dan pengembangan. Analisis faktor strategis eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang berasal dari lingkungan eksternal sehingga diketahui peluang yang bisa dimanfaatkan dan ancaman yang harus diantisipasi oleh sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan analisis ini didapatkan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PT. TMC ialah jumlah peternak yang meningkat, pertumbuhan populasi hewan ternak, kebijakan pemerintah berkenaan dengan industri obat hewan, potensi pasar yang masih terbuka luas, dan kondisi sosial dan budaya masyarakat. Adapun faktor strategis eksternal yang dapat menjadi ancaman dan harus diantisipasi oleh PT. TMC ialah fluktuasi permintaan dan harga DOC, kondisi persaingan industri, kondisi ekonomi yang belum pulih, situasi politik dan keamanan, ketergantungan akan bahan baku impor, era perdagangan pasar bebas, tingkat suku bunga dan harga produk obat hewan pesaing. Hasil analisis faktor-faktor strategis eksternal PT. Tekad Mandiri Citra menunjukkan bahwa total nilai yang diperoleh ialah 2,93. Besaran tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kemampuan perusahaan cukup baik dalam merespon berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal dan berada pada posisi sedang. Faktor strategis internal yang merupakan kekuatan PT. TMC ialah citra merek, produk yang berkualitas, SDM yang berkualitas, supervisi/leadership oleh pimpinan, pengalaman formulasi/teknis obat hewan, semangat membangun dan belajar, layanan advis medik, problem solver dan keakraban dengan pelanggan, dan cara pembayaran produk. Lalu yang menjadi kelemahan PT. TMC ialah keterbatasan modal, belum berfungsinya lembaga riset dan pengembangan, kekurangan tim promosi, sarana teknologi sederhana, struktur organisasi yang belum optimal, koordinasi antar departemen kurang selaras, struktur tim pemasaran yang belum optimal, ketersediaan produk dan kurangnya motivasi dan mentalitas karyawan. Hasil analisis faktor-faktor strategis internal PT. Tekad Mandiri Citra menunjukkan bahwa total nilai yang diperoleh ialah 2,76. Besaran nilai tersebut menggambarkan bahwa tingkat kemampuan perusahaan berada pada posisi rata-rata. Penggabungan evaluasi faktor-faktor strategis eksternal dan internal menghasilkan posisi PT. Tekad Mandiri Citra dalam matriks I-E di kuadran V dengan sumbu koordinat (2,76; 2,93), berada pada posisi pertahankan dan pelihara (hold and maintain). Strategi umum yang digunakan untuk perusahaan yang berada pada posisi tersebut ialah strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk. Matriks TOWS menghasilkan tujuh alternatif strategi yakni : strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi peningkatan loyalitas pelanggan, strategi penetrasi pasar, strategi pembenahan struktur organisasi, strategi pengembangan kemitraan dan strategi unggul kualitas dengan prioritas alternatif strategi yang pertama, kedua dan ketiga berturut-turut ialah strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan produk dan keakraban peningkatan loyalitas pelanggan dengan nilai TAS masing-masing berurutan yakni 5,71; 5,66 ; dan 5,62 berdasarkan analisis QSPM. Beberapa saran yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen PT. TMC dalam strategi bisnisnya ialah 1) Perlu penelitian lanjutan atau menggunakan jasa konsultan sumber daya manusia mengenai identifikasi kebutuhan dan pelaksanaan pelatihan karyawan baik untuk memperbaiki moral hazard dan kemampuan pemasaran tenaga Technical Service yang berorientasi pada konsumen, 2) Pihak manajemen perusahaan dapat melakukan kegiatan peningkatan motivasi karyawan terutama para tenaga Technical Service, dengan cara mengadakan “Morning Call” di kantor pusat dan cabang, pihak manajemen dapat selalu menciptakan sikap mental positif tenaga Technical Service dan memberikan reward bisa berupa pemberian “gift” atas prestasinya selain insentif yang sudah ada. Gift ini dapat berupa suvenir-suvenir kecil yang memberikan gambaran mengenai perusahaan dan memberikan rasa bangga bagi para Technical Service, 3) Perusahaan segera melakukan pembenahan struktur organisasi sehingga tidak terjadi benturan komunikasi. Pembenahan struktur organisasi ini dilakukan oleh pihak manajemen puncak perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas maka akan jelas alur delegasi wewenang dan tugas serta jalur komunikasi baik di kantor pusat dan antar kantor cabang, 4) Mengingat pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang semakin pesat maka perusahaan perlu meningkatkan produksi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain membeli mesin dengan kemampuan yang lebih baik atau dengan memodifikasi mesin bahkan kalau perlu menambah shift karyawan produksi dari satu shift menjadi dua shift, 5) Mempertimbangkan pelaksanaan alternatif strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar, dan strategi peningkatan loyalitas pelanggan sebagai hasil penelitian tesis ini.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159628
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository