View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penerapan Target Costing dan Activity Based Costing Untuk Menentukan Harga Gaplek Di Tingkat Petani : Studi Kasus Di Cv Perdana Bhakti Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      full text (2.820Mb)
      Date
      2003
      Author
      Mardiana
      Syah, Hamdani M
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan agribisnis di Indonesia semakin semarak, sehingga penanganannya haruslah serius, dengan memperhatikan produksi hulu budidaya dan produksi hilir secara terpadu dalam pengelolaannya yang perlu diperhatikan adalah stabilitas harga, kontinuitas bahan baku, dan persaingan pasar sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup petani. Kabupaten Kapuas mempunyai sumber daya alam berupa lahan dan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman ubi kayu, dan sumber daya manusia yang sebagian besar penduduknya berusia produktif. Hal ini juga didukung adanya permintaan tepung industri yang cukup tinggi, sehingga mendorong pemerintah daerah menggalakkan program pertanian dengan pola agribisnis untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ubi kayu, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani ubi kayu. CV. Perdana Bhakti merupakan satu-satunya industri tepung gaplek yang ada di Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Industri ini mengolah gaplek menjadi tepung gaplek dan memformulasikannya sebagai tepung industri yang dipergunakan sebagai Filler Exstender dalam formula glue (lem) pada industri plywood yang ada di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, Kota Sampit Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dan Banjarmasin Kalimantan Selatan. Seiring dengan kebijakan Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Kapuas untuk mengembangkan agribisnis di daerah-daerah sentra produksi, keberadaan CV. Perdana Bhakti mampu menyerap produksi ubi kayu di Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Tanaman ubi kayu di daerah tersebut umumnya langsung diolah menjadi gaplek, hal ini merupakan nilai tambah yang didapatkan oleh petani ubi kayu. Rumusan masalah penelitian ini adalah : (1) Bagaimana aktivitasaktivitas yang terjadi dalam proses produksi tepung industri yang digunakan sebagai Filler Exstender dalam formula glue agar tercapai biaya yang ditargetkan oleh perusahaan ? (2) Bagaimana menetapkan formula harga gaplek yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan tepung industri yang digunakan sebagai Filler Exstender dalam formula glue di tingkat petani Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah? Tujuan penelitian adalah : (1) Mengetahui aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam proses produksi tepung industri agar aktivitas-aktivitas tersebut dapat mencapai biaya yang ditargetkan oleh perusahaan, (2) Menetapkan formula harga gaplek yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan tepung industri yang digunakan sebagai Filler Exstender dalam formula glue di tingkat petani Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus di CV. Perdana Bhakti yang berlokasi di Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengamatan, pencatatanan wawancara langsung yang diperoleh dari petani ubi kayu dan pihak perusahaan. Pengumpulan data sekunder meliputi data yang diperoleh dari instansi terkait yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kapuas dan dari BPS yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Penentuan harga gaplek melalui biaya bahan baku dari CV. Perdana Bhakti dengan menggunakan penerapan target costing, dan activity based-costing. Target costing digunakan untuk memperoleh biaya target berdasarkan harga jual tepung industri yang ditentukan oleh pasar dan laba yang diharapkan oleh perusahaan. Diketahui harga jual tepung industri CV. Perdana Bhakti, yang sudah memperhitungkan adanya persaingan pasar secara kompetitif adalah sebesar Rp. 345.000.000,- untuk penjualan 300.000 kg tepung industri dan laba yang diharapkan oleh perusahaan adalah sebesar 18 %, untuk produksi tepung industri sebesar 300.000 kg per bulan laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 62.100.000,-, dari hasil perhitungan diatas didapat biaya target adalah sebesar Rp. 282.900.000,- (untuk produksi tepung industri 300.000 kg). Biaya produksi, biaya umum dan admnistrasi dan biaya pemasaran ditelusuri dengan pendekatan activity based-costing, dimana perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk memproduksi produk. Aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam proses produksi tepung industri CV. Perdana Bhakti adalah berdasarkan pada komponen-komponen aktivitas yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pembuatannya, yaitu : aktivitas pemasaran, aktivitas umum dan administrasi, aktivitas pinjaman, aktivitas penggunaan tenaga kerja langsung, aktivitas penggunaan bahan baku pembantu, aktivitas penggunaan tenaga kerja tidak langsung, aktivitas pemakaian listrik, aktivitas pemakaian bahan bakar dan bahan pelumas, aktivitas penggunaan kemasan, aktivitas pengiriman, dan aktivitas penyusutan. Setelah mengasosiasikan berbagai biaya dengan berbagai aktivitas, diperoleh total biaya produksi, biaya umum dan admnistrasi, biaya pemasaran dan biaya pinjaman dengan penerapan activity based-costing adalah sebesar Rp. 116.932.166,67. Sehingga dapat dihitung biaya bahan baku gaplek adalah sebesar Rp.165.967.833,33. Diketahui untuk menghasilkan tepung industri 300.000 kg per bulan dibutuhkan gaplek sebanyak 313.333 kg per bulan, maka didapat biaya bahan baku gaplek per kg adalah Rp. 529,68. Jadi dapat dilihat bahwa dengan harga beli gaplek sebesar Rp. 529,68 dan harga jual tepung industri sebesar Rp. 1.150,- , maka CV. Perdana Bhakti sudah mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan harapan yaitu sebesar 18 %. Analisa usaha tani yang dilakukan petani ubi kayu, didasarkan pada pemanfaatan sumber daya tenaga kerja dan sarana produksi untuk mengolah ubi kayu menjadi gaplek secara optimal, sehingga memberikan hasil yang tinggi. Tenaga kerja diperlukan untuk kegiatan pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, serta panen dan pascapanen. Sarana produksi atau saprodi berupa bibit, pupuk yang digunakan seperti SP 36/TSP, KCl dan Urea sedangkan obatobatan yang digunakan seperti jenis herbisida yaitu ristop, pomaris dan polaris. Biaya usaha tani ubi kayu per hektar untuk sekali musim tanam dari petani responden kelompok I adalah Rp 1.845.720,78, petani responden kelompok II adalah Rp 1.209.338,94, dan petani responden kelompok III adalah Rp 1.410.248,11. Formula harga gaplek digunakan untuk mencari harga gaplek dilihat dari sisi perusahaan sebagai biaya beli bahan baku gaplek kepada petani ubi kayu yang digunakan untuk pembuatan per kg tepung industri, formula ini dibuat untuk memudahkan apabila terjadi perubahan baik harga jual tepung industri, laba yang diinginkan perusahaan, maupun biaya produksinya. Dari sisi petani, harga pasar gaplek di Kabupaten Kapuas adalah Rp. 450,- per kg. Dengan harga gaplek Rp. 450,- per kg, maka laba yang diperoleh petani ubi kayu kelompok I adalah sebesar Rp 1.183.994,32, petani ubi kayu kelompok II adalah sebesar Rp 4.564.554,87, dan petani ubi kayu kelompok III adalah sebesar Rp 10.615.511,80. Dengan penerapan target costing dan activity based costing, maka laba yang diperoleh per hektar petani responden kelompok I adalah Rp 1.679.632,37, petani responden kelompok II adalah Rp 5.778.179,40, dan petani responden kelompok III adalah Rp 13.416.922,62. Selisih dari harga pasar gaplek dan harga beli bahan baku oleh CV. Perdana Bhakti adalah merupakan kelebihan pendapatan yang diterima oleh petani ubi kayu apabila menjual gapleknya ke CV. Perdana Bhakti, petani ubi kayu kelompok I mendapatkan sebesar Rp 495.638,05, petani ubi kayu kelompok II mendapatkan sebesar Rp 1.213.624,53, dan petani ubi kayu kelompok III mendapatkan sebesar Rp 2.801.410,82. Dengan harga gaplek tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani ubi kayu di Desa Gandang Kecamatan Maliku Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159619
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository