Model Peningkatan Kapabilitas Inovasi Nasional
View/ Open
Date
2018Author
Gunadi, Ahmad Dading
Arkeman, Yandra
Syarief, Rizal
Rahardjo, Teguh
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia sangat perlu memiliki model peningkatan kapabilitas inovasi
nasional Indonesia yang komprehensif untuk menjadi acuan dalam menentukan
kebijakan untuk meningkatkan kemampuan inovasi nasional. Model Peningkatan
Kapabilitas Inovasi Nasional akan menjadi kunci sukses bagi negara di masa
depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang model simulasi yang
dapat mewakili perilaku pemangku kepentingan terkait dalam peningkatan
kapabilitas inovasi nasional. Interaksi di antara para pemangku kepentingan dalam
model kemampuan inovasi nasional Indonesia sangat dinamis dan kompleks.
Dengan demikian, penggunaan metodologi sistem dinamik dalam penelitian ini
sangat tepat. Sistem dinamik dapat menganalisis sistem secara dinamik dan
berubah dari waktu ke waktu.
Indikator output yang digunakan untuk mengukur peningkatan kapabilitas
inovasi nasional adalah jumlah publikasi ilmiah, jumlah aplikasi paten, dan nilai
ekspor produk teknologi tinggi. Data input digunakan sebagai data dasar adalah
data pada tahun 2011. Data ini adalah sebagai berikut: Dana Penelitian dan
Pengembangan Pemerintah IDR 3.104 miliar, jumlah publikasi ilmiah 1.281,
jumlah aplikasi paten 533, dan ekspor teknologi tinggi USD 5.728 juta. Model
tersebut dijalankan selama 20 kali. Pada titik akhir, jumlah publikasi ilmiah
menjadi 245.131, jumlah aplikasi paten menjadi 82.429, dan ekspor produk
teknologi tinggi USD 71.901 juta.
Kemudian melakukan enam skenario pada model. Tambahan kenaikan
pendanaan litbang Pemerintah sebesar 5% pada skenario pertama sangat
berpengaruh terhadap peningkatan semua output inovasi, terutama ekspor produk
teknologi tinggi yang meningkat sebesar 92%. Pada skenario kedua, kenaikan
tingkat kolaborasi sebesar 30% menunjukkan peningkatan yang besar pada ekspor
produk teknologi tinggi sebesar 32%. Kenaikan tingkat kompetensi peneliti
sebesar 30% pada skenario ketiga menunjukkan peningkatan output inovasi, tetapi
lebih kecil dibandingkan dengan perubahan pada kenaikan tingkat kolaborasi.
Berbeda ketika kedua variabel input tersebut dinaikkan secara bersamaan pada
skenario keempat, dimana semua output inovasi meningkat secara tajam, terutama
pada ekspor produk teknologi tinggi. Sementara itu, tambahan kenaikan litbang
industri sebesar 5% pada skenario kelima, menghasilkan peningkatan ekspor
produk teknologi tinggi sebesar 32%. Peningkatan output inovasi lebih besar lagi
pada skenario keenam yaitu, dengan melakukan perubahan pada semua variabel
input yaitu pertambahan kenaikan dana litbang Pemerintah dan Industri masingmasing
sebesar 5%, tingkat kolaborasi sebesar 30%, tingkat kompetensi peneliti
sebesar 30%. Output inovasi yang dihasilkan adalah jumlah publikasi ilmiah
meningkat 175%, aplikasi paten 182%, dan ekspor produk teknologi tinggi 246%.
Penelitian ini dibatasi pada input yang meliputi dana penelitian dan
pengembangan Pemerintah dan Industri, tingkat kolaborasi antar peneliti dan
tingkat kompetensi peneliti. Implikasi kepada kebijakan adalah Pemerintah harus
berkomitmen untuk terus meningkatkan pendanaan litbang kepada lembaga litbang, perguruan tinggi, juga kepada industri. Dengan ketersediaan anggaran
dana litbang Pemerintah yang terbatas, Pemerintah dapat mengoptimalkan upaya
untuk mendorong terus kolaborasi antar peneliti atau stakeholder. Interaksi antar
stakeholder sangat besar pengaruhnya dalam mengakselerasi kapabilitas inovasi
nasional. Selain itu, peningkatan kompetensi peneliti juga sangat penting
dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para peneliti dalam melakukan
penelitian dan pengembangan.
Untuk mengembangkan model lebih lanjut, perlu dilakukan kajian lanjutan
yaitu : (a) penambahan variabel input di samping tingkat kenaikan dana litbang,
tingkat kolaborasi dan tingkat kompetensi peneliti; (b) besaran dampak output
inovasi, misalnya kepada peningkatan jumlah produk inovasi dan perusahaan
pemula berbasis teknologi; dan (c) skema pendanaan beresiko tinggi bagi start up
berbasis teknologi.
Collections
- DT - Business [372]
