Model Minat Perguruan Tinggi Berbasis Preferensi Dengan Perilaku Terencana, Merek Dan Kelompok Referensi
View/ Open
Date
2018Author
Harwani, Yuli
Suharjo, Budi
Nurmalina, Rita
Supriyanto, Gendut
Metadata
Show full item recordAbstract
Minat masyarakat utuk melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi
dilatarbelakangi harapan untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan
hidup yang baik di masa depan. Pada sektor pendidikan tinggi, memperlihatkan
persaingan yang semakin kompetitif dan untuk itu perlu merubah orientasi
pengelolaan menjadi seperti bisnis. Besarnya minat calon mahasiswa terhadap
perguruan tinggi menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pengelolaan institusi
pendidikan tinggi. Perguruan tinggi perlu mengetahui dan mengidentifikasi faktorfaktor
yang memengaruhi minat calon mahasiswa sebagai konsumennya. Terdapat
perbedaan pendapat atas faktor-faktor yang membentuk minat konsumen
perguruan tinggi. Untuk itu, diperlukan upaya identifikasi dan analisis terhadap
faktor-faktor yang dianggap memengaruhi minat konsumen perguruan tinggi agar
bisa mengetahui proses pembentukannya. Minat terbentuk dipengaruhi oleh
preferensi konsumen sehingga minat dapat diukur dengan mendasarkan pada
preferensi.
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor-faktor yang berperan
dalam pembentukan minat berbasis preferensi terhadap perguruan tinggi yaitu
faktor perilaku terencana sikap, norma subjektif, perceived behavioral control;
dimensi ekuitas merek persepsi kualitas, citra merek, komunikasi pemasaran
terintegrasi; dan peran kelompok referensi. Penelitian ini bertujuan untuk
memformulasikan model minat berbasis preferensi terhadap perguruan tinggi yang
dapat digunakan sebagai dasar dan pemahaman dalam menetapkan strategi untuk
memperoleh mahasiswa.
Penelitian survei dilakukan untuk pengumpulan informasi. Lokasi penelitian
ditetapkan di lima belas sekolah menengah atas negeri dan swasta di semua bagian
wilayah DKI Jakarta dengan menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara.
Data primer diambil dengan jumlah responden sebanyak 397 siswa sekolah
menengah atas kelas tiga, yang sudah memenuhi persyaratan untuk analisis
dengan metode Structural Equation Model – Lisrel. Penetapan responden
dilakukan dengan menentukan klasifikasi menggunakan teknik stratified random
sampling karena populasi bersifat heterogen dan dipilih menggunakan teknik
concenience sampling di setiap klasifikasi yang sudah ditetapkan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang diformulasikan memenuhi
persyaratan uji baik dan berarti model sesuai dengan kondisi aktual. Hasil
pengujian menyatakan bahwa sikap, norma subjektif, perceived behavioral
control, dan citra merek memengaruhi minat berbasis preferensi; sedangkan
persepsi kualitas, citra merek, komunikasi pemasaran terintegrasi, dan kelompok
referensi memengaruhi sikap. Demikian pula, citra merek memengaruhi perceived
behavioral control dan kelompok referensi memengaruhi norma subjektif.
Penelitian ini menghasilkan model minat berbasis preferensi yang terbentuk dari
dimensi ekuitas merek dan kelompok referensi melalui pengaruh faktor perilaku
terencana.
Model pembentukan minat berbasis preferensi untuk jasa dengan kategori
memerlukan keterlibatan tinggi dari konsumennya ini, menunjukkan bahwa
institusi memerlukan strategi integratif dengan faktor perilaku terencana, dimensi
ekuitas merek, dan kelompok referensi untuk memengaruhi konsumennya.
Peringkat terhadap kontribusi pentingnya faktor-faktor yang memengaruhi minat
berbasis preferensi ini dapat menjadi dasar untuk menetapkan strategi pemasaran
yang disesuaikan dengan kemampuan sumberdaya organisasi.
Collections
- DT - Business [372]
