Rancangan Bangun Model Sistem Peringatan Dini Pengelolaan Lapangan Penumpukan Petikemas Di Pt. Jakarta International Container Terminal Idonesia
View/ Open
Date
2016Author
Witjaksono, Arief
Marimin
Machfud
Rahardjo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Terminal petikemas adalah suatu tempat yang strategis dan penting,
mengingat hampir semua hasil industri dan bahan baku industri melalui tempat
tersebut. Persoalan yang terjadi di dalam terminal petikemas tersebut akan sangat
mempengaruhi sektor perekonomian, industri dan perdagangan. Akhir-akhir ini
isu waktu endap barang di terminal atau disebut dwell time (DT) menjadi isu
nasional dengan alasan yang telah disebutkan dan DT ini sebagai salah satu
penyebab tingginya tingkat pemakaian lapangan penumpukan atau disebut juga
yard occupancy ratio (YOR). Tingginya YOR akan menimbulkan beberapa
kerugian antara lain : terjadi kongesti sehingga performansi terminal menurun,
biaya operasional meningkat, pengiriman barang terlambat dan kerugian lainya.
Disamping itu banyaknya lembaga yang terlibat dalam proses pelayanan
pengiriman dan penerimaan barang, menyebabkan birokrasi dan persoalan antar
lembaga untuk bekerja secara bersama - sama. Pada saat YOR tinggi maka para
pihak cenderung untuk membela kepentinganya, hal ini bisa dipahami karena
sampai sekarang belum ada perangkat untuk memprediksi YOR kedepan.
Sementara peningkatan YOR terjadi dengan cepat dan untuk menurunkanya juga
membutuhkan waktu yang lama, oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk
merancang bangun model sistem peringatan dini. Apabila YOR sudah diketahui
sebelumnya maka pengelolaan lapangan menjadi lebih mudah dan dapat
menghindarkan kerugian-kerugian yang akan terjadi.
Terminal petikemas adalah bagian dari infrastruktur dan sistem logistik
nasional yang mempunyai peranan penting yaitu : sebagai sarana bongkar dan
muat barang untuk diteruskan kepada moda transport lainnya. Perbaikan di sektor
terminal petikemas ini diharapkan dapat ikut memperbaiki sistem logistik
nasional. Tujuan daripada penelitian ini yang dilakukan di terminal petikemas
adalah : (1) Mengetahui hubungan antara variabel DT dan YOR. (2) Merancang
model sistem peringatan dini untuk menangani masalah YOR petikemas Import di
PT. JICT. (3) Menentukan alternatif solusi yang diperlukan untuk menurunkan
DT dan mitigasi YOR di atas normal yang dilakukan. (4) Menentukan alternatif
strategi yang diperlukan, untuk menurunkan DT dan (5) Merancang model
kelembagaan sinergitas untuk menjalankan sistem peringatan dini.
Data yang digunakan adalah data sekunder operasional harian PT. JICT dan
data terkait lainnya, serta data primer atas masukan dari para pakar dengan
kuesioner, wawancara dan focus group discussion (FGD). Analisis data yang
digunakan adalah forecasting dengan bantuan perangkat lunak untuk pengolahan
data statistika dengan metode Winter’s, Analytical Hierarchy Process (AHP),
Interpretative Structural Modelling (ISM) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference
System (ANFIS).
Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa strategi yang menjadi prioritas
utama dalam mengatasi DT adalah perancangan model sistem peringatan dini, lingkup antar lembaga untuk mengaplikasikan model sistem peringatan dini.
Dengan waktu sebagai faktor utama yang mempengaruhinya dan pemilik barang
sebagai pelaku utama dalam strategi tersebut.
Dari rancang bangun model peringatan dini dapat diperoleh : (1) simulasi,
atau model telah dapat mewakili keadaan sebenarnya dan mengikuti pola data
yang ada. (2) prediksi atau prakiraan arus petikemas impor (Throughput), DT,
faktor konstanta k dan YOR beberapa bulan ke depan. (3) Faktor konstanta k,
yang terkandung dalam YOR dan terdeteksi dari data YOR dan kondisi dan situasi
lapangan yang berpengaruh pada YOR. Misalnya kondisi seperti force majeure
atau keadaan yang tidak bisa dikendalikan seperti cuaca buruk, banjir, listrik
padam, macet. dan gangguan-gamgguan lainya yang tidak tercatat dengan baik
tapi berkonstribusi terhadap YOR.
Simulasi tersebut diatas dapat dilakukan dengan memasukan data-data yang
diperoleh dari lapangan, yaitu informasi seperti throughput import , DT dan
perkiraan faktor k. Throughput hanya dapat diprediksi seminggu kedepan melalui
agen – agen atau perwakilan pelayaran. Hal ini dapat dijelaskan bahwa informasi
muatan untuk saat ini secara pasti masih sulit diketahui, karena semua tergantung
dari kondisi pasar. Model yang dihasilkan juga dapat dipergunakan untuk
memprediksi variabel-variabel yang telah disebut diatas, hal ini dimungkinkan
karena ANFIS dapat melakukan pembelajaran. Variabel-variabel tersebut diproses
untuk dapat dilakukan prediksi masing-masing, kemudian hasil prediksi ini
dipakai untuk menentukan prediksi YOR.
Model kelembagaan sinergitas untuk menjalankan sistem peringatan dini
atau early warning system (EWS) antar lembaga terkait, diperoleh dari hasil
analisis ISM. Dari kedelapan elemen tersebut, ada dua elemen yang relevan,
terutama terkait dengan impelementasi model system EWS yang akan diterapkan,
yaitu : (1) kendala utama dalam implementasi EWS, faktor kuncinya adalah
Lambannya koordinasi antar bagian dan (2) sektor pemangku kepentingan yang
terpengaruh Program EWS, faktor kuncinya adalah PT. JICT dan Bea Cukai.
Collections
- DT - Business [372]
