The Effects Of Ict Adoption On Marketing Capabilities And Business Performance Of Indonesia Smes In Fashion Industry
View/ Open
Date
2016Author
Setiowati, Rini
Hartoyo
Daryanto, Heny K
Arifin, Bustanul
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap
adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada UMKM di industri
fesyen dan mengkaji dampak adopsi pada kemampuan pemasaran dan kinerja
bisnis. Penelitian ini menggunakan model Technology, Organization , dan
Environment ( TOE ) yang dikembangkan oleh Tarnatzky dan Fleischer (1990),
berdasarkan kerangka kerja ini, faktor teknologi diukur dengan menggunakan
lima faktor yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialability, dan
observability. Sementara kemampuan pemasaran diukur dengan menggunakan
konsep yang dikembangkan oleh Vorheis dan Morgan (2001, 2005) and kemudian
telah disempurnakan oleh beberapa peneliti seperti Morgan et al (2005),
Theoharakis and Hooley (2003). Selanjutnya , kinerja bisnis dianalisis dengan
menggunakan persepsi pemilik/ manajer UMKM terhadap kinerja bisnis mereka.
Hasil temuan penelitian ini menegaskan bahwa faktor teknologi,
organisasi, dan lingkungan memainkan peran penting dalam adopsi TIK pada
UMKM. Semua faktor teknologi yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas,
kompleksitas, trialability, dan observability ditemukan secara signifikan
mempengaruhi adopsi TIK secara positif. Selain itu, pengetahuan TIK dan inovasi
pemilik merupakan faktor organisasi yang berkontribusi terhadap adopsi UMKM .
Berkaitan dengan faktor lingkungan, studi ini menunjukkan bahwa tekanan
kompetitif, gejolak pasar, dan intervensi kelembagaan merupakan faktor
lingkungan penting yang mempengaruhi adopsi TIK pada UMKM. Namun,
gejolak pasar menunjukkan hubungan yang signifikan tetapi negatif terhadap
TIK.
Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan bahwa adopsi TIK secara
signifikan dan positif mempengaruhi kemampuan pemasaran yaitu perencanaan
fleksibilitas, pelaksanaan pemasaran, pengembangan produk, harga, dan
komunikasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa di antara lima dimensi kemampuan
pemasaran, pelaksanaan pemasaran memiliki kontribusi tertinggi. Hasil penelitian
ini juga menunjukan kemampuan pemasaran memiliki kontribusi positif terhadap
kinerja bisnis UMKM.
Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa kemampuan
pemasaran yaitu perencanaan fleksibilitas, pelaksanaan pemasaran,
pengembangan produk, harga, dan komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja perusahaan. Implemetasi pemasaran ditemukan menjadi salah
satu kemampuan pemasaran yang memiliki kontributsi terbesar terhadap kinerja
bisnis, implementasi pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terkait dengan
kemampuan UKM untuk mengalokasikan sumber daya pemasaran,
menerjemahkan dan mengeksekusi strategi pemasaran ke dalam tindakan cepat
dan memantau kinerja pemasaran .
Penelitian ini telah memberikan kontribusi teoritis penting berkaitan
dengan teori adopsi teknologi karena menambahkan pemahaman baru tentang, bagaimana teori ini dapat diadopsi di tingkat perusahaan dalam konteks industri
fesyen. Selanjutnya, penelitian ini memperkuat Theory Resource-Based View of
the Firm (RBV) dengan mengkonfirmasikan bagaimana kemampuan organisasi
dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Selanjutnya penelitian ini memberikan
perspektif holistic baru yang menghubungkan adopti TIK dengan konsekensinya
berupa peningkatan kemampuan marketing dan kinerja perusahaan.
Selain itu, hasil penelitian memberikan beberapa implikasi manajerial dan
kebijakan tentang bagaimana meningkatkan adopsi TIK pada UMKM.
Ditekankan akan pentingnya penyediaan pelatihan TIK baik secara formal
maupun informal sehingga dapat meningkatkan kompetensi pemilik perusahaan
dan karyawan UMKM. Keterlibatan dalam jaringan maupun kerjasama (pihak
ketiga seperti perusahaan dan institusi akademik), dan kegiatan klaster juga
dianggap penting untuk membuka kesempatan kepada UMKM untuk terlibat
dalam pelatihan dan pengembangan kemapuan TIK. Selain itu, manfaat dari
adopsi TIKharus dipercaya dan terlihat jelas bagi pemilik UMKM. Program
mentorshipmenjadi salah satu solusi untuk mendukung UMKM dimana pelaku
UMKM yang telah sukses mengadopsi TIK dapat bertindak sebagai model bagi
pemilik UMKM lainnya.
Walaupun studi ini memberikan wawasan empiris yang sangat berguna,
namun demikian penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini
menggunakan sampel nonprobalility sehingga dapat membatasi generalisaasi dari
temuan penelitian. Selain itu, pengukuran yang digunakan dalam mengukur
kinerja perusahaan seperti penjualan dan laba berusahaan hanya didasarkan pada
persepsi dari pemilik perusahaan.
Collections
- DT - Business [372]
