Pengembangan Metodologi Seleksi Enterprise Resource Planning (Erp) Menggunakan Delta Model
View/ Open
Date
2016Author
Ratono, Joko
Seminar, Kudang Boro
Arkeman, Yandra
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah salah satu teknologi aplikasi
software terintegrasi yang paling populer di dunia bisnis untuk mendukung
layanan operasional dan manajemen organisasi lintas fungsi dan departemen. ERP
menekankan transformasi bisnis yang mengarah pada perubahan proses bisnis
dalam upaya memaksimumkan keuntungan perusahaan. Meskipun demikian, studi
MPI Group (2012) dan Gartner (2013) menunjukkan bahwa masih banyak
perusahaan yang belum menggunakan ERP dan mereka merencanakan untuk
mengimplementasikan ERP, berbagai perusahaan di negara-negara Eropa Timur
dan Asia-Pasifik serta perusahaan menengah ke bawah di negara Eropa dan USA.
Berdasarkan survei KPMG tahun 1997 kegagalan proyek ERP mencapai
61%, pada tahun 2008 menurun menjadi 51% (Leung 2008, Ghosh 2012).
Panorama (2013) melaporkan bahwa 40% proyek ERP masih mengalami
kegagalan. Salah satu penyebab kegagalan adalah seleksi paket yang tidak tepat
(Ghosh 2012), saat seleksi tidak teridentifikasi proses unik dan kritis (Ramco
2005), kegagalan seleksi mempengaruhi kegagalan implementasi (Phusavat et al.
2009, Gupta dan Kumar 2012). Lingkup awal proyek berkembang saat
implementasi menyumbang 32,4% over budget dan 16,7% keterlambatan proyek
(Panorama 2012b).
Beberapa studi tentang critical success factors (CSF) juga menunjukkan
pentingnya seleksi sistem ERP secara hati-hati dan termasuk salah satu faktor
dalam CSF (Forslund dan Jonsson 2010, Al-fawaz et al. 2010, Sanchez dan
Bernal 2013). Seleksi ERP merupakan proses pengambilan keputusan yang
kompleks (Munkelt dan Volker 2013) tentang sistem ERP itu sendiri, vendor dan
konsultan, adopsi praktek terbaik, kastemisasi praktek unik perusahaan, fit dengan
strategi perusahaan dan sebaiknya melibatkan karyawan dari awal (Allen 2005).
Seleksi sistem yang tidak sesuai (Verville dan Halington 2003) dan tidak efektif
(Lall dan Teyrachakul 2006) dapat menjadi sebab utama kegagalan sistem ERP
yang merupakan investasi kritis, berisiko, mahal (Brown 2006) dan
mempengaruhi kinerja, keuntungan (Molnar et al. 2013) dan keunggulan daya
saing di masa depan (Bakas et al. 2007). Banyak perusahaan mengambil
keputusan penting ini tanpa didasari metodologi seleksi yang proven (BDC 2013),
padahal sistem ERP yang dipilih berkontribusi nyata terhadap berhasil atau
gagalnya implementasi ERP (BSM 2010, Yang 2010), berpengaruh terhadap
positif atau negatifnya ROI (BDC 2013) dan kriteria seleksi juga berpengaruh
pada kesuksesan ERP (Tsai et al. 2012, Jayawickrama dan Yapa 2013).
Rayner dan Woods (2011) dari Gartner mendefinisikan sistem ERP sebagai
bagian dari strategi organisasi dan metodologi seleksi ERP harus mencakup
kriteria keselarasan terhadap strategi perusahaan (Unal dan Guner 2009, Vorst
2012). Pengembangan sistem ERP harus merefleksikan keunggulan daya saing
perusahaan (Beard dan Sunmer 2004, Uwizeyemungu dan Raymond 2012).
Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kriteria penting dalam seleksi
ERP diantaranya keselarasan strategi dengan pendekatan teori delta model, kualitas software dan kualitas penggunaan dengan merujuk standar kualitas
Internasional terbaru ISO25010 (ISO/IEC 25010 2011), mengembangkan
metodologi PADS dengan salah satu tahap delta assesment untuk mempertajam
analisa proses unik dan kritis, menggunakan teori strategi delta model serta
alternatif pendekatan kuantitatif Triangular Fuzzy – Neural Network (TFNN) dan
Triangular Fuzzy – Genetic Algorithm (TFGA) terhadap faktor-faktor penting
seleksi ERP sebagai metodologi dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metodologi PADS telah
disusun, divalidasi dan disimulasikan sehingga memenuhi kebutuhan metodologi
seleksi ERP yang handal. Teori delta model menjadi perspektif dan tinjauan studi
literatur yang baik dalam merefleksikan strategi perusahaan dalam mengadopsi
ERP melalui komponen metodologi PADS. Fit strategi menjadi kriteria ketiga
terpenting setelah kualitas produk software (ISO25010) dan vendor-konsultan
ERP. Dari analisis jalur PLS, fit strategi dapat menggambarkan kriteria seleksi
dengan baik, demikian pula delta model sebagai refleksi komponen pendekatanalat
bantu. Hasil survei pakar secara kualitatif, delta model mendapatkan penilaian
positif sebagai sebuah teori strategi yang sangat lengkap dan sangat berguna
dalam seleksi ERP.
Fokus dan perhatian khusus terhadap keunikan proses yang menjadi
keunggulan daya saing perusahaan menjadi proses penting dalam delta assesment,
salah satu tahap dalam metodologi PADS. Hasil dari validasi model metodologi
melalui analisis jalur PLS, delta assesment memberikan refleksi tertinggi diantara
keempat tahap metodologi PADS.
Model Metodologi PADS untuk seleksi ERP memadukan pendekatan
kualitatif dan pendekatan kuantitatif dengan menyajikan alternatif alat bantu
TFNN dan TFGA. TFNN dan TFGA dalam komponen pendekatan-alat bantu
memberikan refleksi yang tinggi. TFGA dan TFNN bersama dengan delta model
memberikan kontribusi 25% sebagai komponen dari metodologi PADS. Dari
analisis jalur PLS, kriteria kualitas produk software ERP (ISO25010) dan kualitas
guna ERP (ISO25010) dapat merefleksikan komponen kriteria seleksi. Keduanya
bersama kriteria seleksi vendor dan konsultan, fit strategi, manajemen perubahan
dan biaya dalam kriteria seleksi memberikan kontribusi pembentukan metodologi
PADS sebesar 75%.
Collections
- DT - Business [372]
