Keterikatan Pegawai Antar Generasi Dan Problema Manajemen Sumber Daya Manusia
View/ Open
Date
2015Author
Fatimah, Hermin
Dharmawan, Arya Hadi
Sunarti, Euis
Affandi, M.Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam suatu organisasi ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki
kinerja unggul sangat penting agar dapat mendukung keberhasilan kinerja
organisasi. Sumber Daya Manusia yang bekerja dalam suatu organisasi terdiri atas
pegawai multigenerasi dengan karakteristik masing-masing yang apabila tidak
dapat dipahami dapat menyebabkan terjadinya konflik dan pada akhirnya
berpengaruh terhadap keterikatan pegawai pada organisasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi variabel karakteristik individu, budaya
organisasi, komunikasi, motivasi, gaya kepemimpinan, praktek sumber daya
manusia dan keterikatan pegawai pada Bank A berdasarkan persepsi Generasi X
dan Y, serta menganalisis pengaruh variabel karakteristik individu, budaya
organisasi, komunikasi, motivasi, gaya kepemimpinan, praktek sumber daya
manusia terhadap keterikatan pegawai Generasi X dan Y di Bank A.
Penelitian dilakukan di Bank A Jakarta. Bank A sebagai organisasi besar
memiliki pegawai multigenerasi yaitu Generasi Baby Boomers (lahir 1946-1964),
Generasi X (lahir 1965-1979), serta Generasi Y (lahir mulai 1980). Pada
penelitian ini responden Generasi Y termuda kelahiran tahun 1991. Pengumpulan
data dilakukan pada bulan Desember 2014 – Januari 2015 melalui kuesioner
terhadap 220 responden yang terdiri dari 119 Generasi X dan 101 Generasi Y.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini untuk metode kuantitatif
menggunakan cluster random sampling. Pada penelitian ini dilakukan pula
metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 8 orang informan yang
terdiri dari 4 orang pegawai Generasi X dan 4 orang pegawai Generasi Y. Metode
analisis yang digunakan antara lain meliputi analisis perbandingan (uji t) dan
Structural Equation Modeling (SEM).
Kebaruan (novelty) penelitian ini yang berbeda dengan penelitian
sebelumnya karena membuat permodelan yang mengintegrasikan beberapa
variabel yang diteliti meliputi karakteristik individu, budaya organisasi,
komunikasi, motivasi, gaya kepemimpinan, dan praktek sumber daya manusia
pada generasi yang berbeda (Generasi X dan Generasi Y). Karakteristik individu
merupakan hal menarik sebagai salah satu variabel yang diteliti, mengingat
penelitian sebelumnya relatif masih jarang membahas hal ini. Penelitian ini
mengakomodir karakterististik individu sebagai penciri generasi yang dibesarkan
di jaman berbeda dengan indikator nilai-nilai dalam keluarga, lingkungan sosial,
dan aktivitas berorganisasi.
Melalui uji perbandingan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan
yang nyata untuk faktor karakteristik individu, komunikasi dan gaya
kepemimpinan antara Generasi X dan Y. Hal ini disebabkan pada saat rekrutmen
Bank A telah menerapkan standar secara ketat untuk pelamar yang dapat diterima
seperti memiliki prinsip kerja keras, dan disiplin. Faktor komunikasi dan gaya
kepemimpinan di Bank A dinilai tidak berbeda secara nyata oleh kedua generasi.
Pegawai telah memperoleh kemudahan akses informasi baik melalui website
internal, email, maupun sharing session yang sering diadakan.
Terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel budaya organisasi,
motivasi, praktek sumber daya manusia, dan keterikatan pegawai yaitu nilai pada
Generasi X lebih besar daripada Generasi Y. Perbedaan budaya organisasi
disebabkan oleh indikator orientasi terhadap hasil dan agresivitas. Hasil ini
berbeda dengan penemuan yang diperoleh peneliti sebelumnya bahwa
karakteristik Generasi Y dicirikan sebagai berorientasi terhadap hasil, namun
dalam penelitian ini Generasi X memiliki nilai yang lebih tinggi terhadap orientasi
hasil dibandingkan dengan Generasi Y. Hal ini dimungkinkan karena Generasi X
dalam penelitian ini mayoritas Asisten Direktur dengan masa dinas lebih dari 15
tahun, sementara Generasi Y mayoritas masih Asisten manajer dengan masa dinas
di bawah 7 tahun. Hal ini mencerminkan bahwa penciri Generasi Y tertutupi oleh
penciri individu yang menunjukkan maturity, karena Generasi X telah lebih lama
bekerja di Bank A. Selain itu dengan masa dinas yang lebih lama, mayoritas
Generasi X telah memahami budaya kompetitif yang berlaku di Bank A yang
menerapkan performance based culture. Perbedaan pada variabel motivasi
terutama disebabkan oleh motivasi intrinsik. Pada variabel praktek sumber daya
manusia perbedaan disebabkan oleh indikator pelatihan dan pengembangan, work
life balance, dan reward dengan penilaian Generasi Y lebih kecil dibandingkan
dengan Generasi X. Perbedaan secara signifikan pada variabel keterikatan
pegawai disebabkan oleh indikator vigor, dedication, dan absorption dengan nilai
pada Generasi X lebih tinggi dibandingkan dengan Generasi Y.
Berdasarkan hasil SEM pada total responden (Generasi X dan Y) terdapat
pengaruh yang signifikan pada semua variabel yang diteliti terhadap keterikatan
pegawai. Apabila ditinjau berdasarkan generasi, maka Generasi X terdapat
pengaruh yang signifikan pada budaya organisasi, komunikasi, motivasi, gaya
kepemimpinan, dan praktek sumber daya manusia terhadap keterikatan pegawai,
adapun variabel karakteristik individu tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap keterikatan pegawai. Pada Generasi Y yang berpengaruh signifikan
terhadap keterikatan pegawai adalah karakteristik individu, budaya organisasi, dan
praktek sumber daya manusia, sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan
adalah komunikasi, motivasi, dan gaya kepemimpinan.
Implikasi dari penelitian ini antara lain perlunya manajemen memerhatikan
kebijakan dalam berbagai sistem manajemen sumber daya manusia yang ada
dalam organisasi agar mampu mengakomodir kebutuhan lintas generasi seperti
penilaian kinerja yang obyektif, pemberian reward yang fair, budaya organisasi
yang mendukung kinerja, dan role model dari pemimpin yang menginspirasi
bawahan agar tetap termotivasi untuk berkontribusi optimal bagi organisasi.
Implikasi manajerial lainnya adalah apabila menginginkan pegawai terikat di
suatu organisasi perlu mempertimbangkan faktor keterlekatan nilai-nilai dalam
keluarga, lingkungan sosial, dan aktivitas berorganisasi pada saat rekrutmen calon
pegawai karena berpengaruh secara signifikan khususnya pada Generasi Y.
Collections
- DT - Business [372]
