Revitalisasi Bisnis Primkopti Dalam Pemenuhan Kebutuhan Kedelai Dalam Negeri
View/ Open
Date
2015Author
Susilowati, Etty
Oktaviani, Rina
Arifin, Bustanul
Arkeman, Yandra
Metadata
Show full item recordAbstract
Tingginya permintaan kedelai di Indonesia sangat signifikan sehingga
dibutuhkan sistem dan pengelolaan bisnis yang baik agar kontinuitas usaha dan
kepastian pasokan kacang kedelai dapat terjamin. Dari penawaran kedelai impor
dan produksi lokal yang ada di Indonesia sebagian besar dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan produksi para pengrajin tahu dan tempe yang mayoritas
adalah anggota PRIMKOPTI. Sehubungan dengan itu, peran PRIMKOPTI cukup
vital dalam memenuhi permintaan kedelai anggotanya.
Berdasarkan kinerja keuangan PRIMKOPTI dalam laporan terakhir, dapat
disimpulkan bahwa kinerja keuangannya tidak sehat. Salah satu sumber
pemasukan utamanya adalah usaha penyewaaan aset tetap, sedangkan bisnis
utamanya adalah pengadaan dan distribusi kedelai serta simpan pinjam. Bisnis
utama ini tidak berjalan dengan baik sehingga diperlukan upaya-upaya yang kuat
untuk menghidupkannya kembali kelembagaan PRIMKOPTI. Oleh karena itu,
perlu dibuat strategi revitalisasi bisnis pada PRIMKOPTI agar kebutuhan kedelai
anggotanya dapat terjamin dan kelangsungan bisnis PRIMKOPTI dapat terjaga.
Berdasarkan hal tersebut, tujuan utama penelitian ini adalah memberikan
rekomendasi strategi dan kebijakan alternatif agar PRIMKOPTI dapat menjadi
lembaga yang memiliki vitalitas yang tinggi dan maju kembali bisnisnya. Tujuan
lainnya adalah sebagai berikut : (1) mengidentifikasi dan mengkaji kondisi
PRIMKOPTI, baik lembaga maupun bisnisnya saat ini; (2) menganalisis faktorfaktor
dominan yang memengaruhi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI; dan (3)
merumuskan strategi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI untuk pengembangan
bisnisnya ke depan.
Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan sistem. Pemilihan
sampel dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling), yaitu metode Expert
Survey dengan justifikasi pakar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode
survei. Area yang disurvei adalah Denpasar, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa
Tengah, Jawa Timur, tidak kurang dari 20 key persons. Sementara itu, analisis
dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif,
analisis kelembagaan dengan Interpretive Structure Modelling (ISM), Enterprise
Risk Management-Integrated Frame Work Applications Technique (ERM-IFAT),
dan Game Theory (Teori Permainan).
Berdasarkan hasil penelitian, diidentifikasi beberapa penyebab, seperti
kurangnya pengetahuan atau wawasan yang baik dalam pengelolaan koperasi
(PRIMKOPTI) secara profesional, kurangnya kompetensi SDM, tidak adanya
jaminan asuransi (risiko dan kesejahteraan) dan tidak adanya trust (kepercayaan)
antar anggota dan pengurus atau sebaliknya.
Hasil pengolahan data menggunakan Interpretive Structural Modelling
menunjukkan bahwa upaya meningkatkan peran dan fungsi PRIMKOPTI menjadi
lembaga yang kuat dan vital kembali serta memiliki resiliensi bisnis yang baik,
sangat tergantung pada sistem pengelolaan pengurus, manajer maupun anggota
PRIMKOPTI. Faktor-faktor yang memengaruhi revitalisasi bisnis adalah SDM pengurus dan anggota koperasi (pengrajin tahu tempe). Selain itu, Kementerian
Koperasi dan UKM bersama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian
merupakan pendorong (driver power) dan faktor kunci dalam penguatan
kelembagaan PRIMKOPTI.
Berdasarkan Enterprise Risk Manajemen-Integrated Frame Work
Applications Technique (ERM-IFAT), risiko utama yang hampir sangat pasti
terjadi setiap waktu dan berdampak sangat besar terhadap bisnis PRIMKOPTI
dan terhadap tujuan yang akan dicapai adalah pengadaan kedelai yang semakin
sulit akibat dan kredit bermasalah yang sering terjadi pada pengurus dan anggota.
Hasil analisis Game Theory menunjukkan bahwa strategi yang dapat
diambil oleh pelaku bisnis dan distributor kedelai lokal dalam menghadapi
persaingan dengan kedelai impor ada dua. Pertama, bersama dengan pemerintah
daerah berupaya memproduksi kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan
daerahnya sendiri. Kedua, memotong jalur distribusi kedelai agar efisien dan
murah. Adapun strategi untuk distributor dan importir untuk memenangkan
persaingan kedelai adalah mampu menjamin kualitas dan keamanan produk
kedelai yang didukung hasil uji lab (sertifikat jaminan mutu) dan menjamin
kelangsungan suplai bahan baku (komoditas).
Kesimpulan secara keseluruhan kinerja PRIMKOPTI baik dilihat dari aspek
keuangan (likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas) dan berdasarkan Pedoman
Pemeringkatan Koperasi PerMen No. 22/Per/M.KUKM/IV/2007 tanggal 16 April
2007 menunjukkan bahwa sebagian besar PRIMKOPTI tidak berkualitas/sehat.
Aspek lembaga menunjukan bahwa PRIMKOPTI dari sisi sistem masih lemah,
seperti SOP, SDM, infrastruktur dan regulasi baik dari sistem pengadaan kedelai
maupun dukungan pemerintah dalam mengembangkan PRIMKOPTI.
Berdasarkan hal tersebut, faktor-faktor yang memengaruhi revitalisasi bisnis
PRIMKOPTI adalah mengadakan kedelai berkualitas dan berkelanjutan;
menyediakan modal yang kuat; melakukan pembenahan organisasi dengan
mengutamakan unsur humanis (nilai dan budaya); menyediakan SDM
professional; menyiapkan Sistem Manajemen Organisasi (SOP, SDM, dan sistem
keuangan); menginovasi produk dan bisnis; menyiapkan sistem pemasaran dan
dan distribusi dengan memperbaiki Supply Chain Managament (SCM) kedelai
supaya efektif dan efisien; meningkatkan jejaring (networking), misalnya dengan
mengembangkan pola bisnis dan inovasi Academic-Business-Government-
Community (ABGC).
Strategi revitalisasi bisnis PRIMKOPTI ke depan menghendaki posisi
lembaga yang kuat sehingga memiliki peran yang lebih besar dan strategik dalam
tata niaga kedelai di Indonesia dengan mengoptimalkan atau mengadaptasi pada
lingkugan bisinis yang ada dan didukung oleh regulasi, sistem organisasi dan
teknologi yang lebih baik sebagai entitas individu PRIMPKOPTI ataupun
kelompok Pusat Koperasi Tempe dan Tahu dan Indonesia (Puskopti) serta
Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo).
Collections
- DT - Business [372]
