Model Pemasaran: Studi Empiris Pada Industri Jasa Surveyor Independen Di Indonesia
View/ Open
Date
2014Author
Hannan, Sufrin
Suharjo, Budi
Nurmalina, Rita
Kirbrandoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Tantangan bagi industri jasa surveyor independen di Indonesia di masa yang
akan datang cukup berat. Industri jasa ini, sebelumnya dilindungi oleh pemerintah
dengan pemberlakuan pembatasan bagi aktivitas perusahaan jasa surveyor
independen asing untuk beroperasi di Indonesia sebagaimana yang tercantum
dalam Daftar Negatif List Investasi (DNI) namun dalam waktu dekat jasa
pemeriksaan barang (inspection) akan terbuka bagi perusahaan asing. Penelitian
ini ditujukan untuk mengembangkan model pembentukan Customer Loyalty pada
jasa profesi khususnya pada jasa surveyor independen batubara di Indonesia
dengan menggunakan perspektif pemasaran hubungan (Relationship Marketing).
Cakupan kegiatan jasa surveyor independen dalam penelitian ini adalah
pada kegiatan jasa inspeksi dan pengujian kualitas batubara yang diperdagangkan
untuk tujuan ekspor. Hipotesis dibuat dari hubungan 13 variabel terhadap
Customer Loyalty. Data dihimpun dari 200 kuesioner yang diisi oleh 93 responden
level manajemen atau yang berhubungan langsung dengan penggunaan jasa
surveyor independen di 51 perusahaan eksportir dan trader batubara di Indonesia
dan dianalisa dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM).
Sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu terkait dengan menjaga
hubungan dengan pelanggan, dikemukakan bahwa pemasaran hubungan dalam
industri B2B khususnya industri jasa profesi mempunyai permasalahan yang
kompleks pada proses hubungan antara penyedia jasa dan kliennya (service
provider-client relationship) dalam rangka membangun hubungan jangka panjang.
Ditemukan pula bahwa adopsi terhadap strategi pemasaran hubungan dapat
memainkan peran untuk kesuksesan bisnis jangka panjang di mana keluaran
(outcomes) dari pemasaran hubungan diantaranya adalah berupa Customer
Loyalty disamping Customer Lifetime Value (CLV) atau Customer Portfolio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memperkuat
terjadinya hubungan antara penyedia jasa dan pelanggan adalah Customer
Satisfaction. Namun demikian, faktor lainnya juga memiliki andil yang besar
dalam membangun Customer Loyalty. Customer Loyalty pada perusahaan jasa
profesi surveyor independen juga dipengaruhi oleh Switching Barrier,
Relationship Bond, Trust dan Information Sharing dengan kontribusi yang
berbeda-beda. Customer Characteristic tidak berpengaruh terhadap Customer
Loyalty. Selanjutnya, Customer Satisfaction dipengaruhi oleh Perceived Quality,
Perceived Value dan Customer Expectation, sedangkan Perceived Quality
dipengaruhi oleh Reliability, Assurance, Responsiveness dan Empathy dengan
kontribusi yang berbeda-beda. Empathy pada penelitian ini berpengaruh sangat
kecil terhadap Perceived Quality mengingat bisnis ini merupakan jasa yang
bersifat Bisnis to Business (B2B). Disarankan aspek Trust, Information Sharing
dan Customer Characteristic perlu dipelajari dan digali lebih mendalam pengaruhnya untuk mengetahui perannya dalam membangun Customer Loyalty
serta pengaruh sebaliknya dari Customer Loyalty terhadap Trust.
Implikasi manajerial dari hasil penelitian ini adalah bahwa perusahaan
surveyor independen harus fokus pada aspek interaksi dan menjaga jaringan
(network), melakukan integrasi faktor-faktor yang memperkuat hubungan melalui
integrasi layanan yang diberikan dengan aspek legal, knowledge, technology serta
sistem-sistem yang memudahkan pelanggan untuk berhubungan. Selain itu
perusahaan perlu memperhatikan manfaat waktu (time saving) bagi pelanggan,
menyediakan layanan berkualitas dengan mengutamakan reliability dan assurance
serta nilai uang (value for money) bagi pelanggan.
Collections
- DT - Business [372]
