Modeling Of Customer Financial And Non-Financial Valuation: Case Study: Non-Paid And Accumulated Reward Program Of Frequent Flyer Program
View/ Open
Date
2013Author
Kristiani, Enny
Sumarwan, Ujang
Yuliati, Lilik Noor
Saefuddin, Asep
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan dari program loyalitas adalah mempertahankan pelanggan dengan
membentuk hubungan relasi jangka panjang antara perusahaan dengan pelanggan.
Program ini biasanya ditawarkan dengan memberikan insentif (hadiah) kepada
pelanggan, seperti pada Frequent Flyer Program (FFP) di bisnis penerbangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas FFP dan juga pengaruh
hadiah yang diberikan kepada pelanggan melalui program loyalitas ini terhadap
nilai ekonomi dan nilai relasional yang dihasilkan oleh pelanggan untuk
perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada program loyalitas yang memberikan
hadiah untuk pelanggan yang bersifat akumulasi dan bebas biaya keanggotaan
pada FFP sebuah masakapai penerbangan nasional di Indonesia.
Nilai ekonomi (business-worth) seorang pelanggan kepada perusahaan
ditentukan berdasarkan perilaku belanja pelanggan dengan menggunakan
pendekatan teori CLV. Selain nilai ekonomi, penelitian ini juga menganalisis
perilaku pelanggan diluar transaksi belanja yang juga memberikan kontribusi
terhadap nilai pelanggan kepada perusahaan. Nilai relasional ini disebut dengan
relational-worth, yang diteliti menggunakan pendekatan teori keuntungan dari
hubungan, kualitas dari hubungan, dan hasil dari hubungan. Pengaruh hadiah yang
diberikan melalui program loyalitas terhadap keterikatan dan keterlibatan
pelanggan pada perusahaan diteliti dengan cakupan penelitian program FFP.
Selain itu, penelitian ini juga mempelajari pengaruh kualitas hubungan dalam hal
komitmen dan kepuasan pelanggan terhadap relational-worth yang dihasilkan
oleh pelanggan. Kualitas hubungan antara pelanggan dan perusahaan
mempengaruhi perilaku sosial pelanggan (citizenship-like) terhadap perusahaan.
Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas
mengenai nilai ekonomi yang dihasilkan pelanggan terhadap perusahaan, dan
bagian kedua mengenai nilai relasional yang dihasilkan pelanggan kepada
perusahaan sebagai hasil dari hubungan antara pelanggan dan perusahaan.
Nilai ekonomi seorang pelanggan dihitung melalui pendekatan CLV dan
model disusun menggunakan analisa regresi terhadap skor RFM dan variabel
demography pelanggan FFP. Studi ini menggunakan data sekunder dengan teknik
sampling stratified dan systematic sampling, yaitu data profil dari 9,431
pelanggan dan meliputi 60,068 transaksi pelanggan FFP tersebut selama tahun
2012. Hasil empiris menunjukkan bahwa hadiah yang diberikan melalui FFP
menghasilkan nilai ekonomis yang dipengaruhi oleh skor RFM, gender, umur, dan
level tier. Valuasi RFM dengan hasil CLV berbanding lurus, semakin RFM naik
maka nilai CLV juga semakin tinggi. Temuan ini bermanfaat untuk meningkatkan
efektivitas dari program FFP dalam aspek kapitalisasi CLV pelanggan, dan bagi
industri penerbangan dalam menerapkan strategi marketing yang akurat.
Bagian kedua dari studi ini meneliti pengaruh hadiah yang diberikan melalui
program loyalitas terhadap relational-worth dalam skop program loyalitas di bisnis penerbangan. Hipotesa nilai relasional pelanggan diuji secara empiris
dengan menggunakan sampel yang terdiri dari 475 anggota FFP dengan teknik
stratified random sampling. Data primer diperoleh dengan melalui survey online.
Data dianalisis secara statistik dengan Stuctural Equation Modelling (SEM). Hasil
penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pada hadiah yang diberikan melalui
FFP terhadap nilai relasional yang diberikan pelanggan. Hadiah yang
menyebabkan timbulnya perasaan komitmen dan kepuasan pada pelanggan
menghasilkan nilai relasional yang lebih tinggi. Hadiah yang bersifat sosial
meningkatkan komitmen afektif dan normatif pelanggan, dan juga kepuasan
pelanggan. Hadiah yang bersifat ekonomis tidak meningkatkan ikatan emosional
pelanggan untuk hubungan jangka panjang. Hadiah yang diberikan melalui
program loyalitas mempengaruhi perilaku pelanggan yang berguna bagi
perusahaan, dalam bentuk: WOM (promosi kepada pihak lain), immunity
(resistansi terhadap tawaran luar), openness (keterbukaan) dan acquiescence
(adaptasi). Selain itu, anggota FFP juga menghasilkan perilaku sosial yang
bermanfaat bagi maskapai penerbangan apabila timbul perasaan puas dalam diri
pelanggan. Interaksi antara pengaruh hadiah yang diberikan, kondisi pemberian
hadiah dan pengaruh keterlibatan (involvement) dari konsumen berdampak
terhadap terbentuknya kualitas hubungan yang makin kuat antara pelanggan dan
perusahaan apabila peraturan atau kondisi pemberian hadiah bersifat flexible
(informational reward policy) dan adanya keterlibatan yang tinggi dari pelanggan.
Hadiah yang bersifat sosial mempunyai dampak yang lebih besar dalam
membentuk komitmen pelanggan yang lebih kuat dibanding hadiah yang bersifat
ekonomis. Implikasi dari temuan studi ini adalah jenis hadiah yang ditawarkan
dalam program loyalitas berpengaruh dalam menghasilkan nilai pelanggan
terhadap perusahaan. Dari sisi industri penerbangan, temuan ini dapat menjadi
acuan dalam mengembangkan program loyalitas dan hadiah yang akan diberikan
kepada pelanggan untuk mendapatkan hasil program yang efektif. Perusahaan
dapat mengembangkan FFP dengan strategi marketing dan implementasi fungsifungsi
marketing yang lebih akurat.
Penelitian ini menemukan bahwa relational-worth merupakan sumber
potensial dari nilai-nilai konsumen yang diberikan kepada perusahaan, sebagai
pembuktian dari perilaku sosial pelanggan yang sebelumnya belum
dipertimbangkan dalam penilaian konsumen. Hadiah yang diberikan dalam
program FFP menghasilkan perilaku sosial konsumen yang berbeda-beda
berdasarkan kualitas hubungan yang terjadi. Business-worth dan relational-worth
merupakan acuan output yang digunakan sebagai ukuran dalam melakukan
penilaian yang diberikan oleh konsumen terhadap perusahaan.
Collections
- DT - Business [372]
