Peran Dan Fungsi Wadah Berbagi Pengetahuan Dan Wadah Komunitas Merk Sebagai Panggung Permediasian Antara Motif Konsumen Dan Komitmen Dari Komunitas Merk: Kasus Pada Komunitas Merk Pangan Indonesia
View/ Open
Date
2013Author
Sumarlin, Antonius Widyatma
Suharjo, Budi
Soehadi, Agus W.
Daryanto, Heny K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam era postmodern marketing, konsumen mempunyai peran ganda yaitu
sebagai pengguna produk dan jasa dan juga sebagai pencipta nilai barang atau jasa
atau merk. Melalui dialog dan keterlibatan (co-engagement) dalam suatu
komunitas, konsumen mulai memasuki tahap awal dari proses ko-kreasi. Menurut
teori konsumunitas, hasil dari proses co-engagement dapat menghasilkan
komitmen bersama yang berpengaruh pada perilaku loyalitas konsumen terhadap
Merk, atau barang dan jasa yang digunakannya. Pertanyaan dalam penelitian ini
adalah bentuk wadah seperti apa yang mempunyai peran dan fungsi dalam
mempersatukan ragam motif individu konsumen menjadi suatu komitmen
bersama yang komprehensif?
Dalam penelitian deskriptif ini, digunakan dua wadah permediasian sebagai
tempat terjadinya proses interaksi co-engagement. Kedua wadah ini adalah wadah
ruang berbagi pengetahuan dengan kapasitas ruang-ruang berbagi yang tersedia di
dalamnya dan wadah komunitas merk dengan kapasitas nilai-nilai moral
kebersamaan dijunjungnya. Berdasarkan peran, kedua wadah ini berbeda
meskipun fungsinya sama yaitu sebagai panggung yang menampung kepentingan
konsumen yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji fungsi
kedua wadah ini sebagai pemersatu komitmen komunitas merk dan melihat
apakah ada unsur komplimenter diantara kedua wadah tersebut.
Dalam pemilihan komunitas merk sebagai sampel, kriteria yang digunakan
adalah produk dan merk yang diwakili adalah experience goods dan yang masuk
ke dalam kategori brand index Indonesia. Dengan demikian terpilihlah tiga
komunitas tersebut yaitu Ibu dan Balita dari Frisian Flags dengan produk
endosemennya susu, Kecap Bango Mania dengan produk endosemennya saus
kecap penyedap rasa, dan Bogasari Baking Center dengan produk endosemennya
tepung makanan. Survei dilakukan pada acara-acara komunitas Merk yang
diselenggarakan di Bogor dan Jakarta pada bulan Desember 2012. Sebanyak 600
sampel diunduh dengan metode accidental sampling. Metode analisa yang
digunakan adalah structural equation analysis dengan structural equation
modelling (SEM) sebagai alat memproses datanya.
Meskipun hasil dari penelitian deskriptif ini menunjukan bahwa model yang
diusulkan tidak dapat digeneralisasi untuk ketiga komunitas merk tersebut, namun
model ini signifikan dan relevan dalam kasus komunitas Bogasari Baking Center.
Disamping itu, model ini masih dapat menunjukan wadah-wadah yang
dioptimalisasikan oleh masing-masing komunitas merk dalam rangka membangun
komitmen anggotanya terhadap merk.
Collections
- DT - Business [372]
